Prediksi Roma vs Fiorentina: Giallorossi Diunggulkan Menang di Olimpico

Niklaas Andries • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 06:07 WIB
KANDANGl AS Roma akan menjamu Fiorentina di laga perdana Serie A (AS Roma)
KANDANGl AS Roma akan menjamu Fiorentina di laga perdana Serie A (AS Roma)

RADARBANYUWANGI.ID - Roma punya alasan kuat untuk menatap pembukaan Serie A 2026-2027 dengan kepercayaan diri tinggi. Bermain di Stadion Olimpico, Giallorossi akan menjamu Fiorentina pada Senin dalam laga yang mempertemukan tim dengan arah perjalanan berbeda sepanjang musim lalu.

Roma baru saja menutup musim dengan finis di posisi ketiga dan mengamankan tiket Liga Champions setelah delapan tahun absen dari kompetisi elite Eropa tersebut. Sebaliknya, Fiorentina harus melalui periode penuh tekanan karena sempat terseret dalam persaingan menghindari degradasi.

Pertemuan pertama musim baru ini pun menjadi ujian penting bagi kedua klub. Roma ingin membuktikan bahwa kebangkitan mereka musim lalu bukan sekadar momentum, sedangkan Fiorentina datang dengan wajah baru di bawah Fabio Grosso.

Roma Datang dengan Modal Kuat

Roma menutup musim lalu dengan cara yang impresif. Lima kemenangan beruntun pada pekan-pekan terakhir membawa mereka melewati AC Milan dan Juventus sekaligus mengamankan posisi ketiga.

Produktivitas menjadi salah satu kekuatan utama Roma. Dalam lima laga tersebut, mereka selalu mencetak sedikitnya dua gol per pertandingan dan hanya kebobolan dua kali.

Kemenangan pada laga terakhir melawan Hellas Verona menjadi penutup sempurna musim pertama Gian Piero Gasperini di ibu kota Italia. Pelatih yang pernah mengantarkan Atalanta berjaya di kompetisi Eropa itu kini memiliki pekerjaan lebih besar: mengubah Roma menjadi penantang serius Scudetto.

Namun, persiapan menuju musim baru belum sepenuhnya meyakinkan. Aktivitas transfer Roma berjalan relatif lambat, sementara hasil pramusim mereka juga naik turun. Roma sempat bermain imbang 3-3 melawan Cannes setelah menyia-nyiakan keunggulan besar, kemudian dihantam Cardiff City dengan skor 4-1.

Mereka memang mampu mengalahkan Newport County, tetapi setelah itu kalah 0-3 dari Brighton dan bermain imbang 2-2 melawan Borussia Dortmund.

Rangkaian hasil tersebut patut menjadi perhatian Gasperini. Sebab, fondasi kesuksesan Roma musim lalu justru dibangun dari organisasi pertahanan yang kokoh.

Roma termasuk tim dengan catatan nirbobol terbaik di Serie A. Hanya Inter Milan dan Como yang mencatat clean sheet lebih banyak. Di kandang sendiri, pertahanan mereka bahkan menjadi salah satu yang paling sulit ditembus di lima liga top Eropa.

Catatan Roma di Olimpico juga sangat kuat. Musim lalu mereka mengoleksi 13 kemenangan dan hanya tiga kekalahan sebagai tuan rumah. Salah satu kemenangan terbesar terjadi ketika mereka menghancurkan Fiorentina 4-0 pada Mei lalu.

Dominasi tersebut bukan kebetulan. Dari 52 pertemuan terakhir Roma dan Fiorentina di Olimpico dalam ajang liga, Giallorossi hanya tiga kali kalah.

Fiorentina bahkan belum pernah menang di markas Roma sejak 2018. Setelah itu, mereka menelan enam kekalahan dan hanya mampu meraih dua hasil imbang.

Fiorentina Memulai Era Fabio Grosso

Fiorentina memasuki musim baru dengan cerita yang jauh berbeda. Pada awal musim 2025-2026, target mereka adalah mengejar tiket kompetisi Eropa. Namun, performa buruk membuat ambisi tersebut berubah drastis menjadi perjuangan untuk bertahan di Serie A. Mereka baru memastikan keselamatan dua pertandingan sebelum musim berakhir.

Paolo Vanoli menjadi sosok penting dalam proses penyelamatan tersebut. Di bawah arahannya, Fiorentina memiliki catatan terbaik ketujuh di Serie A pada paruh kedua musim.

Namun, Vanoli kini sudah tidak berada di kursi pelatih. Fabio Grosso dipercaya melanjutkan pekerjaan tersebut sekaligus membangun kembali ambisi La Viola.

Grosso setidaknya memiliki fondasi yang cukup menjanjikan. Fiorentina hanya kalah sekali dalam 11 pertandingan liga terakhir musim lalu dan mencatat lima clean sheet dalam delapan laga terakhir.

Persiapan pramusim juga menunjukkan sinyal positif. Fiorentina bermain imbang melawan Real Madrid dan Deportivo La Coruna sebelum menghantam Benevento 4-1 pada Coppa Italia.

Kemenangan tersebut menjadi modal penting, tetapi Roma jelas menghadirkan tingkat kesulitan yang berbeda.

Grosso juga mendapatkan suntikan tenaga baru melalui sejumlah pemain anyar. Beberapa di antaranya bahkan berpeluang menjalani debut Serie A bersama Fiorentina.

Santiago Castro Tambah Persaingan di Lini Depan Roma

Roma memiliki sejumlah opsi menarik di lini serang. Donyell Malen, yang memberikan dampak besar sejak bergabung pada pertengahan musim lalu, tetap menjadi salah satu tumpuan. Paulo Dybala juga masih menjadi figur penting meski usia terus bertambah. Kini persaingan semakin ketat setelah Santiago Castro datang dari Bologna.

Penyerang Argentina itu berpeluang langsung mendapatkan tempat di tim utama saat menghadapi Fiorentina. Sementara itu, Nahuel Molina juga berpotensi menjalani debut kompetitif bersama Roma.

Rodrigo Mora dan Konstantinos Koulierakis kemungkinan memulai pertandingan dari bangku cadangan. Untuk kondisi pemain, Wesley masih diragukan karena masalah pergelangan kaki. Lorenzo Pellegrini juga belum sepenuhnya fit.

Fiorentina Andalkan Moise Kean

Di kubu Fiorentina, Fabiano Parisi masih harus menepi karena cedera jangka panjang. Rolando Mandragora juga menjadi tanda tanya setelah masih mengalami masalah pada punggung yang membuatnya absen ketika Fiorentina menghadapi Benevento di Coppa Italia.

Di sisi lain, sejumlah rekrutan anyar berpeluang langsung mencicipi atmosfer Serie A. Arthur Atta, Christ Oulai, Mateo Pellegrino, dan talenta muda Franco Mastantuono termasuk pemain yang dapat memperoleh kesempatan. Sementara itu, Moise Kean diperkirakan tetap menjadi ujung tombak.

Kean merupakan pencetak gol terbanyak Fiorentina dalam dua musim terakhir. Ia bahkan sudah membuka rekening golnya musim ini melalui gol di Coppa Italia.

Menariknya, Kean memiliki catatan unik ketika menghadapi Roma. Ia sudah mencetak empat gol di Serie A melawan Giallorossi, tetapi belum sekalipun mampu membobol gawang Roma di Olimpico dalam 10 pertandingan.

Prediksi Susunan Pemain

Roma (3-4-2-1): Svilar; Mancini, Ndicka, Hermoso; Molina, Kone, Cristante, Wesley; Soule, Dybala; Malen.

Fiorentina (4-3-3): De Gea; Mario, Dragusin, Ranieri, Valdepenas; Ndour, Fagioli, Oulai; Mastantuono, Atta; Kean.

Prediksi skor: Roma 2-1 Fiorentina.

Roma memiliki keuntungan besar dalam pertandingan ini, bukan hanya karena bermain di kandang, tetapi juga karena perkembangan tim mereka terlihat lebih matang.

Giallorossi hanya sekali kalah dalam 14 laga pembuka musim Serie A terakhir. Mereka juga pernah mengalahkan Fiorentina dalam laga pembuka pada 2014 dan 2021.

Fiorentina memang membawa energi baru bersama Grosso dan sejumlah pemain muda yang menjanjikan. Namun, membangun kembali tim membutuhkan waktu, terutama ketika lawan pertama yang dihadapi adalah Roma di Olimpico.

Gasperini kemungkinan akan meminta timnya bermain agresif sejak menit awal. Roma memiliki kualitas untuk menekan Fiorentina sekaligus memanfaatkan celah di lini belakang tim tamu.

Roma diperkirakan memulai musim dengan kemenangan, meski Fiorentina berpotensi memberikan perlawanan lebih sengit dibandingkan musim lalu. Jika Giallorossi mampu mengembalikan disiplin pertahanan yang menjadi ciri utama mereka musim lalu, tiga poin di Olimpico sangat terbuka untuk diamankan. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Serie a 2026-2027 Roma vs Fiorentina prediksi Roma vs Fiorentina Gian Piero Gasperini fiorentina