Prediksi Bologna vs Lazio: Duel Dua Pelatih Baru, Siapa Lebih Siap di Pekan Perdana Serie A?

Niklaas Andries • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 06:05 WIB
KANDANG: Bologna akan menjamu Lazio (Bologna)
KANDANG: Bologna akan menjamu Lazio (Bologna)

RADARBANYUWANG.ID - Bologna dan Lazio sama-sama memasuki era baru ketika musim Serie A dimulai. Namun, jika melihat kondisi terkini, laga di Stadio Renato Dall'Ara pada Senin menjadi ujian mental bagi dua tim yang belum sepenuhnya menemukan pijakan.

Bologna dan Lazio akan membuka perjalanan mereka di Serie A dengan situasi yang hampir serupa. Keduanya berganti pelatih, sama-sama mengalami perubahan komposisi skuad, dan datang ke laga perdana dengan sejumlah tanda tanya.

Bologna menunjuk Domenico Tedesco setelah kepergian Vincenzo Italiano. Sementara itu, Lazio mempercayakan kursi pelatih kepada Gennaro Gattuso setelah periode penuh gejolak yang berujung pada perpisahan dengan Maurizio Sarri.

Ironisnya, Gattuso bahkan belum sempat menikmati awal yang meyakinkan. Laga kompetitif pertamanya bersama Lazio berakhir mengecewakan setelah Biancocelesti tersingkir dari Coppa Italia oleh klub Serie B, Mantova.

Lazio dalam Tekanan Sejak Awal

Musim lalu Lazio hanya mampu finis di posisi kesembilan Serie A. Posisi tersebut membuat mereka harus memulai kiprah Coppa Italia lebih awal karena hanya delapan tim teratas yang memperoleh tiket langsung ke babak ketiga.

Ekspektasi sempat muncul setelah Lazio sebelumnya mencapai final Coppa Italia 2026. Namun, harapan melaju jauh justru runtuh secara prematur.

Mantova menjadi klub yang menghentikan langkah Lazio. Dua gol pada fase akhir pertandingan membuat Gattuso mengawali tugasnya dengan kekalahan menyakitkan. Pelatih asal Italia itu bahkan menggambarkan hasil tersebut seperti sebuah "pukulan di wajah".

Situasi di ibu kota Italia pun belum sepenuhnya kondusif. Boikot suporter masih berlangsung, sementara Gattuso harus membangun kembali tim setelah kepergian Sarri yang berlangsung dalam suasana penuh ketegangan.

Kondisi itu semakin terasa karena Lazio kembali tidak akan tampil di kompetisi Eropa. Ketika sejumlah rival, termasuk AS Roma, bersiap menghadapi persaingan kontinental, Lazio harus berkonsentrasi penuh pada kompetisi domestik untuk musim kedua secara beruntun.

Karena itu, pertandingan melawan Bologna menjadi lebih dari sekadar laga pembuka. Ini adalah kesempatan bagi Gattuso untuk segera mengembalikan kepercayaan diri tim.

Menariknya, Lazio memiliki kenangan positif dari kunjungan terakhir ke Dall'Ara. Mereka meraih kemenangan di sana pada Maret lalu berkat dua gol Kenneth Taylor. Namun, secara keseluruhan, Lazio justru kalah dalam dua dari tiga laga pembuka musim terakhir.

Bologna Juga Belum Stabil

Bologna tidak datang dengan modal yang jauh lebih meyakinkan. Rossoblu hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir mereka. Dalam periode tersebut, Bologna juga pernah kalah 1-2 dari Lazio pada empat tahun lalu. Tedesco kini ditugaskan menghentikan tren tersebut sekaligus memberikan awal baru kepada klub.

Tugas itu tidak mudah. Italiano meninggalkan Bologna setelah membawa klub meraih trofi Coppa Italia pada 2025, mencapai fase gugur Liga Europa, serta finis di posisi kedelapan Serie A musim lalu. Setelah Italiano memilih melanjutkan karier bersama Besiktas, Bologna menunjuk Tedesco, mantan pelatih Fenerbahce dan tim nasional Belgia.

Pergantian pelatih tersebut turut diikuti perubahan besar dalam skuad. Sejumlah pemain penting Bologna menjadi incaran klub-klub yang memiliki kekuatan finansial lebih besar. Namun, persoalan terbesar Tedesco justru ada di kandang sendiri.

Bologna mengumpulkan 12 poin lebih sedikit di Dall'Ara dibandingkan laga tandang sepanjang musim 2025-2026. Perbedaan tersebut menjadi yang terbesar di antara klub-klub dari lima liga top Eropa. Lebih buruk lagi, hanya Pisa dan Verona, dua klub yang terdegradasi, yang mencatat kekalahan kandang lebih banyak di Serie A dibandingkan Bologna.

Catatan itu membuat laga melawan Lazio menjadi ujian penting. Bologna harus mengubah Dall'Ara menjadi sumber poin jika ingin berkembang di bawah Tedesco. Apalagi, mereka menutup pramusim dengan kekalahan dari Brighton. Momentum positif jelas belum sepenuhnya terbentuk.

Performa Pramusim Bologna: Kalah-Imbang-Menang-Menang-Kalah-Kalah

Performa Lazio: Kalah

Berita Tim Bologna vs Lazio

Bologna kehilangan beberapa pemain penting, termasuk Jhon Lucumi dan Santiago Castro. Namun, Tedesco mendapatkan tambahan tenaga dari rekrutan anyar seperti Mikel Amondarain, Artem Dovbyk, dan Roberto Piccoli.

Dovbyk dan Piccoli berpeluang bersaing memperebutkan satu posisi penyerang utama setelah Castro meninggalkan klub. Jonathan Rowe dan Riccardo Orsolini kemungkinan menjadi pendukung dari sisi sayap.

Orsolini juga menjadi salah satu aset penting Bologna. Penyerang tersebut merupakan pencetak gol terbanyak klub musim lalu dan untuk empat musim Serie A secara beruntun mampu mencetak dua digit gol. Konsistensinya mendapat penghargaan berupa kontrak baru. Satu-satunya keraguan kebugaran Bologna saat ini adalah Nicolo Casale.

Di kubu Lazio, Gustav Isaksen, Patric, dan Danilo Cataldi berpotensi absen. Cataldi masih mengalami masalah pada pangkal paha.

Lazio juga mengalami perubahan besar di lini belakang. Mario Gila telah pindah ke AC Milan, sedangkan kiper utama Ivan Provedel bergabung dengan Inter.

Sebagai gantinya, sejumlah pemain baru seperti Davide Frattesi, Danilo Doekhi, dan Alfonso Pedraza berpeluang langsung masuk starting XI. Sementara itu, kemungkinan Josip Sutalo tampil bergantung pada penyelesaian proses transfernya.

Masalah lain Gattuso adalah produktivitas lini depan. Musim lalu, Isaksen dan pemain senior Pedro menjadi pencetak gol terbanyak Lazio di Serie A dengan hanya lima gol. Catatan tersebut menunjukkan betapa besar pekerjaan rumah Lazio di sektor serangan.

Petar Ratkov menjadi salah satu kandidat setelah mencetak enam gol sepanjang pramusim. Tijjani Noslin juga masuk persaingan, tetapi Boulaye Dia masih memiliki peluang besar setelah dipercaya sebagai starter ketika Lazio menghadapi Mantova.

Perkiraan Susunan Pemain

Bologna: Skorupski; Zortea, Vitik, Heggem, Miranda; Moro, Ferguson; Orsolini, Bernardeschi, Rowe; Dovbyk.

Lazio: Mandas; Marusic, Doekhi, Provstgaard, Pedraza; Frattesi, Rovella, Taylor; Cancellieri, Dia, Zaccagni.

Prediksi skor: Bologna 2-2 Lazio.

Bologna dan Lazio sama-sama belum memiliki alasan kuat untuk merasa percaya diri. Bologna menunjukkan performa pramusim yang tidak konsisten dan masih harus beradaptasi dengan pendekatan Tedesco.

Di sisi lain, Lazio bahkan sudah menerima pukulan keras sebelum Serie A dimulai setelah tersingkir dari Coppa Italia. Namun, situasi tersebut justru membuat pertandingan ini menarik.

Kedua pelatih memiliki alasan untuk membuktikan diri. Tedesco harus segera memperbaiki rekor Bologna di kandang, sedangkan Gattuso dituntut mengangkat Lazio dari periode penuh tekanan.

Bologna mungkin memiliki sedikit keuntungan karena bermain di Dall'Ara. Akan tetapi, perubahan besar pada kedua skuad membuat sulit menentukan tim yang benar-benar lebih siap.

Dengan kondisi tersebut, laga diperkirakan berlangsung terbuka dan ketat. Bologna memiliki potensi mencetak gol melalui Orsolini serta Dovbyk, sementara Lazio masih mempunyai kualitas untuk memberikan respons.

Hasil imbang tampaknya menjadi skenario paling masuk akal. Bukan karena kedua tim tidak memiliki ambisi, melainkan karena keduanya masih berada dalam tahap membangun kembali identitas setelah pergantian pelatih dan perubahan komposisi pemain. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Bologna vs Lazio Prediksi Bologna vs Lazio Prediksi Serie A Susunan pemain Bologna vs Lazio Berita Lazio terbaru