RADARBANYUWANGI.ID - Arsenal membuka misi mempertahankan gelar Premier League dengan ujian yang secara teori berada di bawah level mereka. The Gunners menjamu Coventry City di Emirates Stadium pada Jumat malam, dalam laga yang menjadi awal perjalanan panjang menuju ambisi kembali menguasai kompetisi kasta tertinggi Inggris.
Di atas kertas, perbedaan kualitas kedua tim cukup lebar. Arsenal datang sebagai juara bertahan sekaligus kandidat terkuat untuk kembali finis di puncak klasemen. Sebaliknya, Coventry baru kembali ke Premier League setelah lebih dari dua dekade meninggalkan panggung tersebut.
Namun, laga pembuka musim tidak selalu sesederhana hitung-hitungan di atas kertas. Arsenal harus membuktikan bahwa performa impresif mereka di Community Shield bukan sekadar pemanasan, sementara Coventry memiliki momentum promosi dan skuad baru yang bisa menghadirkan kejutan.
Arsenal Sudah Kirim Sinyal
Arsenal mengawali musim dengan modal meyakinkan. Pasukan Mikel Arteta tampil dominan saat menundukkan Manchester City 3-0 pada Community Shield akhir pekan lalu.
Kemenangan tersebut penting bukan hanya karena trofi, tetapi juga karena Arsenal langsung memberikan peringatan kepada salah satu rival utama mereka dalam perburuan gelar. Setelah musim lalu menjadi juara Premier League dengan koleksi 85 poin dan unggul tujuh angka atas Manchester City, Arsenal kini memasuki musim baru dengan ekspektasi yang semakin tinggi.
Karena itu, pertandingan melawan Coventry seharusnya menjadi kesempatan bagi Arsenal untuk membangun momentum. Kemenangan nyaman di laga pembuka akan menjadi fondasi penting sebelum mereka menghadapi Aston Villa dan Chelsea pada dua pertandingan berikutnya.
Arteta juga memperkuat skuad pada bursa transfer musim panas. Arsenal mendatangkan Bruno Guimaraes, Piero Hincapie, Christos Tzolis, dan Illan Meslier. Mereka juga masih berusaha merampungkan transfer bek Aston Villa sekaligus pemain internasional Inggris, Ezri Konsa.
Aktivitas transfer itu menunjukkan satu hal: Arsenal tidak ingin sekadar mempertahankan gelar. Mereka sedang membangun skuad yang lebih dalam untuk menghadapi persaingan panjang.
Coventry Datang dengan Status Juara Championship
Coventry bukan lawan yang boleh dipandang sebelah mata. Musim lalu, mereka menjuarai Championship dengan perolehan 95 poin, unggul 11 angka dari Ipswich Town yang finis di posisi kedua.
Promosi tersebut menjadi puncak kebangkitan luar biasa Coventry. The Sky Blues terakhir kali tampil di Premier League pada musim 2000–2001. Bahkan, pada musim 2017–2018, mereka masih berstatus klub League Two. Kini, Frank Lampard membawa Coventry kembali ke level tertinggi sepak bola Inggris.
Lampard juga bergerak agresif di bursa transfer. Delapan pemain baru didatangkan, dengan Caleb Yirenkyi menjadi salah satu perekrutan terbesar dari sisi nilai transfer. Empat pemain tim utama memang telah meninggalkan klub, tetapi kedalaman skuad Coventry justru terlihat semakin kuat.
Tiga hasil pramusim turut memberikan alasan untuk optimistis. Coventry bermain imbang 0-0 melawan Northampton Town, kemudian menang 3-1 atas Espanyol dan menaklukkan AS Monaco 2-0. Artinya, Arsenal tidak menghadapi tim promosi yang datang tanpa persiapan.
Rekor Pertemuan Masih Milik Arsenal
Arsenal dan Coventry telah bertemu 76 kali di berbagai kompetisi. Arsenal memiliki catatan yang jauh lebih superior dengan 43 kemenangan, sedangkan Coventry baru meraih 14 kemenangan. Sebanyak 19 pertemuan lainnya berakhir imbang.
Dominasi historis tersebut tentu menjadi modal psikologis bagi Arsenal. Namun, sejarah tidak bisa mencetak gol. Coventry kini datang dengan wajah berbeda setelah melakukan perombakan skuad dan melewati musim Championship yang sangat impresif.
Berita Tim Arsenal
Arteta masih harus mengambil keputusan terkait Declan Rice dan Bukayo Saka. Keduanya tampil dari bangku cadangan ketika Arsenal menghadapi Manchester City di Community Shield.
Saka diperkirakan kembali masuk starting XI. Sementara itu, Rice kemungkinan belum langsung dimainkan sejak menit awal demi memberinya waktu tambahan untuk mengembalikan kondisi fisik terbaik. Gelandang Inggris tersebut berpeluang kembali menjadi pemain pengganti.
Jika prediksi itu benar, Saka dapat menggantikan Noni Madueke. Kai Havertz diperkirakan tetap menjadi pilihan utama di posisi penyerang tengah. Arsenal dipastikan kehilangan William Saliba dan Jurrien Timber karena cedera.
Prediksi susunan pemain Arsenal: Raya; White, Mosquera, Gabriel, Calafiori; Lewis-Skelly, Guimaraes; Saka, Odegaard, Tzolis; Havertz.
Berita Tim Coventry City
Coventry juga menghadapi persoalan kebugaran pemain. Haji Wright dan Luke Woolfenden dipastikan absen karena cedera.
Sementara itu, Jack Rudoni dan Frank Onyeka masih menjalani tes kebugaran terakhir. Jika dinyatakan siap, Onyeka berpeluang langsung menjadi starter.
Coventry kemungkinan menurunkan sejumlah pemain anyar sejak awal pertandingan. Carl Rushworth, Caleb Yirenkyi, Loum Tchaouna, Aurele Amenda, dan Onyeka berpotensi menjalani debut kompetitif bersama klub.
Taiwo Awoniyi diperkirakan belum menjadi starter. Ellis Simms lebih berpeluang mengisi posisi penyerang tengah sejak menit pertama.
Prediksi susunan pemain Coventry City: Rushworth; Van Ewijk, Thomas, Amenda, Markelo; Onyeka, Grimes, Yirenkyi; Tchaouna, Simms, Thomas-Asante.
Prediksi skor: Arsenal 2-0 Coventry City
Coventry memiliki cukup banyak alasan untuk percaya diri. Mereka datang sebagai juara Championship, memiliki hasil pramusim positif, dan membawa energi besar setelah kembali ke Premier League. Tetapi menghadapi Arsenal di Emirates adalah ujian dengan level berbeda.
The Gunners kemungkinan tidak akan mendapatkan pertandingan mudah jika Coventry memilih bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik. Arsenal harus sabar dalam membongkar blok pertahanan lawan sekaligus menjaga transisi agar tidak memberikan ruang kepada pemain-pemain Coventry.
Kualitas individu dan kedalaman skuad Arsenal pada akhirnya diperkirakan menjadi pembeda. Dengan Saka kemungkinan kembali sebagai starter serta sejumlah pemain kreatif di lini depan, Arsenal memiliki cukup banyak senjata untuk memecah pertahanan tim tamu.
Arsenal diperkirakan mengawali perjuangan mempertahankan gelar dengan kemenangan. Coventry mungkin mampu membuat laga berjalan ketat dalam beberapa fase, tetapi sulit membayangkan mereka membawa pulang hasil positif dari Emirates. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi