Prediksi Udinese vs Como di Serie A 2026-2027: Duel Ketat, Berakhir Imbang?

Niklaas Andries • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 06:17 WIB
UJIAN PERDANA: Como akan bertandang ke markas Udinese di laga pembuka Serie A 2026-2027 (Como 1907)
UJIAN PERDANA: Como akan bertandang ke markas Udinese di laga pembuka Serie A 2026-2027 (Como 1907)

RADARBANYUWANGI.ID - Udinese dan Como membuka perjalanan mereka di Serie A 2026-2027 dengan situasi yang berbeda. Udinese datang dengan modal kemenangan di Coppa Italia, sedangkan Como membawa kepercayaan diri setelah mencatat pencapaian mengejutkan musim lalu.

Pertandingan di Friuli, Sabtu, menjadi ujian awal bagi ambisi besar Como. Klub yang enam tahun lalu masih berkutat di kasta ketiga Italia itu kini bersiap menjalani petualangan di Liga Champions. Sebuah lompatan yang menggambarkan betapa cepatnya proyek mereka berkembang.

Di sisi lain, Udinese tak ingin sekadar menjadi pelengkap. Di bawah kendali Kosta Runjaic, mereka perlahan membangun fondasi yang lebih stabil dan musim lalu menutup kompetisi di posisi ke-10.

Udinese Sudah Pemanasan di Coppa Italia

Udinese telah menjalani pertandingan kompetitif lebih dulu. Mereka menyingkirkan Padova pada babak awal Coppa Italia berkat gol Keinan Davis pada babak pertama.

Kemenangan tersebut penting bukan hanya karena memastikan tiket ke babak berikutnya, tetapi juga memberi Udinese ritme pertandingan sebelum membuka kompetisi Serie A.

Sebelum menghadapi Venezia pada putaran kedua Coppa Italia awal bulan depan, perhatian Udinese kini sepenuhnya tertuju pada Como.

Runjaic memasuki musim ketiganya sebagai pelatih. Perkembangan Udinese di bawahnya memang belum sampai level kandidat Eropa, tetapi arahnya cukup konsisten. Posisi ke-10 musim lalu menjadi bukti bahwa mereka semakin sulit ditaklukkan.

Bursa transfer musim panas membuat situasi sedikit lebih rumit. Udinese harus kehilangan beberapa pemain penting, termasuk Arthur Atta dan Thomas Kristensen. Namun, mereka juga mendapatkan tambahan tenaga untuk menjaga kedalaman skuad.

Performa pramusim memang sempat mengkhawatirkan. Udinese kalah dalam tiga dari empat pertandingan persahabatan pertama. Akan tetapi, mereka kemudian mengejutkan dengan mengalahkan Nottingham Forest dan Barcelona, masing-masing dengan skor 1-0 dalam laga berdurasi 45 menit.

Dua kemenangan tersebut mengantarkan Udinese menjuarai Friuli Venezia Giulia Cup. Ditambah kemenangan atas Padova, modal mereka menjelang laga perdana Serie A cukup menjanjikan.

Como Datang dengan Ekspektasi Berbeda

Como menjalani musim lalu dengan cara yang sulit dilupakan. Mereka mengungguli AC Milan dan Juventus dalam perebutan tiket Liga Champions dan mengamankan posisi keempat pada pekan terakhir.

Menariknya, Udinese sempat menjadi salah satu penghalang Como. Kedua tim bermain 0-0 pada awal April. Setelah itu, Como mengalami dua kekalahan beruntun yang membuat peluang mereka finis empat besar kembali berada di ujung tanduk.

Namun, skuad asuhan Cesc Fabregas menunjukkan mentalitas kuat. Empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir akhirnya membawa Como merebut tiket Liga Champions.

Perjalanan mereka bahkan nyaris lebih jauh di Coppa Italia. Como mencapai semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah klub sebelum kalah agregat 2-3 dari Inter Milan. Mereka tersingkir setelah kolaps pada menit-menit akhir leg kedua di San Siro.

Statistik lain memperlihatkan betapa seriusnya peningkatan Como. Sejak kembali ke Serie A dua tahun lalu, mereka menjadi salah satu klub paling agresif dalam belanja pemain.

Pada 2026, Como mengoleksi 44 poin di Serie A. Jumlah tersebut hanya kalah dari Inter Milan, sang juara bertahan.

Keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan oleh satu atau dua pemain. Nico Paz menjadi kreator utama, sementara Tasos Douvikas tampil sebagai mesin gol. Pertahanan mereka juga sangat solid dengan 19 nirbobol sepanjang Serie A 2025/2026, terbanyak di antara seluruh tim.

Kini tantangannya berbeda. Como bukan lagi tim promosi yang sekadar berusaha bertahan. Mereka datang sebagai peserta Liga Champions dengan ambisi besar dan dukungan finansial kuat dari pemilik klub. Tekanan pun otomatis meningkat.

Berita Tim dan Prediksi Susunan Pemain

Udinese relatif mempertahankan kerangka skuad. Namun, kepergian Atta dan Kristensen menjadi kehilangan yang harus segera ditutup.

Unai Gomez dan Mergim Vojvoda, yang didatangkan dari Como, berpeluang menjalani debut. Sebaliknya, Giorgi Chakvetadze masih mengalami cedera, Alessandro Zanoli belum pulih dari cedera ACL, sementara Christian Kabasele harus menjalani hukuman skorsing.

Davis kemungkinan kembali menjadi ujung tombak setelah mencetak 10 gol di Serie A musim lalu. Nicolo Zaniolo juga diperkirakan mendampinginya di lini depan.

Di kubu Como, Douvikas menjadi pemain yang patut mendapat perhatian utama. Penyerang Yunani itu mencetak 14 gol di Serie A musim lalu dan hanya kalah dari Lautaro Martinez dalam daftar pencetak gol terbanyak.

Martin Baturina juga berkembang menjadi pemain penting setelah mendapat kesempatan reguler pada paruh kedua musim lalu. Ia bahkan mencetak gol dalam pertandingan persahabatan melawan Arsenal.

Sementara itu, Nico Paz tetap menjadi pusat kreativitas Como. Dengan 18 kontribusi gol di kompetisi kasta tertinggi Italia musim lalu, pemain tersebut menjadi ancaman utama bagi pertahanan Udinese.

Trevoh Chalobah, Kaiki, dan Yan Couto juga berpeluang mendapatkan menit bermain. Fabregas memiliki hampir seluruh pemainnya dalam kondisi siap, dengan Jayden Addai menjadi satu-satunya pemain yang absen karena cedera ACL.

Prediksi Starting XI Udinese: Okoye; Bertola, Palma, Solet; Vojvoda, Ekkelenkamp, Karlstrom, Piotrowski, Kamara; Zaniolo, Davis.

Prediksi Starting XI Como: Butez; Couto, Chalobah, Ramon, Valle; Perrone, Da Cunha; Diao, Paz, Baturina; Douvikas.

Prediksi akhir: Udinese 1-1 Como.

Pertandingan ini berpotensi menjadi duel yang jauh lebih ketat daripada perbedaan ambisi kedua klub di atas kertas.

Udinese memiliki keuntungan karena bermain di kandang dan sudah merasakan atmosfer pertandingan kompetitif melalui Coppa Italia. Mereka juga memiliki pola permainan yang semakin matang di bawah Runjaic.

Como memang datang dengan kualitas individu dan momentum yang lebih besar. Namun, status baru sebagai tim papan atas sekaligus peserta Liga Champions membawa tantangan psikologis tersendiri.

Musim lalu, Como bisa bermain tanpa beban sebagai tim yang sedang mengejar sesuatu. Musim ini, mereka justru menjadi tim yang diburu.

Karena itu, pertandingan pembuka di Udine bisa menjadi tes penting bagi Fabregas. Como diprediksi mampu menciptakan sejumlah peluang melalui Paz, Baturina, dan Douvikas, tetapi Udinese memiliki cukup organisasi untuk meredam dominasi mereka.

Satu poin mungkin bukan hasil ideal bagi Como, tetapi cukup realistis untuk laga tandang pertama mereka pada musim ketika ekspektasi terhadap klub Lombardy itu melonjak tajam. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Serie a 2026-2027 Udinese vs Como prediksi Udinese vs Como como udinese