RADARBANYUWANGI.ID - Everton punya satu modal penting saat menjamu Crystal Palace pada pekan pembuka Premier League 2026–2027. Rekor pertemuan yang berpihak kepada The Toffees menjadi bekal ketika kedua tim bertemu di Hill Dickinson Stadium, Sabtu sore.
Everton mengawali musim dengan ambisi lebih besar setelah beberapa tahun berkutat di papan bawah. Sementara itu, Crystal Palace datang dengan status juara Liga Conference, tetapi juga membawa wajah baru di kursi pelatih setelah Pierre Sage menggantikan Oliver Glasner.
Pertemuan kedua tim musim lalu masih menyisakan cerita. Everton mampu membalikkan keadaan dan menang 2-1 di kandang pada Oktober 2025. Iliman Ndiaye dan Jack Grealish menjadi penentu kemenangan melalui dua gol pada fase akhir pertandingan.
Everton Ingin Putus Tren Buruk Laga Pembuka
David Moyes perlahan mengubah Everton menjadi tim yang lebih stabil sejak kembali menangani klub pada 2025. Ancaman degradasi berhasil dijauhkan, bahkan The Toffees sempat terlihat sebagai kandidat penghuni zona Eropa musim lalu.
Namun, momentum tersebut menguap pada penghujung kompetisi. Everton menutup musim dengan tujuh pertandingan tanpa kemenangan, tiga kali imbang dan empat kali kalah. Hasil itu membuat mereka kembali finis di posisi ke-13, sama seperti musim sebelumnya.
Moyes tentu tidak ingin masalah tersebut terbawa ke musim baru. Everton belum pernah menjalani delapan pertandingan liga beruntun tanpa kemenangan di bawah asuhannya. Catatan terburuk Moyes di Premier League terjadi ketika menangani Sunderland pada 2017 dengan 10 pertandingan tanpa kemenangan.
Persiapan pramusim Everton menghasilkan tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan. Lima pemain permanen juga sudah didatangkan pada bursa transfer musim panas.
Targetnya jelas: finis di papan atas untuk pertama kalinya dalam enam tahun sekaligus mengakhiri penantian sembilan tahun tanpa tampil di kompetisi Eropa.
Akan tetapi, ada satu kutukan yang harus segera dipatahkan. Everton kalah dalam empat pertandingan pembuka Premier League terakhir. Lebih buruk lagi, mereka tidak mencetak gol dalam seluruh kekalahan tersebut.
Di sisi lain, rekor menghadapi Palace memberikan suntikan kepercayaan diri. Everton tidak terkalahkan dalam 11 pertemuan terakhir di semua kompetisi. Dari sembilan pertandingan Premier League sejak Mei 2022, mereka mengoleksi 21 dari maksimal 27 poin.
Crystal Palace Datang dengan Status Juara Eropa
Crystal Palace menutup musim 2025–2026 dengan cara yang jauh lebih gemilang. Setelah melalui perjalanan yang tidak stabil di liga dan hanya finis di posisi ke-16, The Eagles menebusnya dengan mengangkat trofi Liga Conference.
Kemenangan 1-0 atas Rayo Vallecano pada final Mei lalu sekaligus menjadi pertandingan terakhir Oliver Glasner sebagai pelatih Palace.
Kini Pierre Sage mendapat tugas besar. Pelatih asal Prancis itu datang setelah membawa Lens meraih Coupe de France dan finis kedua di Ligue 1 musim lalu. Tantangannya bukan sekadar memperbaiki posisi Palace di liga, tetapi juga membuat mereka mampu berbicara lebih jauh di Liga Europa.
Pramusim Palace masih belum meyakinkan. Mereka meraih tiga kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan.
Sage juga harus menghadapi sejarah buruk pelatih baru Palace pada laga perdana Premier League. Dari 16 manajer sebelumnya yang memimpin Palace dalam pertandingan Premier League pertama mereka, hanya dua yang mampu menang.
Alan Pardew mengalahkan Tottenham Hotspur 2-1 pada 2015, sedangkan Glasner membawa Palace menang 3-0 atas Burnley pada 2024.
Rekor tandang melawan Everton juga tidak mendukung. Palace hanya menang sekali dalam 23 pertemuan terakhir melawan The Toffees di kasta tertinggi, dengan 10 kali imbang dan 12 kekalahan.
Kemenangan tersebut terjadi pada Desember 2021 dengan skor 3-1 di Selhurst Park. Untuk kemenangan terakhir di markas Everton, Palace harus kembali ke musim 2014–2015 ketika menang 3-2 di Goodison Park pada era Neil Warnock.
Namun, ada statistik yang membuat Palace tetap layak diperhitungkan. Mereka mengumpulkan 24 dari 45 poin tandang musim lalu, atau 53 persen dari total poin yang diraih. Persentase tersebut hanya kalah dari Tottenham dan Nottingham Forest.
Palace juga mencatat lima clean sheet dalam delapan pertandingan pembuka Premier League terakhir.
Berita Tim Everton
Everton belum dapat memainkan Christian Norgaard yang masih menjalani pemulihan dari masalah cedera yang tidak disebutkan secara spesifik.
James Garner juga absen akibat masalah pangkal paha, sedangkan Tim Iroegbunam masih mengalami cedera ringan.
Kondisi tersebut membuat Moyes berpeluang menempatkan Kiernan Dewsbury-Hall lebih dalam di lini tengah. Ia kemungkinan berduet dengan Hayden Hackney, pemain yang didatangkan seharga 16 juta poundsterling setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Championship 2025–2026 bersama Middlesbrough.
Brennan Johnson juga berpeluang menjalani debut sebagai starter. Ia datang dari Palace melalui pertukaran yang melibatkan Dwight McNeil. Johnson bisa menjadi bagian dari trio lini depan bersama Iliman Ndiaye dan Thierno Barry.
Di jantung pertahanan, Jarrad Branthwaite melewati pramusim tanpa masalah dan diperkirakan berduet dengan James Tarkowski. Jordan Pickford tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Perkiraan Susunan Pemain Everton: Pickford; O’Brien, Tarkowski, Branthwaite, Mykolenko; Hackney, Dewsbury-Hall; Johnson, Armstrong, Ndiaye; Barry.
Berita Tim Crystal Palace
Crystal Palace justru masih menunggu kepastian kondisi Dean Henderson. Kiper tersebut mengalami cedera pergelangan kaki ketika menghadapi Freiburg dalam laga persahabatan akhir pekan lalu. Jika Henderson tidak pulih tepat waktu, Walter Benitez siap mengambil alih posisi penjaga gawang.
Daniel Munoz juga berpeluang memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ia baru tampil 18 menit selama pramusim setelah membela Kolombia di Piala Dunia 2026.
Situasi tersebut membuka peluang bagi rekrutan baru Oscar Mingueza untuk mengisi posisi bek sayap kanan.
Sementara itu, Ismaila Sarr tetap diproyeksikan menjadi starter meski masa depannya sedang menjadi bahan spekulasi transfer. Penyerang tersebut merupakan pencetak gol terbanyak Palace musim lalu dengan 21 gol.
Sarr kemungkinan beroperasi bersama Yeremy Pino atau Dwight McNeil, serta Jorgen Strand Larsen di lini depan.
Perkiraan Susunan Pemain Crystal Palace: Henderson; Canvot, Richards, Riad; Mingueza, Kamada, Wharton, Mitchell; Pino, Sarr; Strand Larsen.
Prediksi skor: Everton 2-1 Crystal Palace.
Everton memiliki alasan kuat untuk percaya diri. Selain bermain di kandang, rekor panjang tanpa kekalahan melawan Palace menjadi keunggulan psikologis yang tidak bisa diabaikan.
Sebaliknya, Crystal Palace masih berada dalam fase transisi. Sage harus memasukkan gagasan taktiknya ke dalam tim yang baru saja berganti pelatih. Adaptasi tersebut berpotensi menjadi titik lemah pada pertandingan pertama musim baru.
Everton juga memiliki kebutuhan lebih besar untuk mengawali musim dengan kemenangan setelah empat laga pembuka sebelumnya selalu berakhir dengan kekalahan tanpa mencetak gol.
Jika mampu menjaga intensitas sejak awal dan memanfaatkan situasi transisi Palace, The Toffees berpeluang mengakhiri kutukan tersebut. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi