Tijjani Reijnders Tinggalkan Manchester City, Gabung Al-Qadsiah dengan Nilai Transfer Rp1 Triliun

Niklaas Andries • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:01 WIB
KONTRA LIMA TAHUN: Tijjani Reijnders tinggalkan Manchester City dan bergabung dengan AL Qadsiyah (Tijjani Reijnders)
KONTRA LIMA TAHUN: Tijjani Reijnders tinggalkan Manchester City dan bergabung dengan AL Qadsiyah (Tijjani Reijnders)

RADARBANYUWANGI.ID - Kebersamaan Tijjani Reijnders bersama Manchester City ternyata hanya berlangsung satu musim. Gelandang asal Belanda itu resmi meninggalkan klub Inggris tersebut untuk melanjutkan karier di Arab Saudi bersama Al-Qadsiah.

Transfer Reijnders ke Al-Qadsiah menjadi salah satu kepindahan menarik pada bursa transfer kali ini. Pemain berusia 28 tahun tersebut ditebus dengan nilai sekitar 61 juta euro atau setara lebih dari Rp1 triliun.

Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan harga yang dikeluarkan Manchester City ketika memboyong Reijnders dari AC Milan pada musim panas sebelumnya. Saat itu, City mengeluarkan sekitar 55 juta euro untuk mendapatkan tanda tangannya.

Kini, hanya setahun berselang, Reijnders kembali berganti klub. Ia telah menyepakati kontrak berdurasi lima tahun bersama Al-Qadsiah.

Al-Qadsiah Terus Memburu Nama Besar

Kedatangan Reijnders mempertegas ambisi Al-Qadsiah untuk membangun skuad yang mampu bersaing di papan atas sepak bola Arab Saudi. Klub tersebut menutup kompetisi musim lalu di posisi keempat.

Reijnders bukan satu-satunya nama besar yang menghuni skuad Al-Qadsiah. Ia akan bergabung dengan sejumlah pemain berpengalaman dari kompetisi Eropa, termasuk penyerang Italia Mateo Retegui, pemain internasional Meksiko Julian Quinones, serta mantan gelandang Porto, Otavio.

Ada pula Nacho Fernandez. Mantan kapten Real Madrid tersebut menjadi salah satu figur berpengalaman di lini belakang Al-Qadsiah.

Dengan tambahan Reijnders, kekuatan lini tengah Al-Qadsiah ikut terdongkrak. Kemampuan pemain Belanda itu dalam membawa bola, menghubungkan lini tengah dengan serangan, sekaligus menciptakan ancaman dari lini kedua membuatnya menjadi aset penting bagi tim yang kini ditangani Brendan Rodgers.

Dari Manchester City ke Arab Saudi

Kepindahan ini sekaligus menutup bab singkat Reijnders di Manchester City. Eks pemain AC Milan tersebut sebelumnya datang dengan ekspektasi besar setelah tampil impresif bersama klub Italia.

Namun, persaingan di skuad Manchester City membuat masa baktinya di Inggris tidak berlangsung panjang. Keputusan pindah ke Al-Qadsiah menunjukkan bahwa proyek sepak bola Arab Saudi masih menjadi magnet kuat bagi pemain-pemain berprofil tinggi.

Bagi Al-Qadsiah, transfer Reijnders bukan sekadar perekrutan nama besar. Usia dan karakter permainannya membuat sang gelandang berpotensi menjadi bagian penting dari proyek klub dalam beberapa musim ke depan.

Sementara bagi Reijnders, kontrak lima tahun memberikan kesempatan untuk menjadi salah satu pusat permainan Al-Qadsiah. Tantangannya kini berbeda: bukan lagi bersaing mendapatkan tempat di salah satu klub elite Inggris, melainkan membantu klub Arab Saudi tersebut naik level dan mengejar posisi yang lebih tinggi. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Al-Qadsiah transfer Reijnders tijjani reijnders liga arab saudi manchester city