Ligue 1+ Hadir dengan Wajah Baru, Multiplex Sabtu Malam Kembali

Niklaas Andries • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:35 WIB
ERA BARU: Ligue 1 akan punya hal baru di musim 2026-2027 (Ligue 1)
ERA BARU: Ligue 1 akan punya hal baru di musim 2026-2027 (Ligue 1)

RADARBANYUWANGI.ID - Kompetisi Ligue 1 2026-2027 belum dimulai, tetapi Ligue1+ sudah menyiapkan panggung yang lebih besar. Dua hari menjelang sepak mula musim baru, Liga Sepak Bola Profesional Prancis (LFP) memperkenalkan program siaran terbaru dengan janji yang cukup ambisius, bukan sekadar menayangkan pertandingan, melainkan menjadikan Ligue1+ sebagai rumah utama bagi pencinta sepak bola Prancis.

Musim kedua Ligue1+ membawa sejumlah perubahan penting. Platform tersebut akan menayangkan sembilan pertandingan setiap pekan secara langsung dan penuh, termasuk satu laga tambahan yang sebelumnya tidak masuk dalam paket utama. Total, hampir 600 pertandingan bakal hadir sepanjang musim dalam 40 akhir pekan pertandingan.

Perubahan itu menunjukkan arah yang semakin jelas. LFP tidak ingin Ligue1+ berhenti sebagai layanan streaming pertandingan.

Platform ini sedang dibentuk menjadi ekosistem hiburan sepak bola yang menggabungkan pertandingan, analisis, program majalah, konten eksklusif, hingga cerita di balik kehidupan klub.

Bagi penonton, tambahan satu pertandingan setiap pekan mungkin terlihat sederhana. Namun, secara bisnis dan editorial, langkah tersebut cukup signifikan. Ada 34 pertandingan tambahan dalam semusim, sekaligus meningkatkan jumlah laga yang tersedia sekitar 30 persen.

Multiplex Sabtu Malam Kembali

Salah satu kejutan terbesar musim 2026-2027 adalah kembalinya multiplex Sabtu malam. Format yang pernah menjadi bagian ikonik dari sepak bola Prancis itu kembali dihidupkan dengan pendekatan yang lebih modern dan interaktif.

Program tersebut dirancang untuk membawa penonton berkeliling dari satu stadion ke stadion lain. Hingga empat pertandingan dapat dipantau secara bersamaan, sementara tim presenter akan menghadirkan perkembangan skor, momen penting, reaksi pemain, hingga suasana dari tribun.

Konsepnya jelas: penonton tidak hanya duduk menunggu pertandingan selesai, tetapi diajak merasakan atmosfer seluruh kompetisi dalam satu tayangan.

Ligue1+ juga ingin membuat multiplex tersebut lebih cair. Sejumlah figur dari luar sepak bola bakal dihadirkan sebagai tamu. Komedian Hakim Jemili dan Nordine Ganso termasuk nama yang telah disiapkan untuk memberikan sentuhan hiburan pada malam pertandingan.

Strategi itu memperlihatkan upaya LFP memperluas pasar. Sepak bola tetap menjadi pusat perhatian, tetapi kemasannya dibuat lebih dekat dengan karakter program hiburan televisi modern.

Wajah Baru di Balik Layar Ligue1+

Untuk menopang ambisi tersebut, Ligue1+ memperbarui komposisi konsultan dan tim editorialnya. Xavier Domergue, Benoît Cheyrou, Guillaume Hoarau, Swann Borsellino, Lesly Boitrelle, dan Smaïl Bouabdellah menjadi bagian dari jajaran yang memperkuat program musim baru.

Mereka didukung deretan mantan pemain dan pengamat sepak bola, seperti Adil Rami, Jérémy Clément, Clément Grenier, Benjamin Nivet, Johan Djourou, Souleymane Diawara, Pierre Bouby, Felipe Saad, Charlotte Lorgeré, dan François Clerc.

Sementara itu, lini presenter dan jurnalis diisi Thibaut Giangrande, David Aiello, Sébastien Dupuis, Félix Rouah, Alicia Dauby, Hamza Rahmani, Vincent Petitpez, serta Timothée Maymon.

Tidak berhenti di sana, Ligue1+ juga mendatangkan empat konsultan baru: Abou Diaby, Philippe Mexès, Johan Micoud, dan Pierrick Capelle.

Kehadiran mereka bukan sekadar menambah jumlah nama besar. Pengalaman sebagai mantan pemain diharapkan memberi perspektif yang lebih tajam terhadap pertandingan, terutama dalam membaca detail taktik, keputusan pemain, serta dinamika yang sering luput dari tayangan biasa.

Bukan Lagi Sekadar Kanal Pertandingan

LFP tampaknya memahami satu hal penting dalam persaingan industri streaming: pertandingan saja tidak selalu cukup untuk mempertahankan penonton.

Karena itu, Ligue1+ memperluas sajian dengan program analisis, majalah olahraga, konten imersif, dan berbagai program yang mengikuti kehidupan klub. Platform tersebut juga mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah klub untuk memproduksi serial orisinal. Beberapa proyek bahkan disebut sudah berada pada tahap cukup matang untuk direalisasikan.

Perubahan lain datang dari strategi media sosial. Konten yang diproduksi Ligue1+ tidak lagi akan langsung dihapus setelah beberapa hari. Dengan demikian, video dan materi editorial dapat bertahan lebih lama serta berpotensi terus mendapatkan penonton setelah momen pertandingan berlalu.

Langkah ini penting di tengah kebiasaan konsumsi konten yang semakin berubah. Penonton kini tidak selalu menyaksikan sebuah program ketika ditayangkan. Banyak di antara mereka justru menemukan kembali potongan pertandingan atau analisis melalui media sosial beberapa hari kemudian.

MPP dan MPG Jadi Bagian Lebih Besar

Ligue1+ juga akan semakin mengintegrasikan permainan MPP dan MPG ke dalam paket layanannya. Kehadiran elemen permainan membuat platform ini bergerak lebih jauh dari konsep penyiaran konvensional.

Penonton tidak hanya menjadi konsumen pertandingan, tetapi juga dapat terlibat secara langsung melalui pengalaman digital yang berkaitan dengan kompetisi. Pada akhirnya, inilah pertaruhan terbesar Ligue1+ untuk musim 2026-2027.

LFP sedang berusaha membangun satu ekosistem yang membuat penggemar tetap berada di dalam platform, baik ketika pertandingan berlangsung maupun ketika tidak ada bola yang bergulir.

Dengan sembilan pertandingan setiap pekan, hampir 600 laga sepanjang musim, kembalinya multiplex Sabtu malam, tambahan konsultan ternama, serta ekspansi konten hiburan dan digital, Ligue1+ memasuki musim baru dengan ambisi yang jauh lebih besar.

Jika strategi tersebut berhasil, Ligue1+ bukan lagi sekadar tempat menonton Ligue 1 Prancis. Platform ini berpotensi menjadi pusat pengalaman sepak bola Prancis dalam satu layanan. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Ligue1+ 2026-2027 Ligue 1 Prancis multiplex Sabtu malam lfp ligue 1