RADARBANYUWANGI.ID - Mikel Arteta tidak lagi sekadar berbicara tentang trofi. Manajer Arsenal itu memasang target yang jauh lebih besar: membawa The Gunners menjadi klub terbaik di dunia.
Ambisi tersebut akan mulai diuji ketika Arsenal membuka perjalanan mereka di Premier League 2026-2027 dengan menghadapi Coventry City di Emirates Stadium, Jumat.
Target Arteta terdengar besar, tetapi perjalanan Arsenal dalam beberapa musim terakhir memang membuat ambisi tersebut tidak lagi terasa seperti angan-angan.
Arsenal telah kembali menjadi kekuatan utama di Inggris dan musim lalu mampu melangkah hingga final Liga Champions sebelum kalah dari Paris Saint-Germain melalui adu penalti. Kini tantangannya adalah mengubah konsistensi menjadi dominasi.
Arteta menyadari bahwa status klub terbaik dunia tidak bisa dibangun hanya dengan membeli pemain bintang. Arsenal membutuhkan kombinasi fasilitas kelas dunia, stadion, dukungan suporter, serta skuad yang mampu menentukan pertandingan pada momen-momen penting.
“Itulah ambisi klub dan pemilik untuk menjadi klub terbaik di dunia,” kata Arteta.
Menurut Arteta, Arsenal harus memiliki pemain-pemain terbaik yang bisa memberikan perbedaan ketika pertandingan memasuki fase krusial. Karena itu, pembangunan skuad bukan sekadar persoalan menambah jumlah pemain, melainkan mencari kualitas yang benar-benar mampu mengangkat level tim.
“Kami mencoba membangun itu dengan pemain yang ada sekarang dan pemain yang ingin kami datangkan untuk membuat perbedaan bagi Arsenal,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran jelas mengenai arah Arsenal. Arteta tidak puas hanya dengan menjadi penantang gelar. Ia ingin membangun sebuah era.
Coventry Bukan Sekadar Lawan Pembuka
Laga melawan Coventry menjadi penting karena Arsenal mempunyai kesempatan mengirim pesan sejak pekan pertama Premier League.
Modalnya cukup meyakinkan. Arsenal baru saja menundukkan Manchester City 3-0 dalam Community Shield. Kemenangan tersebut bukan hanya soal trofi pembuka musim, tetapi juga memperlihatkan kesiapan Arsenal menghadapi persaingan papan atas.
Jika mampu kembali menang dengan penampilan dominan melawan Coventry, Arsenal akan semakin mempertegas status sebagai salah satu kandidat terkuat juara.
Namun, justru di pertandingan seperti inilah konsistensi Arsenal akan diuji. Coventry datang sebagai tim promosi yang secara kualitas berada di bawah Arsenal, tetapi pertandingan pembuka musim sering menghadirkan persoalan berbeda. Intensitas, kebugaran, dan kemampuan membongkar pertahanan rapat bisa menjadi ujian tersendiri bagi tuan rumah.
Arsenal juga harus menghadapi persoalan cedera. William Saliba dan Jurrien Timber disebut masuk dalam daftar pemain yang kondisinya perlu diperhatikan. Arteta membutuhkan kedalaman skuad agar masalah kebugaran tidak mengganggu target jangka panjang.
Apalagi musim 2026-2027 bisa menjadi momentum yang sangat penting.
Kepergian Pep Guardiola dari Manchester City membuka ruang persaingan baru di Premier League. Chelsea, Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Manchester United juga masih berada dalam fase membangun fondasi bersama pelatih yang relatif baru. Situasi itu memberikan keuntungan strategis bagi Arsenal.
Jika mampu memulai musim dengan konsisten dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin, Arsenal berpeluang menciptakan jarak dengan para pesaing sebelum mereka menemukan bentuk permainan terbaik.
Arteta Membutuhkan Trofi Lebih Banyak
Arteta telah menangani Arsenal sejak Desember 2019. Dalam periode tersebut, ia sudah mempersembahkan Piala FA dan gelar Premier League.
Namun, untuk mencapai ambisi menjadikan Arsenal klub terbaik dunia, pencapaian tersebut jelas belum cukup.
Ukuran sebuah klub elite bukan hanya ditentukan oleh kualitas permainan, tetapi juga kemampuan memenangkan trofi secara konsisten. Arsenal harus mampu mempertahankan persaingan di Premier League sekaligus meningkatkan performa di Liga Champions.
Kegagalan di final Liga Champions musim lalu menjadi pengalaman penting. Arsenal sudah menunjukkan bahwa mereka mampu mencapai panggung terbesar Eropa. Langkah berikutnya adalah memenangkan pertandingan terakhir. Di titik inilah musim baru menjadi sangat menentukan bagi Arteta.
Bursa Transfer Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Ambisi besar membutuhkan skuad yang sepadan. Arsenal masih diyakini membutuhkan tambahan pemain sebelum bursa transfer ditutup pada 1 September.
Lini belakang sebenarnya sudah memiliki kedalaman yang cukup. Karena itu, perhatian utama Arsenal semestinya diarahkan kepada sektor serangan.
Arsenal membutuhkan pemain ofensif yang bukan hanya mampu mencetak gol, tetapi juga bisa mengubah arah pertandingan ketika skema utama tidak berjalan.
Nama-nama besar terus dikaitkan dengan Arsenal, tetapi klub perlu berhati-hati agar aktivitas transfer tidak sekadar menghasilkan pemain mahal. Rekrutan anyar harus sesuai dengan kebutuhan taktik Arteta dan mampu bersaing sejak awal.
Jika peluang mendatangkan pemain seperti Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain benar-benar terbuka, Arsenal tentu patut mempertimbangkannya. Namun, opsi yang lebih realistis juga harus disiapkan, termasuk striker Galatasaray, Victor O...
Potongan informasi tersebut menunjukkan satu hal: proyek Arsenal belum selesai.
Arteta telah membangun fondasi yang kuat. Kini ia berada pada fase paling sulit, yakni mempertahankan standar tinggi sekaligus meningkatkan kualitas tim. Arsenal tidak lagi sekadar mengejar status sebagai penantang Manchester City atau Liverpool.
Mereka ingin menjadi standar baru.
Pertandingan melawan Coventry karena itu memiliki makna lebih besar daripada sekadar tiga poin pertama. Emirates akan menjadi panggung pertama untuk melihat apakah Arsenal benar-benar siap mengawali era yang diimpikan Arteta.
Jika targetnya adalah menjadi klub terbaik dunia, perjalanan panjang itu harus dimulai dengan kemenangan. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi