RADARBANYUWANGI.ID - Benfica punya satu modal yang sulit diabaikan menjelang leg pertama playoff Liga Europa. Estadio da Luz telah berubah menjadi panggung tempat mereka berkali-kali menunjukkan ketajaman. Aarhus datang dengan masalah sebaliknya: performa yang belum stabil dan lini belakang yang sedang mudah ditembus.
Duel Benfica vs Aarhus dijadwalkan berlangsung di Estadio da Luz pada Kamis. Bagi tuan rumah, pertandingan ini bukan sekadar laga pembuka babak playoff. Kemenangan dengan margin meyakinkan akan menjadi jalan paling logis untuk mengamankan tiket ke fase utama Liga Europa sebelum leg kedua dimainkan.
Benfica sebelumnya melewati dua babak kualifikasi dengan performa kandang yang mengesankan. St. Gallen dihantam 5-0 setelah Benfica kalah 1-2 pada leg pertama. Setelah itu, Hearts juga menjadi korban dengan kekalahan telak 1-6 pada pertemuan pertama sebelum Benfica memastikan kelolosan melalui hasil imbang 1-1 di Skotlandia.
Momentum tersebut kembali terangkat pada awal pekan. Benfica menghancurkan Casa Pia dengan skor 7-0 dalam pertandingan liga. Vangelis Pavlidis menjadi aktor utama lewat hat-trick yang sekaligus menegaskan bahwa lini depan Benfica sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi. Kondisi itu menjadi ancaman serius bagi Aarhus.
Benfica Mulai Menemukan Ritmenya
Musim pertama Marco Silva sebagai pelatih Benfica memang belum sepenuhnya mulus. Kekalahan 1-2 dari St. Gallen pada pertandingan kompetitif pertamanya sempat menjadi alarm. Namun, respons Benfica justru menunjukkan kualitas yang berbeda.
Setelah tersandung, mereka langsung bangkit dengan kemenangan besar. Pola itu kembali terlihat ketika hasil imbang 2-2 melawan Academico de Viseu pada pekan pembuka liga segera dibalas dengan kemenangan besar atas Casa Pia.
Bagi Benfica, pertandingan melawan Aarhus datang pada waktu yang tepat. Mereka tidak hanya memiliki keunggulan kualitas individu, tetapi juga sedang membangun momentum.
Pavlidis menjadi pemain yang paling patut diperhatikan. Penyerang tersebut mencetak tiga gol pada pertandingan terakhir dan diperkirakan kembali menjadi ujung tombak. Rafa Silva juga sedang berada dalam periode produktif setelah mencetak gol dalam lima dari tujuh penampilan terakhirnya sebagai starter.
Gianluca Prestianni pun layak menjadi perhatian. Golnya ke gawang Casa Pia merupakan gol ketiganya dalam empat pertandingan terakhir. Sementara itu, Georgiy Sudakov berpeluang kembali mengisi peran nomor 10 untuk menghubungkan lini tengah dan serangan.
Dengan komposisi tersebut, Benfica kemungkinan akan berusaha mengontrol pertandingan sejak menit awal. Mereka tidak punya alasan untuk bermain terlalu berhati-hati di kandang sendiri.
Aarhus Datang dengan Beban Berat
Jika Benfica sedang menanjak, situasi Aarhus justru berlawanan. Klub Denmark tersebut sebenarnya datang dengan status sebagai juara liga untuk pertama kalinya setelah penantian panjang selama 40 tahun. Keberhasilan itu mengakhiri penantian sejak gelar terakhir mereka pada 1986.
Musim ini bahkan menjadi sejarah tersendiri karena Aarhus untuk kali pertama tampil di Liga Champions. Sayangnya, perjalanan mereka di kompetisi elite Eropa tidak berjalan sesuai harapan.
Aarhus sempat membuat kebangkitan luar biasa ketika membalikkan defisit tiga gol pada leg pertama melawan Lech Poznan di babak kualifikasi kedua Liga Champions dan kemudian lolos melalui adu penalti. Namun, langkah mereka terhenti di babak berikutnya.
Setelah menang 2-1 atas Sabah Baku pada leg pertama, Aarhus justru dihantam 0-4 dalam pertandingan kedua. Kekalahan tersebut membuat mereka terlempar ke Liga Europa.
Masalah belum berhenti di sana. Aarhus kemudian kalah 1-2 dari Viborg pada pertandingan liga terakhir. Hasil itu membuat mereka belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan awal Superliga musim ini.
Catatan tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan karena mereka juga kalah dalam tiga dari empat pertemuan terakhir melawan Benfica.
Kabar Skuad Benfica dan Aarhus
Benfica tidak mendapat masalah cedera baru setelah kemenangan besar atas Casa Pia. Kapten Fredrik Aursnes masih diragukan tampil karena cedera yang membuatnya absen sejak awal musim.
Pavlidis dan Rafa Silva ditarik sekitar menit ke-60 dalam pertandingan terakhir. Keputusan tersebut mengindikasikan Marco Silva sudah mengatur beban kedua pemain agar tetap segar untuk pertandingan Eropa.
Pavlidis kemungkinan tetap memimpin lini depan, sementara Prestianni berpeluang mempertahankan tempatnya.
Di kubu Aarhus, Frederik Tingager diperkirakan kembali absen setelah mengalami cedera kaki dalam pertandingan Eropa sebelumnya.
Kevin Yakob dan Nicolai Poulsen juga belum tersedia. Keduanya masih menjalani pemulihan panjang akibat cedera lutut dan tendon Achilles.
Perkiraan Susunan Pemain
Benfica: Soares; Bah, Araujo, Lenglet, Dahl; Barreiro, Barrenechea; Silva, Sudakov, Prestianni; Pavlidis.
Aarhus: Hedenstad; Rosler, Storch, Kahl; Anderson, Knudsen, Jonsson, Emmery; Bech, Bogere, Arnstad.
Prediksi skor: Benfica 4-0 Aarhus.
Benfica berada di posisi yang jauh lebih menguntungkan. Mereka memiliki pengalaman Eropa lebih besar, kualitas pemain yang lebih merata, serta keuntungan bermain di Estadio da Luz.
Lebih penting lagi, lini depan Benfica sedang panas.
Kemenangan 7-0 atas Casa Pia menunjukkan bahwa Benfica tidak hanya mampu menciptakan peluang, tetapi juga mengonversinya dengan efisien. Jika Pavlidis, Rafa Silva, dan Prestianni kembali menemukan ruang di sepertiga akhir lapangan, Aarhus berpotensi menghadapi malam yang panjang.
Sebaliknya, masalah pertahanan Aarhus menjadi titik yang paling mungkin dieksploitasi. Kekalahan 0-4 dari Sabah Baku menjadi gambaran bahwa mereka dapat kesulitan ketika menghadapi tekanan ofensif secara konsisten.
Karena itu, Benfica diprediksi tidak sekadar menang. Mereka berpeluang menciptakan keunggulan besar yang membuat leg kedua berubah menjadi formalitas. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi