RADARBANYUWANGI.ID — Pertarungan dua juara liga domestik akan tersaji di Stadion Tehelne Pole pada leg pertama playoff Liga Champions. Slovan Bratislava datang dengan modal impresif, sementara Celje mencoba menciptakan kejutan demi menorehkan sejarah baru bagi sepak bola Slovenia.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan kemenangan. Satu langkah lagi memisahkan kedua klub dari fase liga kompetisi elite Eropa. Bagi Slovan, peluang tersebut terasa semakin terbuka setelah mereka tampil konsisten sejak awal musim dan memiliki sosok Yaya Toure di kursi pelatih.
Toure, yang pernah mengangkat trofi Liga Champions pada 2009 bersama Barcelona, menjalani awal karier kepelatihan senior yang menjanjikan bersama Slovan.
Dari tujuh pertandingan pertamanya, mantan gelandang Barcelona dan Manchester City itu membawa tim meraih enam kemenangan dan satu hasil imbang. Rangkaian tersebut menjadi alasan kuat mengapa Slovan lebih diunggulkan dalam duel ini.
Slovan Bratislava sedang dalam momentum terbaik
Slovan harus melewati Iberia Tbilisi pada babak kualifikasi kedua sebelum menyingkirkan juara Swedia yang mengejutkan, Mjallby, pada putaran ketiga. Mereka juga belum kehilangan poin di tiga pertandingan awal kompetisi domestik.
Kemenangan telak 5-0 atas Ruzomberok pada Sabtu lalu semakin mempertegas ketajaman tim berjuluk Sky Blues tersebut. Slovan kini berada di puncak klasemen Slovak Super Liga sebagai satu-satunya tim yang masih mencatat rekor sempurna.
Menariknya, Slovan kembali berhadapan dengan Celje. Kedua tim pernah bertemu pada kualifikasi Liga Champions dua tahun lalu. Kala itu, Slovan menang agregat 6-1.
Celje sempat menjaga asa setelah bermain imbang pada leg pertama. Namun, harapan tersebut runtuh ketika Slovan menghantam mereka lima gol pada pertandingan berikutnya.
Kondisi terkini membuat Slovan kembali memiliki alasan untuk percaya diri. Mereka bukan hanya unggul dari sisi pengalaman, tetapi juga sedang menikmati performa yang sangat stabil.
Celje datang dengan semangat membuat sejarah
Celje tidak boleh dipandang sebelah mata. Klub Slovenia itu baru saja menjuarai PrvaLiga dan sedang menjalani perjalanan terjauh mereka di kualifikasi Liga Champions.
Pada babak kedua, Celje menyingkirkan Egnatia melalui adu penalti. Mereka kemudian melewati Ararat-Armenia dengan kemenangan dramatis 3-2.
Celje bahkan sempat berada di ujung kegagalan pada leg kedua melawan Ararat-Armenia. Namun, kebangkitan pada menit-menit akhir membuat mereka tetap bertahan. Benjamin Verbic menjadi pahlawan setelah mencetak gol yang memastikan tiket ke playoff.
Jika berhasil melewati Slovan, Celje akan menjadi klub Slovenia kedua setelah Maribor yang mampu mencapai fase utama Liga Champions.
Setidaknya, mereka sudah mengamankan jaminan bermain di kompetisi Eropa. Jika tersingkir di playoff Liga Champions, Celje akan turun ke Liga Europa. Itu tetap menjadi pencapaian penting karena mereka sebelumnya hanya tampil di Conference League dalam dua musim terakhir.
Modal lain datang dari kompetisi domestik. Celje mengalahkan Nafta Lendava pada Sabtu dan membukukan kemenangan ketiga secara beruntun.
Adu ketajaman Kvesic dan Barseghyan
Slovan kemungkinan melakukan perubahan dibandingkan pertandingan liga terakhir. Toure memang melakukan rotasi pada akhir pekan, sebuah indikasi bahwa fokus utama mereka adalah playoff Liga Champions.
Mykola Kukharevych dan Rahim Ibrahim diperkirakan kembali ke starting XI setelah diistirahatkan. Samuel Kozlovsky, Alexej Maros, serta Daiki Matsuoka juga mencetak gol perdana mereka untuk Slovan pada akhir pekan dan berpeluang kembali tampil.
Namun, Slovan kehilangan Andraz Sporar karena cedera. Penyerang Slovenia itu tidak dapat menghadapi rekan senegaranya.
Tigran Barseghyan menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan. Winger Armenia tersebut fit dan memiliki kenangan khusus ketika menghadapi Celje karena pernah mencetak gol penutup dalam pertemuan kedua tim dua tahun lalu.
Di kubu Celje, Mario Kvesic menjadi ancaman utama. Ia sudah mencetak empat gol dalam empat pertandingan kualifikasi sehingga ketajamannya akan menjadi senjata penting tim tamu.
Verbic juga akan menjadi pemain kunci. Pengalaman sang winger bisa membantu Celje menghadapi tekanan pertandingan besar. Armandas Kucys diperkirakan menjadi ujung tombak, meski Matej Poplatnik juga memiliki peluang tampil sejak awal.
Yaya Dukuly turut masuk dalam persaingan setelah mencetak gol ketika Celje menghadapi Nafta Lendava dan sebelumnya menjadi penentu penting saat melawan Ararat-Armenia.
Perkiraan susunan pemain
Slovan Bratislava: Takac; Blackman, Bajric, Wimmer, Cruz; Ibrahim, Pokorny, Matsuoka; Maros, Kukharevych, Barseghyan.
Celje: Leban; Sirvys, Hrka, Tutyskinias, Koutris; Seslar, Daniel, Zabukovnik, Kvesic, Verbic; Kucys.
Slovan punya keunggulan dari semua sisi
Di atas kertas, Slovan memiliki modal lebih lengkap. Mereka bermain di kandang, sedang dalam tren positif, memiliki pengalaman lebih besar di kompetisi Eropa, serta kini dipimpin pelatih yang memahami atmosfer Liga Champions.
Kehadiran Toure juga memberikan dimensi baru. Sebagai mantan pemain kelas dunia, ia memiliki pengalaman menghadapi pertandingan besar dan tekanan kompetisi Eropa. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam keputusan taktik sebagai pelatih.
Celje kemungkinan tidak akan bermain terbuka sejak awal. Strategi paling masuk akal bagi tim tamu adalah menjaga struktur pertahanan, mempersempit ruang antarlini, lalu mengandalkan transisi cepat melalui Kvesic, Verbic, dan Dukuly.
Masalahnya, jika Slovan mampu mencetak gol lebih dahulu, Celje berpotensi dipaksa meninggalkan pendekatan konservatif. Situasi itu justru bisa membuka ruang bagi lini serang tuan rumah.
Dengan leg kedua masih menanti, Slovan juga tidak perlu mengejar kemenangan secara membabi buta. Mereka cukup mengontrol pertandingan, menciptakan keunggulan, lalu menjaga margin sebelum bertandang ke Slovenia.
Prediksi Skor: Slovan Bratislava 3-1 Celje.
Momentum, kedalaman skuad, pengalaman, dan keuntungan bermain di kandang membuat Slovan Bratislava berada dalam posisi yang lebih kuat.
Celje memang memiliki keberanian dan pengalaman baru di kancah Eropa, tetapi menghadapi Slovan dalam kondisi seperti sekarang merupakan ujian yang jauh lebih berat.
Slovan diperkirakan mampu mengamankan kemenangan pada leg pertama, tetapi Celje masih berpeluang menjaga persaingan tetap hidup menjelang leg kedua. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi