RADARBANYUWANGI.ID - NEC Nijmegen vs Bodo/Glimt menjadi duel menarik dalam leg pertama playoff Liga Champions 2026-2027. NEC Nijmegen mendapat keuntungan bermain di kandang, tetapi Bodo/Glimt datang dengan pengalaman Eropa yang jauh lebih matang dan sedang berada dalam tren impresif.
Pertandingan ini akan berlangsung di Goffertstadion, Nijmegen, Rabu. Kedua tim sama-sama harus melewati babak kualifikasi sebelumnya dengan perjuangan panjang. Namun, konteks pertandingan kali ini berbeda: hanya satu langkah lagi yang memisahkan mereka dari fase liga kompetisi elite Eropa.
Bagi NEC, laga tersebut menjadi momen bersejarah. Klub Belanda itu untuk pertama kalinya berusaha menembus fase utama Liga Champions setelah mengejutkan banyak pihak dengan finis di posisi ketiga Eredivisie musim lalu.
Sebaliknya, Bodo/Glimt datang bukan sekadar membawa status sebagai tim Norwegia. Mereka telah membangun reputasi sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya di kompetisi Eropa dalam beberapa musim terakhir.
NEC Berbekal Kejutan dari Eredivisie
NEC menjalani perjalanan yang cukup unik menuju playoff. Musim lalu, mereka secara mengejutkan finis di peringkat ketiga Eredivisie dan memperoleh kesempatan tampil di kualifikasi Liga Champions.
Ini merupakan penampilan pertama NEC di Liga Champions sekaligus partisipasi kelima mereka di kompetisi UEFA. Sebelumnya, klub Nijmegen tersebut terakhir kali tampil di pentas Eropa pada 2009.
Pasukan Dick Schreuder menunjukkan mentalitas pantang menyerah ketika menghadapi Olympiacos pada babak sebelumnya. Setelah bermain imbang tanpa gol di Yunani, NEC akhirnya menang 2-1 pada leg kedua.
Drama bahkan berlangsung hingga masa tambahan waktu. Gol Kaj Sierhuis pada menit ke-94 sempat dianggap sebagai penentu kemenangan sebelum dianulir karena offside. Lima menit setelah pertandingan memasuki perpanjangan waktu, Emre Mor muncul sebagai pembeda.
Hasil tersebut setidaknya sudah memastikan NEC mendapatkan tiket ke Liga Europa apabila gagal melewati Bodo/Glimt. Namun, tentu saja, target mereka jauh lebih tinggi.
Momentum NEC juga membaik di kompetisi domestik. Setelah kalah dari Telstar pada pertandingan pembuka Eredivisie, mereka bangkit dengan kemenangan telak 4-1 atas Willem II.
Pertandingan liga NEC pekan ini bahkan ditunda agar mereka dapat berkonsentrasi penuh menghadapi playoff Liga Champions. Dukungan publik Goffertstadion pun diharapkan menjadi faktor penting.
Bodo/Glimt Punya Pengalaman yang Berbicara
Jika NEC baru merasakan atmosfer Liga Champions, Bodo/Glimt sudah terbiasa berada di panggung tersebut. Ini merupakan kampanye Liga Champions kelima bagi klub Norwegia itu sejak 2021. Dalam lima tahun terakhir, Bodo/Glimt juga selalu berhasil mencapai fase gugur kompetisi Eropa.
Musim lalu menjadi pencapaian paling mencolok. Mereka mampu melaju hingga babak 16 besar Liga Champions setelah menghadapi sejumlah klub elite Eropa, termasuk Manchester City, Atletico Madrid, dan Inter Milan.
Pengalaman tersebut membuat Bodo/Glimt tidak akan mudah terpengaruh oleh tekanan laga tandang.
Perjalanan mereka menuju playoff musim ini juga sarat drama. Menghadapi Union Saint-Gilloise pada babak sebelumnya, Bodo/Glimt terlibat pertandingan dengan total 11 gol dalam dua leg.
Mereka akhirnya menang agregat 6-5 setelah Andreas Helmersen mencetak gol kemenangan pada menit ke-117 di Aspmyra Stadion.
Yang membuat Bodo/Glimt semakin mengkhawatirkan adalah performa domestik mereka. Setelah jeda musim panas, tim asuhan Kjetil Knutsen itu memenangi enam pertandingan liga secara beruntun.
Dalam periode tersebut, mereka mencetak 15 gol. Produktivitas itu menunjukkan bahwa Bodo/Glimt tidak hanya kuat dalam pengalaman, tetapi juga sedang berada dalam kondisi permainan yang sangat baik.
Duel Kreator Menjadi Kunci
NEC kemungkinan mengandalkan pengalaman Tadic dan Tjaronn Chery untuk mengontrol permainan di lini tengah.
Dusan Tadic masih menjadi pemain dengan kemampuan menciptakan peluang yang sangat berharga. Sejak meninggalkan Southampton, pemain Serbia tersebut mampu mencatatkan dua digit assist dalam delapan musim berturut-turut. Musim lalu saja, ia menghasilkan 20 assist dari 41 pertandingan.
Kehadiran Tadic akan memberikan suplai kepada Bryan Linssen yang sudah mencetak gol saat NEC mengalahkan Willem II.
Di kubu Bodo/Glimt, Andreas Helmersen menjadi pemain yang patut diperhatikan. Penyerang tersebut mengambil peran penting setelah Kasper Hogh meninggalkan klub untuk bergabung dengan Celtic.
Helmersen sudah mencetak enam gol di liga dan menambahkan satu gol penting ketika menghadapi Union Saint-Gilloise.
Ia kemungkinan ditemani dua dari Ola Brynhildsen, Ole Blomberg, dan Jens Petter Hauge. Dengan kualitas pemain-pemain tersebut, Bodo/Glimt memiliki cukup banyak opsi untuk mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan NEC.
Berita Tim NEC vs Bodo/Glimt
NEC diperkirakan kehilangan Koki Ogawa dan Sami Ouaissa akibat cedera. Mereka bergabung dengan Philippe Sandler dan Perr Schuurs yang juga belum dapat dimainkan.
Schuurs baru direkrut setelah dilepas Torino, tetapi masih menjalani proses pemulihan dari cedera lutut serius yang dialaminya lebih dari dua tahun lalu.
Sementara itu, Bodo/Glimt tidak dapat menurunkan Hakon Evjen yang mengalami cedera lutut. Kondisinya diperkirakan membuatnya absen hingga September.
Patrick Berg akan tetap menjadi motor permainan di lini tengah. Perannya menjadi penting untuk menjaga keseimbangan ketika Bodo/Glimt mencoba mengambil inisiatif permainan di kandang lawan.
Perkiraan Susunan Pemain NEC
NEC: Crettaz; Storm, Nuytinck, Fonville; Pereira, Monteiro, Nejasmic, Bischoff; Chery, Tadic; Linssen.
Perkiraan Susunan Pemain Bodo/Glimt
Bodo/Glimt: Haikin; Sjovold, Bjortuft, Gundersen, Bjorkan; Auklend, Berg, Fet; Blomberg, Helmersen, Hauge.
NEC Bisa Merepotkan, tetapi Bodo/Glimt Lebih Siap
NEC memiliki satu keuntungan besar: bermain di kandang. Namun, keuntungan tersebut belum tentu cukup untuk menutupi perbedaan pengalaman. Bodo/Glimt sudah enam kali menang dalam delapan pertandingan terakhir mereka di kompetisi Eropa.
Lebih menarik lagi, mereka mampu mencetak setidaknya dua gol dalam sembilan dari 10 pertandingan terakhir di Eropa. Angka tersebut menggambarkan betapa agresifnya pendekatan permainan mereka.
NEC memang mempunyai pemain kreatif yang dapat membuka pertahanan lawan. Mereka juga sudah membuktikan mampu menghadapi situasi sulit ketika menyingkirkan Olympiacos.
Namun, menghadapi Bodo/Glimt membutuhkan lebih dari sekadar keberanian. NEC harus mampu mengurangi ruang gerak para pemain kreatif lawan sekaligus menjaga konsentrasi selama 90 menit.
Jika terlalu terbuka, NEC berisiko memberikan ruang yang sangat disukai Bodo/Glimt. Tim Norwegia tersebut memiliki kecepatan, kreativitas, serta efektivitas untuk menghukum kesalahan kecil.
Karena itu, leg pertama kemungkinan berjalan ketat. NEC masih memiliki peluang mencetak gol, tetapi pengalaman dan momentum Bodo/Glimt membuat tim tamu sedikit lebih layak diunggulkan.
Prediksi Skor: NEC Nijmegen 1-2 Bodo/Glimt
Bodo/Glimt diprediksi mampu membawa pulang kemenangan tipis dari Nijmegen. NEC berpeluang memberikan perlawanan kuat, tetapi produktivitas dan pengalaman Eropa tim Norwegia menjadi pembeda.
Kemenangan tandang akan menjadi modal sangat berharga bagi Bodo/Glimt sebelum menjalani leg kedua di Norwegia. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi