RADARBANYUWANGI.ID – Pintu menuju fase utama Liga Champions mulai terbuka, tetapi hanya sedikit celah yang boleh disia-siakan. Levski Sofia menjamu AEK Athens pada leg pertama babak play-off Liga Champions di Natsionalen Stadion Vasil Levski, Selasa.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan situasi berbeda. Levski datang dengan modal konsistensi dan ketangguhan kandang. Sementara itu, AEK masih mencari kembali ritme kompetitif setelah baru menjalani satu pertandingan resmi sejak musim lalu berakhir.
Bagi Levski, dua pertandingan melawan AEK merupakan kesempatan untuk mengakhiri penantian panjang. Klub Bulgaria itu terakhir kali tampil di fase grup Liga Champions pada 2006.
Julio Velazquez membawa timnya melaju melewati Borac Banja Luka, Universitatea Craiova, dan Kairat. Rangkaian tersebut sekaligus memperpanjang tren positif Levski yang sudah berlangsung sejak musim 2025–2026.
Kekalahan 0-1 dari Ludogorets di kandang pada awal April menjadi satu-satunya noda berarti dalam perjalanan mereka. Hasil tersebut bahkan tidak menghalangi Levski merebut gelar liga domestik ke-27, sekaligus menjadi mahkota pertama mereka sejak 2009.
Sejak kekalahan itu, Levski menjalani 17 pertandingan tanpa kekalahan. Memang, lima di antaranya berakhir tanpa kemenangan. Namun, secara keseluruhan, catatan tersebut menunjukkan satu hal: Velazquez telah membangun tim yang sulit dijatuhkan.
Lebih menarik lagi, Levski sudah mengoleksi lima kemenangan beruntun di kandang. Faktor tersebut bisa menjadi pembeda ketika menghadapi AEK yang belum sepenuhnya mendapatkan sentuhan kompetitif.
AEK Athens Datang dengan Masalah Ritme
AEK Athens memiliki kualitas untuk mengimbangi Levski. Namun, persoalan terbesar Marko Nikolic bukan sekadar taktik, melainkan kesiapan pertandingan.
Sejak memastikan gelar liga ke-14, AEK baru memainkan satu laga kompetitif. Pertandingan itu berakhir dengan kekalahan dari OFI Crete pada Piala Super Yunani.
Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif pertama AEK dalam pertandingan kompetitif sejak awal April. Sebelumnya, mereka tumbang 0-3 dari Rayo Vallecano di perempat final Liga Conference, yang sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim lalu.
Kini, AEK memiliki peluang untuk kembali ke panggung Liga Champions setelah delapan tahun menunggu. Karena itu, laga di Sofia bukan sekadar pertandingan pembuka play-off. Hasil leg pertama akan menentukan seberapa besar tekanan yang mereka bawa ke pertandingan berikutnya.
Secara struktur, kedua tim sebenarnya memiliki jaring pengaman. Tim yang kalah dalam duel ini tetap akan mendapatkan tempat di fase liga Liga Europa. Namun, bagi klub sebesar AEK, kesempatan kembali ke kompetisi antarklub paling bergengsi Eropa tentu terlalu berharga untuk dilepaskan.
Reinaldo dan Okoflex Jadi Senjata Levski
Levski juga harus mengatasi sejumlah persoalan kebugaran. Radoslav Kirilov yang mengalami cedera lutut dan Stipe Vulikic akibat masalah pada kaki diperkirakan absen.
Mustapha Sangare dan Akram Bouras masih diragukan karena cedera otot. Oliver Kamdem juga belum sepenuhnya pulih dari cedera lutut. Meski demikian, Velazquez masih memiliki dua sumber ancaman utama di lini depan.
Reinaldo sudah mencetak tiga gol sepanjang babak kualifikasi, sedangkan Armstrong Okoflex mengemas dua gol. Kontribusi keduanya mencapai separuh dari total gol Levski pada tiga putaran kualifikasi sebelumnya.
Artinya, pertahanan AEK tidak cukup hanya meredam satu pemain. Pergerakan dari sisi sayap dan lini kedua Levski juga harus diperhatikan agar tuan rumah tidak memperoleh ruang untuk melakukan serangan cepat.
Luka Jovic Ancaman Utama AEK
Di kubu AEK, Milan Vitalis dipastikan tidak dapat tampil karena status cup-tied. Ia sebelumnya memperkuat Gyor di babak awal Liga Conference sebelum pindah ke klub Yunani tersebut pada awal bulan.
Perhatian terbesar tentu tertuju kepada Luka Jovic. Penyerang asal Serbia itu mencetak gol pembuka AEK pada Piala Super, meski akhirnya tidak mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan. Musim lalu, Jovic menjadi pencetak gol terbanyak AEK dengan koleksi 17 gol.
Kehadiran Jovic membuat Levski harus berhati-hati di area kotak penalti. Ketika AEK kesulitan membangun serangan melalui kombinasi antarlini, kemampuan Jovic mencari posisi dan menyelesaikan peluang bisa menjadi jalan keluar.
Produktivitas AEK musim lalu memang tidak terlalu merata. Tidak ada pemain lain yang mampu menembus dua digit gol di liga. Barnabas Vargas hanya mencetak lima gol, sementara Razvan Marin justru lebih menonjol sebagai kreator dengan tujuh assist.
Kondisi tersebut membuat Jovic menjadi pusat perhatian. Jika Levski berhasil memutus suplai bola kepadanya, sebagian besar daya gedor AEK berpotensi ikut tereduksi.
Perkiraan Susunan Pemain
Levski Sofia: Vutsov; Aldair, Dimitrov, Serafimov, Centelles; Trdin, Moubarik; Okoflex, Serginho, Bala; Reinaldo.
AEK Athens: Strakosha; Rota, Moukoudi, Relvas, Pilios; Koita, Marin, Kairinen, Koita; Kaloskamis; Varga, Jovic.
Prediksi skor: Levski Sofia 2-1 AEK Athens
Di atas kertas, AEK memiliki pengalaman dan kualitas yang cukup untuk membuat duel berlangsung ketat. Namun, momentum berada di pihak Levski.
Tuan rumah datang dengan rangkaian panjang tanpa kekalahan, ditambah lima kemenangan beruntun di kandang. Sebaliknya, AEK baru menjalani satu laga kompetitif dan langsung menelan kekalahan.
Faktor kebugaran pertandingan dapat menjadi penentu. Dalam duel dengan margin kesalahan yang tipis, tim yang lebih siap secara ritme biasanya memiliki keuntungan.
Levski juga tidak perlu mengambil risiko berlebihan. Keunggulan tipis pada leg pertama sudah cukup untuk memberikan tekanan kepada AEK sebelum pertemuan berikutnya. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi