Manchester City Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Ayyoub Bouaddi, Enzo Fernandez Masih Diburu

Niklaas Andries • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 04:53 WIB
DIBURU: Manchester City terus memburu Ayyoub Bouaddi (Lille)
DIBURU: Manchester City terus memburu Ayyoub Bouaddi (Lille)

RADARBANYUWANGI.ID - Manchester City bergerak cepat di bursa transfer. Kepergian Rodri ke Barcelona membuat klub besutan Enzo Maresca itu mulai menyiapkan regenerasi lini tengah dengan membidik gelandang muda Lille, Ayyoub Bouaddi.

Negosiasi Manchester City dengan Lille disebut telah memasuki tahap lanjutan. Klub asal Inggris tersebut bahkan ingin merampungkan transfer Bouaddi pada pekan ini.

Lille mematok harga sekitar 100 juta euro atau setara £85,6 juta. Jika dikonversikan ke rupiah dengan kurs perkiraan, nilainya menembus Rp1,4 triliun.

Bouaddi bukan satu-satunya gelandang yang masuk radar City. Klub juga masih mempertahankan minat terhadap Enzo Fernandez dari Chelsea.

Situasi tersebut memperlihatkan satu hal penting: Manchester City tidak sekadar mencari pengganti Rodri, tetapi sedang membangun kembali fondasi lini tengah untuk beberapa tahun ke depan.

Bouaddi, Gelandang 18 Tahun dengan Mental Senior

Nama Ayyoub Bouaddi memang belum setenar sejumlah gelandang muda Eropa lainnya. Namun, perkembangan kariernya menunjukkan mengapa Manchester City berani menyiapkan investasi besar.

Pemain internasional Maroko itu tampil lima kali sebagai starter dari enam pertandingan negaranya pada Piala Dunia musim panas ini. Maroko melangkah hingga perempat final.

Jauh sebelum tampil di panggung Piala Dunia, Bouaddi sudah menarik perhatian ketika membantu Lille mengalahkan Real Madrid di Liga Champions pada 2024.

Ia merupakan tipe gelandang yang beroperasi lebih dalam. Bouaddi mampu mengatur sirkulasi bola dari area tengah sekaligus menjadi penghubung antara lini belakang dan lini serang.

Karakter tersebut membuatnya memiliki profil yang menarik bagi City. Terlebih, klub baru saja mendatangkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest.

Anderson memiliki kemampuan bermain sebagai gelandang box-to-box, tetapi juga dapat ditempatkan sebagai gelandang nomor enam. Bouaddi bisa memberikan karakter berbeda dengan kemampuan mengendalikan tempo permainan dari posisi yang lebih dalam.

Jika transfer tersebut terealisasi, City berpotensi memiliki kombinasi gelandang muda dengan karakter yang saling melengkapi.

Rekor Karier Bouaddi Sudah Menggoda

Usia Bouaddi baru 18 tahun. Namun, pengalaman yang dimilikinya jauh lebih matang dibandingkan pemain seusianya.

Ia menjalani debut senior bersama Lille pada Oktober 2023, hanya beberapa hari setelah berulang tahun ke-16. Debut tersebut sekaligus membuatnya tercatat sebagai pemain termuda yang pernah memperkuat Lille.

Pada usia 17 tahun, Bouaddi kembali mencuri perhatian ketika Lille menaklukkan Real Madrid di Liga Champions. Penampilannya mendapat apresiasi langsung dari suporter di Stade Pierre-Mauroy.

Tidak berhenti di sana. Bouaddi juga memecahkan rekor Eden Hazard dengan mencatatkan 50 penampilan di Ligue 1 sebelum berusia 18 tahun.

Kini jumlah penampilannya bersama Lille telah mencapai 88 pertandingan sejak debut. Musim lalu, ia turut membantu klub tersebut finis di posisi ketiga Ligue 1.

Rangkaian pencapaian itu menjelaskan mengapa City melihat Bouaddi sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar solusi darurat setelah Rodri pergi.

Rodri Pergi, City Harus Beradaptasi

Rodri segera menuntaskan kepindahan senilai £65 juta ke Barcelona. Gelandang asal Spanyol tersebut disebut akan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun bersama raksasa Catalan itu.

Kepergian Rodri menjadi kehilangan besar bagi City. Sejak bergabung dari Atletico Madrid pada 2019 dengan nilai transfer £62,8 juta, ia telah mencatatkan 298 penampilan selama tujuh musim yang sarat trofi.

Rodri sempat mengalami cedera lutut serius yang membuat sebagian besar musim 2024–2025 terlewatkan. Masalah hamstring juga sempat mengganggu kiprahnya pada musim berikutnya.

Namun, ia membuktikan bahwa kualitasnya belum hilang. Pada Piala Dunia musim panas ini, Rodri kembali berada dalam performa terbaik dan membawa Spanyol meraih gelar dunia kedua sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.

Karena itu, kehilangan Rodri bukan perkara sederhana. City harus menemukan pemain yang bukan hanya mampu mengisi posisi nomor enam, tetapi juga sanggup menjadi pusat kendali permainan.

Bouaddi belum tentu langsung mampu memikul beban sebesar itu. Justru di sinilah perekrutan pemain lain seperti Anderson menjadi masuk akal. City tampaknya ingin membagi tanggung jawab, bukan mencari satu pemain yang harus menjadi "Rodri baru".

Enzo Fernandez Masih Ada dalam Radar

Di tengah negosiasi dengan Lille, Manchester City ternyata belum mengubur ambisi mendapatkan Enzo Fernandez.

Gelandang Argentina tersebut masih menjadi target City. Namun, Chelsea diyakini berharap Fernandez bertahan hingga akhir musim setelah batas waktu internal yang mereka tetapkan untuk menerima tawaran berlalu. Situasi itu membuat transfer Fernandez jauh lebih rumit.

City harus mempertimbangkan harga, kebutuhan skuad, serta keseimbangan komposisi lini tengah. Mendatangkan Bouaddi sekaligus Fernandez akan menjadi langkah yang sangat agresif.

Jika kedua transfer berhasil, City akan memiliki tiga tambahan mahal di sektor tengah setelah kedatangan Anderson dari Nottingham Forest.

Namun, strategi tersebut juga menunjukkan bahwa City sedang menghadapi fase transisi. Mereka kehilangan pemain yang selama bertahun-tahun menjadi poros permainan, lalu merespons dengan mendatangkan pemain berdasarkan kebutuhan yang berbeda.

Anderson menawarkan tenaga dan fleksibilitas, Bouaddi membawa potensi sebagai pengatur permainan dari posisi dalam, sedangkan Fernandez sudah memiliki pengalaman di level tertinggi.

Bursa Transfer City Belum Selesai

Perburuan Bouaddi dan Fernandez membuat aktivitas Manchester City menjadi salah satu cerita transfer yang patut dipantau hingga tenggat 1 September.

Bouaddi adalah proyek masa depan dengan fondasi pengalaman yang sudah cukup mengesankan. Fernandez, sebaliknya, merupakan opsi yang lebih siap untuk memberikan dampak di level elite.

Pertanyaannya bukan lagi apakah City membutuhkan gelandang setelah Rodri pergi. Jawabannya sudah jelas. Pertanyaan yang lebih menarik adalah bagaimana Maresca menyusun ulang lini tengahnya setelah era Rodri berakhir.

Jika Bouaddi benar-benar datang dengan harga £85,6 juta dan Fernandez juga berhasil diamankan, Manchester City tidak sedang mencari pengganti satu pemain. Mereka sedang merancang ulang cara bermain di lini tengah. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
bursa transfer Manchester City Ayyoub Bouaddi Rodri enzo fernandez manchester city