RADARBANYUWANGI.ID - Lens dan Paris Saint-Germain kembali berhadapan dalam duel yang membawa aroma persaingan Prancis. Kali ini, trofi menjadi taruhan ketika kedua tim bertemu di Stade Bollaert-Delelis dalam laga Trofi Champions.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan kisah berbeda pada musim lalu. PSG kembali mengukuhkan dominasinya dengan meraih gelar Ligue 1 untuk kelima kalinya secara beruntun. Sementara itu, Lens menorehkan sejarah dengan merebut trofi Coupe de France untuk kali pertama.
Bagi Lens, laga ini bukan sekadar kesempatan menambah koleksi gelar. Bermain di hadapan pendukung sendiri juga menjadi modal psikologis penting. Stade Bollaert-Delelis musim lalu menjadi salah satu benteng paling sulit ditembus di Ligue 1.
Di bawah arahan pelatih baru Dino Toppmoller, Lens menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan standar yang sudah dibangun pada musim sebelumnya.
Benteng Bollaert-Delelis Jadi Senjata Lens
Lens tampil luar biasa ketika bermain di kandang pada Ligue 1 musim lalu. Mereka mengoleksi 14 kemenangan dari 17 pertandingan kandang, dengan rata-rata 2,47 poin per laga.
Catatan tersebut menunjukkan satu hal: Lens bukan lawan yang mudah ketika mendapat dukungan penuh dari tribun Bollaert-Delelis.
Namun, PSG juga menjadi pengecualian. Kekalahan 0-2 dari Les Parisiens pada Mei lalu menjadi salah satu hasil yang paling menyakitkan bagi Lens karena pertandingan tersebut turut memengaruhi persaingan perebutan gelar.
Dari sisi pertahanan, Lens juga menunjukkan konsistensi. Mereka mencatat delapan clean sheet di kandang pada Ligue 1 musim lalu. Pertahanan rapat dan atmosfer stadion menjadi kombinasi yang bisa membuat PSG tidak nyaman. Masalahnya, sejarah pertemuan terkini tidak berpihak kepada Lens.
PSG telah memenangkan delapan pertandingan kompetitif terakhir melawan Lens. Les Sang et Or terakhir mengalahkan PSG pada 2023 dengan kemenangan 3-1 di kandang.
Karena itu, laga ini menjadi ujian menarik bagi Toppmoller. Ia tidak hanya dituntut mempertahankan karakter agresif Lens, tetapi juga menemukan cara memutus dominasi PSG.
PSG Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Jika Lens mengandalkan atmosfer kandang, PSG membawa modal yang tidak kalah kuat: pengalaman memenangkan pertandingan besar. Les Parisiens baru saja mengangkat trofi Piala Super Eropa setelah mengalahkan Aston Villa 2-1 pada Rabu. Kemenangan tersebut membuat PSG berpeluang menambah trofi hanya dalam hitungan hari.
Pasukan Luis Enrique juga berstatus juara Ligue 1 sekaligus Liga Champions. Mental juara inilah yang menjadi pembeda utama.
PSG membidik gelar Trofi Champions kelima secara beruntun. Mereka sebelumnya mengalahkan Marseille melalui adu penalti untuk merebut trofi tersebut.
Lebih jauh lagi, PSG mengincar gelar Trofi Champions ke-15. Angka itu akan semakin mempertegas dominasi klub ibu kota Prancis dalam kompetisi pembuka musim tersebut.
Menariknya, final kali ini kembali dimainkan di Prancis setelah pada 2023 dan 2024 pertandingan digelar di luar negeri. Bagi PSG, bermain di Stade Bollaert-Delelis juga bukan pengalaman baru. Mereka pernah memenangkan final kompetisi ini di stadion tersebut pada 2020 setelah menundukkan Marseille 2-1.
Kabar Tim: Lens Punya Masalah di Lini Belakang
Lens masih dibayangi sejumlah persoalan cedera. Jhoanner Chavez diragukan tampil karena masalah paha. Nidal Celik mengalami cedera meniskus, sedangkan Samson Baidoo belum sepenuhnya pulih dari masalah pada kakinya.
Jonathan Gradit juga masih menjalani pemulihan akibat patah tulang kaki bagian bawah.
Di sisi lain, Thorgan Hazard berpeluang mendapat tempat di starting XI setelah bergabung dengan tim pada pertengahan Juli. Saud Abdulhamid juga berpotensi kembali menjadi pilihan utama setelah tampil sejak awal ketika menghadapi Sunderland.
PSG relatif lebih siap. Achraf Hakimi sudah kembali bermain setelah absen sejak final Liga Champions. Maghnes Akliouche juga menjalani penampilan pertamanya setelah didatangkan dari Monaco. Lucas Digne berpeluang menjalani debut setelah bergabung dari Aston Villa pada awal bulan ini.
Khvicha Kvaratskhelia dan Desire Doue juga sedang berada dalam momentum bagus. Keduanya mencetak gol ketika PSG mengalahkan Aston Villa pada final Piala Super Eropa.
Perkiraan Susunan Pemain
Lens: Risser; Antonio, Ganiou, Nawrocki; Abdulhamid, Bulatovic, Haidara, Hazard; Thauvin, Ivanovic; Edouard.
PSG: Safonov; Hakimi, Beraldo, Zabarnyi, Digne; Neves, Vitinha, Zaire-Emery; Doue, Dembele, Kvaratskhelia.
Duel Taktik: Lens Bisa Merepotkan, tetapi PSG Lebih Dalam
Lens kemungkinan akan mencoba menjadikan laga ini pertandingan yang intens sejak menit pertama. Bermain di kandang memberi mereka alasan untuk menekan PSG lebih tinggi dan memanfaatkan kecepatan pemain sayap.
Namun, pendekatan tersebut memiliki risiko. PSG memiliki kualitas individu dan kedalaman skuad yang jauh lebih baik. Jika Lens terlalu agresif, ruang di belakang lini pertahanan bisa menjadi sasaran empuk bagi pemain seperti Ousmane Dembele, Kvaratskhelia, dan Doue.
Kunci Lens adalah menjaga jarak antarlini. Mereka tidak boleh membiarkan Vitinha dan Joao Neves terlalu bebas mengatur tempo. Jika dua gelandang PSG mendapatkan ruang, permainan bisa berubah menjadi dominasi Les Parisiens.
Sebaliknya, PSG harus berhati-hati menghadapi bola-bola langsung dan situasi transisi. Lens memiliki keuntungan besar dari atmosfer stadion serta karakter permainan yang agresif di kandang. Dengan kata lain, pertandingan ini kemungkinan tidak akan berjalan satu arah.
Prediksi skor: Lens 1-2 Paris Saint-Germain.
Lens memiliki peluang menciptakan kejutan. Rekor kandang mereka musim lalu menunjukkan bahwa Bollaert-Delelis bukan tempat yang nyaman bagi tim tamu.
Namun, PSG datang dengan pengalaman yang jauh lebih besar dalam pertandingan perebutan trofi. Mereka juga memiliki kedalaman skuad untuk mengubah jalannya pertandingan ketika strategi awal tidak berjalan.
Jika Lens mampu bertahan rapat hingga babak kedua, tekanan terhadap PSG bisa meningkat. Tetapi semakin lama pertandingan berlangsung, kualitas individu dan pengalaman PSG berpotensi menjadi pembeda.
PSG diperkirakan akan kesulitan pada fase awal pertandingan, tetapi kedalaman skuad dan ketajaman lini depan membuat mereka lebih layak diunggulkan untuk membawa pulang Trofi Champions.
Bagi Lens, kemenangan akan menjadi pernyataan bahwa mereka bukan lagi sekadar pengganggu dominasi PSG. Bagi Les Parisiens, trofi ini adalah kesempatan memperpanjang hegemoni sekaligus membuka musim dengan gelar baru. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi