RADARBANYUWANGI.ID – Feyenoord membawa modal kuat saat menjamu Go Ahead Eagles pada pekan kedua Eredivisie di Stadion De Kuip, Minggu. Rekor pertemuan dan ketajaman di kandang membuat tuan rumah lebih diunggulkan, meski Go Ahead Eagles datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah pesta gol pada laga pembuka.
Feyenoord memang belum tampil sempurna ketika mengawali musim dengan kemenangan tipis 1-0 atas Sparta Rotterdam. Namun, skor tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan dominasi permainan mereka.
Feyenoord melepaskan 22 tembakan, lebih dari dua kali lipat milik Sparta yang hanya mencatatkan 10 percobaan. Dari sisi expected goals (xG), Feyenoord juga unggul telak 3,59 berbanding 0,97.
Angka tersebut menjadi sinyal bahwa tim asuhan Giovanni van Bronckhorst sebenarnya mampu menciptakan banyak peluang. Persoalannya tinggal satu: mengubah dominasi tersebut menjadi gol.
Van Bronckhorst kembali ke klub yang pernah membawanya meraih gelar Eredivisie pada musim 2016-2017. Kemenangan atas Sparta menjadi awal positif dalam pertandingan kompetitif pertamanya setelah kembali menangani Feyenoord.
Namun, pekerjaan rumah masih terlihat di lini belakang. Feyenoord sempat memberikan tiga peluang yang tergolong sangat berbahaya kepada Sparta. Jika kelemahan serupa kembali muncul ketika menghadapi Go Ahead Eagles, pertandingan berpotensi menjadi lebih rumit.
Rekor De Kuip Sulit Dibantah
Di atas kertas, Feyenoord memiliki keuntungan besar. Mereka memenangi sembilan dari 10 pertemuan terakhir melawan Go Ahead Eagles. Lebih impresif lagi, Feyenoord selalu menang dalam enam pertemuan Eredivisie terakhir melawan klub asal Deventer tersebut di De Kuip. Dalam enam pertandingan itu, Feyenoord mencetak 20 gol dan hanya kebobolan tiga kali.
Rekor tersebut menunjukkan betapa berat tantangan Go Ahead Eagles untuk mencuri poin di Rotterdam. Bahkan, kemenangan terakhir mereka di markas Feyenoord terjadi pada April 2015.
Sejak saat itu, De Kuip berubah menjadi wilayah yang nyaris tertutup bagi Go Ahead Eagles. Kekalahan telak 0-5 dan 0-8 dalam rentang pertemuan sebelumnya semakin menegaskan betapa besarnya kesenjangan kedua tim ketika bermain di Rotterdam.
Meski begitu, Go Ahead Eagles tidak datang sebagai tim yang sedang kehilangan momentum.
Skuad Joseph Oosting justru mengawali kompetisi dengan meyakinkan. Mereka menghancurkan tim promosi Willem II dengan skor 4-1. Tiga gol bahkan tercipta hanya dalam rentang delapan menit setelah pertandingan memasuki satu jam permainan.
Produktivitas tersebut membuat Go Ahead Eagles menjadi salah satu tim yang meraih tiga poin pada pekan pertama. Dengan empat gol, mereka juga menjadi tim dengan jumlah gol terbanyak pada akhir pekan pembuka.
Kemenangan itu sekaligus mengakhiri penantian mereka setelah lima pertandingan liga tanpa kemenangan. Sebelumnya, Go Ahead Eagles terakhir meraih kemenangan pada awal April ketika menghantam PEC Zwolle 5-0.
Kini, Oosting mengincar kemenangan beruntun. Namun, tantangannya jauh lebih berat karena lawan berikutnya adalah Feyenoord di De Kuip.
Feyenoord Masih Kehilangan Sejumlah Pemain
Feyenoord tidak mengalami masalah cedera baru setelah menghadapi Sparta Rotterdam. Namun, beberapa pemain tetap dipastikan absen.
Bart Nieuwkoop, Gijs Smal, Jakub Moder, Thomas Beelen, Tsuyoshi Watanabe, dan Jordan Bos masih harus menepi karena cedera masing-masing.
Perhatian juga tertuju kepada Ayase Ueda. Penyerang yang menjadi pencetak gol terbanyak Feyenoord musim lalu itu belum mampu memaksimalkan beberapa peluang ketika menghadapi Sparta.
Laga melawan Go Ahead Eagles menjadi kesempatan bagi Ueda untuk kembali menemukan ketajamannya.
Luciano Valente dan Gijvai Zechiel menjadi dua pemain yang tampil menonjol pada laga pembuka. Valente mencetak gol kemenangan setelah menerima assist dari Zechiel. Kombinasi keduanya bisa kembali menjadi kunci Feyenoord dalam membongkar pertahanan lawan.
Di kubu Go Ahead Eagles, Melle Meulensteen, Soren Tengstedt, dan Mathis Suray tampil penting dalam kemenangan atas Willem II. Ketiganya diharapkan mampu mempertahankan performa tersebut saat menghadapi tekanan De Kuip.
Sayangnya, Go Ahead Eagles masih kehilangan Gerrit Nauber, Robbin Weijenberg, dan Pim Saathof akibat cedera.
Perkiraan Susunan Pemain
Feyenoord: Ernst; Read, St Juste, Kraaijeveld, Marmol; Zechiel, Vanhoutte; Moussa, Valente, Diarra; Ueda.
Go Ahead Eagles: Haug; Sampsted, Dirksen, Kramer, James; Linthorst, Meulensteen; Tengstedt, Edvardsen, Suray; Sigurdarson.
Go Ahead Eagles Punya Senjata, tetapi Feyenoord Lebih Lengkap
Go Ahead Eagles memiliki alasan untuk percaya diri. Empat gol pada pekan pertama menunjukkan bahwa mereka mampu menghukum lawan ketika mendapatkan ruang.
Masalahnya, Feyenoord memiliki kualitas dan kedalaman skuad yang berbeda. Bermain di De Kuip juga memberi keuntungan psikologis yang tidak kecil.
Feyenoord kemungkinan akan mencoba mengontrol permainan sejak awal. Dominasi penguasaan bola dan volume tembakan seperti ketika menghadapi Sparta menjadi pendekatan yang masuk akal.
Jika Ueda lebih klinis dalam penyelesaian akhir, peluang Feyenoord untuk mencetak lebih dari satu gol terbuka lebar.
Go Ahead Eagles sendiri dapat mengandalkan transisi cepat. Mereka tidak harus mendominasi pertandingan untuk menciptakan ancaman. Justru ketika Feyenoord terlalu agresif menekan, ruang di belakang garis pertahanan bisa menjadi sasaran serangan balik.
Namun, melihat kualitas serangan, rekor pertemuan, serta dominasi Feyenoord di De Kuip, keunggulan tuan rumah masih terlalu besar untuk diabaikan.
Prediksi Skor: Feyenoord 3-1 Go Ahead Eagles.
Feyenoord diperkirakan mampu mempertahankan dominasi atas Go Ahead Eagles sekaligus mencatat dua kemenangan beruntun pada awal Eredivisie. Bagi Van Bronckhorst, pertandingan ini juga menjadi kesempatan memperlihatkan bahwa kemenangan atas Sparta bukan sekadar hasil tipis, melainkan awal dari kebangkitan Feyenoord yang lebih meyakinkan. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi