Manchester United vs AC Milan: Setan Merah Diuji di Laga Pemungkas Pramusim

Niklaas Andries • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB
UJIAN AKHIR: Manchester United akan hadapi AC Milan di laga pramusim terakhirnya (Manchester United)
UJIAN AKHIR: Manchester United akan hadapi AC Milan di laga pramusim terakhirnya (Manchester United)

RADARBANYUWANGI.ID — Manchester United mendapat satu kesempatan terakhir untuk mengasah mesin sebelum memasuki Premier League 2026–2027. AC Milan menjadi lawan penutup dalam rangkaian pramusim mereka di Wroclaw, Polandia, Sabtu sore.

Pertandingan ini bukan sekadar laga pemanasan. Ada aroma reuni yang membuat duel Manchester United kontra AC Milan terasa lebih menarik. Ruben Amorim, mantan pelatih Setan Merah, kini berdiri di sisi berseberangan setelah dipercaya menangani Rossoneri sejak pertengahan Juni.

Manchester United datang dengan modal yang jauh lebih meyakinkan. Mereka telah mengangkat dua trofi pramusim, yakni Snapdragon Cup dan Boyle Sports Cup.

Trofi terakhir didapat setelah Manchester United menyingkirkan Leeds United melalui adu penalti. Laga berakhir 1-1 pada waktu normal sebelum kemenangan ditentukan dari titik putih.

Sebelumnya, Manchester United juga menundukkan Atletico Madrid 2-1 untuk merebut Snapdragon Cup pada awal Agustus.

Perjalanan pramusim mereka memang diawali dengan kekalahan 0-1 dari Wrexham. Namun, setelah itu performa tim Michael Carrick meningkat tajam. Mereka menghancurkan Rosenborg 5-0 dan bermain imbang 1-1 melawan Paris Saint-Germain, selain mengalahkan Atletico.

Artinya, Manchester United memasuki duel melawan Milan dengan momentum positif. Laga ini sekaligus menjadi kesempatan terakhir Carrick menyusun formula terbaik sebelum pertandingan pembuka Premier League melawan Hull City pada 22 Agustus.

Ujian Terakhir Sebelum Kompetisi Resmi

Manchester United juga bergerak cukup agresif di bursa transfer musim panas. Andrey Santos, Youri Tielemans, Karl Darlow, dan Tynan Thompson telah didatangkan. Namun, aktivitas transfer klub belum sepenuhnya selesai karena masih ada waktu hingga awal September untuk menambah amunisi.

Perhatian terbesar kemungkinan tertuju kepada Andrey Santos. Gelandang asal Brasil itu menjadi salah satu pemain paling menonjol selama pramusim.

Jika kembali dipercaya sebagai starter, Santos berpeluang besar mengamankan tempat di tim utama saat menghadapi Hull. Penampilannya memberi Carrick opsi berbeda di lini tengah, terutama dalam menjaga keseimbangan antara sirkulasi bola dan agresivitas ketika menyerang.

Manchester United juga berpotensi menurunkan sejumlah pemain yang belum mendapatkan menit bermain pada pramusim.

Kobbie Mainoo, Lisandro Martinez, Marcus Rashford, dan Benjamin Sesko bisa masuk skuad. Harry Maguire yang diistirahatkan saat menghadapi Leeds juga diperkirakan kembali.

Bruno Fernandes, Tielemans, Luke Shaw, dan Matheus Cunha pun berpeluang masuk starting XI.

Satu tanda tanya masih mengarah kepada Mason Mount. Ia absen ketika menghadapi Leeds setelah mengalami cedera kaki dalam pertandingan melawan PSG.

Amorim Kembali ke Old Trafford? Bukan, Kali Ini Jadi Lawan

Di kubu Milan, sosok Amorim menjadi pusat perhatian. Pelatih asal Portugal itu pernah menjalani periode sulit bersama Manchester United. Dari 63 pertandingan sebagai pelatih Setan Merah, Amorim hanya meraih 24 kemenangan dan menelan 21 kekalahan.

Kini, ia mencoba membangun kembali reputasinya di Italia.

Namun, awal perjalanan Amorim bersama Milan belum berjalan mulus. Dari tiga pertandingan pramusim, Milan belum sekalipun menang. Mereka bermain imbang 2-2 melawan Celtic, kemudian seri 1-1 menghadapi Inter Milan, sebelum dihantam Chelsea 0-3.

Kekalahan telak dari Chelsea menjadi alarm. Lini belakang Milan terlihat rapuh ketika menghadapi tekanan intens, sementara transisi bertahan mereka belum menunjukkan stabilitas yang dibutuhkan untuk menghadapi tim dengan kecepatan seperti Manchester United.

Karena itu, pertandingan di Wroclaw menjadi ujian penting bagi Amorim. Ia bukan hanya menghadapi mantan klub, tetapi juga harus membuktikan bahwa sistem yang pernah gagal diterapkan di Manchester United bisa bekerja lebih baik bersama Milan.

Milan sendiri mengakhiri musim lalu di posisi kelima Serie A. Pada musim panas ini, mereka mendatangkan Goncalo Ramos, Mario Gila, dan Sankhoun Diawara.

Ramos berpeluang mendapatkan kesempatan sebagai starter setelah tampil dari bangku cadangan saat menghadapi Chelsea.

Formasi 3-4-2-1 Amorim Kembali Diuji

Amorim kemungkinan tetap mengandalkan pola 3-4-2-1. Sistem tersebut menjadi identitasnya, tetapi juga menjadi salah satu sumber kritik ketika ia menangani Manchester United.

Rafael Leao berpotensi kembali menjadi starter. Masa depannya di San Siro masih menjadi sorotan karena terus dikaitkan dengan kemungkinan hengkang.

Ruben Loftus-Cheek juga diprediksi tampil sejak menit awal. Sementara itu, pengalaman Luka Modric di lini tengah akan menjadi aset penting bagi Milan, terutama untuk mengontrol tempo pertandingan. Samuel Chukwueze juga berpotensi kembali ditempatkan di area wing-back.

Di sisi Manchester United, komposisi yang diproyeksikan menunjukkan Carrick ingin memberikan menit bermain kepada sejumlah pemain penting sebelum kompetisi resmi dimulai.

Prediksi susunan pemain Manchester United: Lammens; Dalot, Maguire, Heaven, Shaw; Tielemans, Santos; Amad, Fernandes, Cunha; Mbeumo.

Prediksi susunan pemain AC Milan: Torriani; Terracciano, De Winter, Pavlovic; Chukwueze, Modric, Comotto, Estupinan; Loftus-Cheek, Ramos, Leao.

Manchester United Lebih Siap

Jika melihat rangkaian pertandingan pramusim, Manchester United memiliki alasan lebih kuat untuk diunggulkan.

Mereka memang sempat kalah dari Wrexham, tetapi respons setelah pertandingan tersebut menjadi indikator penting. Produktivitas meningkat, organisasi permainan membaik, dan beberapa pemain baru mulai menemukan perannya.

Sebaliknya, Milan masih mencari bentuk. Tiga pertandingan tanpa kemenangan bukan persoalan besar dalam konteks pramusim, tetapi kekalahan 0-3 dari Chelsea memperlihatkan pekerjaan rumah yang cukup besar.

Pertandingan ini juga bisa menjadi duel menarik antara dua pendekatan. Manchester United memiliki momentum dan kepercayaan diri, sedangkan Milan berada dalam fase membangun ulang fondasi permainan bersama Amorim.

Jika Manchester United mampu memanfaatkan ruang di belakang wing-back Milan dan menjaga intensitas pressing, mereka berpeluang membuat pertahanan Rossoneri kembali kerepotan.

Prediksi: Manchester United 3-1 AC Milan.

Manchester United diperkirakan memiliki kualitas dan momentum lebih baik untuk menutup pramusim dengan kemenangan. Bagi Carrick, hasil positif akan menjadi suntikan kepercayaan diri sebelum perjalanan panjang Premier League dimulai.

Bagi Amorim, pertandingan ini justru menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa cerita buruknya bersama Manchester United sudah benar-benar berakhir. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
prediksi manchester united pramusim 2026 Manchester United vs AC Milan Ruben Amorim benjamin sesko