RADARBANYUWANGI.ID - Sevilla dan Rayo Vallecano sama-sama datang dengan misi berbeda saat membuka perjalanan di La Liga 2026-2027. Bermain di Estadio Ramon pada Sabtu malam, Sevilla membawa ambisi bangkit, sedangkan Rayo ingin membuktikan bahwa keberhasilan menembus delapan besar musim lalu bukan kebetulan.
Duel ini menarik karena kedua klub sama-sama menjalani musim panas dengan perubahan cukup signifikan. Sevilla mencoba membangun kembali fondasi setelah hanya finis di posisi ke-13, sementara Rayo harus beradaptasi dengan pelatih baru setelah Inigo Perez meninggalkan klub untuk bergabung dengan Villarreal.
Di atas kertas, laga pembuka ini terlihat berimbang. Namun, faktor kandang bisa menjadi modal penting bagi Sevilla untuk mengawali musim dengan hasil positif.
Sevilla Berusaha Memutus Tren Buruk
Sevilla memasuki musim baru dengan pekerjaan rumah yang tidak sedikit. Los Nervionenses belum mampu menembus empat besar La Liga sejak 2021-2022.
Dalam empat musim terakhir, posisi mereka terus berada di luar zona elite, 12, 14, 17, dan 13. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa Sevilla belum menemukan konsistensi yang pernah membuat mereka menjadi salah satu kekuatan utama Spanyol.
Musim lalu bahkan terasa lebih mengkhawatirkan. Sevilla hanya berjarak satu poin dari zona degradasi. Karena itu, target realistis musim ini bukan sekadar bertahan, tetapi perlahan mendekati persaingan tiket kompetisi Eropa.
Pelatih Luis Garcia Plaza pun mendapatkan tantangan besar. Bursa transfer musim panas menghadirkan wajah baru, salah satunya Robbie Ure yang didatangkan dari Sirius.
Ure menjadi sorotan tersendiri. Penyerang 22 tahun itu datang dengan catatan produktif, mencetak 31 gol dalam 50 penampilan bersama Sirius. Pada awal musim 2026, ia bahkan mampu membukukan 15 gol dari 15 pertandingan.
Namun, Sevilla juga kehilangan beberapa pemain penting. Akor Adams, Juanlu Sanchez, dan Tanguy Nianzou menjadi bagian dari daftar pemain yang meninggalkan klub.
Artinya, Sevilla bukan hanya memperbaiki kualitas tim, tetapi juga harus membangun kembali chemistry dengan komposisi yang berubah.
Persiapan pramusim mereka terbilang cukup aktif. Sevilla menjalani sejumlah pertandingan uji coba dengan hasil yang relatif positif, meski kemenangan tersebut belum sepenuhnya menjamin kesiapan menghadapi kompetisi resmi.
Kekalahan 1-2 dari Bayer Leverkusen menjadi laga terakhir mereka sebelum memasuki musim baru. Hasil itu sekaligus memperlihatkan bahwa masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi.
Apalagi, setelah menghadapi Rayo, Sevilla langsung dihadapkan pada dua lawan berat, Athletic Bilbao dan Atletico Madrid. Awal musim mereka akan menjadi ujian serius terhadap seberapa cepat proyek baru Garcia Plaza berkembang.
Rayo Datang dengan Modal Delapan Besar
Rayo Vallecano justru memiliki cerita berbeda. Musim lalu, Los Franjirrojos berhasil mengakhiri kompetisi La Liga di posisi kedelapan. Mereka hanya terpaut satu angka dari Getafe yang berada di peringkat ketujuh.
Pencapaian tersebut tentu memberikan fondasi kepercayaan diri. Namun, perjalanan Rayo musim lalu tidak berakhir sempurna karena mereka kalah dari Crystal Palace pada final Conference League.
Kini, Rayo harus memulai era baru bersama Benat San Jose. Pelatih 46 tahun tersebut mengambil alih setelah Inigo Perez pergi ke Villarreal.
San Jose sebelumnya menangani Eibar yang menutup musim lalu di posisi kedelapan Segunda Division. Tantangan pertamanya adalah mempertahankan identitas permainan Rayo sekaligus memastikan performa tim tidak jatuh setelah pergantian pelatih.
Persiapan pramusim mereka juga belum meyakinkan. Rayo menelan tiga kekalahan dalam empat pertandingan uji coba, termasuk kekalahan telak 0-3 dari Ipswich Town.
Dari sisi transfer, Rayo mendatangkan Jozhua Vertrouwd, Giorgi Tsitaishvili, dan Marash Kumbulla. Di sisi lain, Nobel Mendy dan Pep Chavarria pergi setelah masing-masing bergabung dengan Hull City dan Chelsea.
Komposisi baru tersebut membuat pertandingan melawan Sevilla menjadi ujian awal yang penting. Rayo perlu menunjukkan bahwa performa musim lalu masih bisa dipertahankan meski struktur tim mengalami perubahan.
Ure Jadi Senjata Baru Sevilla
Kabar tim Sevilla relatif positif. Alfon Gonzalez dipastikan absen karena cedera paha, tetapi tidak ada persoalan besar lain yang mengganggu persiapan tuan rumah.
Perhatian terbesar kemungkinan tertuju kepada Ure. Sang penyerang diproyeksikan menjadi ujung tombak dan berpeluang menjalani debut kompetitif bersama Sevilla. Ruben Vargas serta Lucien Agoume juga diperkirakan masuk starting XI.
Sevilla kemungkinan menggunakan formasi yang memberikan ruang kepada lini depan untuk bergerak agresif. Kehadiran Ure dapat menjadi pembeda karena karakter penyerang muda tersebut menawarkan alternatif baru setelah kepergian beberapa pemain.
Prediksi susunan pemain Sevilla: Vlachodimos; Carmona, Salas, Marcao, Oso; Agoume, Guridi; Ejuke, P. Fernandez, Vargas; Ure.
Rayo Andalkan Palazon dan De Frutos
Di kubu Rayo, Andrei Ratiu dipastikan tidak tersedia karena cedera. Namun, sejauh persiapan berlangsung, tidak ada persoalan kebugaran besar lainnya.
Isi Palazon dapat kembali dimainkan setelah sanksinya dari musim lalu ditangguhkan.
Rayo kemungkinan mengandalkan kombinasi Jorge de Frutos dan Alvaro Garcia di area depan. Kumbulla serta Vertrouwd juga berpeluang langsung mendapatkan kesempatan tampil di lini belakang.
Prediksi susunan pemain Rayo Vallecano: Batalla; Balliu, Kumbulla, Lejeune, Vertrouwd; Valentin, Ciss, U. Lopez; Palazon, De Frutos, A. Garcia.
Duel yang Berpotensi Berjalan Ketat
Secara historis, Sevilla memiliki keunggulan atas Rayo. Dari 56 pertemuan terakhir, Rayo hanya mampu meraih 11 kemenangan.
Namun, statistik tersebut tidak otomatis menjadikan Sevilla favorit mutlak.
Masalah utama tuan rumah justru terletak pada konsistensi. Mereka masih mencari identitas setelah beberapa musim mengecewakan. Rayo, di sisi lain, sudah memiliki pengalaman bermain kompetitif dan baru saja menikmati musim yang relatif sukses.
Faktor kandang membuat Sevilla sedikit lebih layak diunggulkan. Dukungan publik Estadio Ramon juga bisa memberikan energi tambahan, terutama jika Ure mampu langsung memberikan dampak pada debutnya.
Akan tetapi, Rayo memiliki cukup banyak pemain yang bisa mengancam melalui transisi cepat. Jika Sevilla terlalu agresif sejak awal, ruang di belakang lini pertahanan dapat menjadi celah yang dieksploitasi tim tamu.
Karena itu, pertandingan ini kemungkinan tidak ditentukan oleh siapa yang paling dominan menguasai bola, melainkan siapa yang lebih efektif memanfaatkan momen.
Sevilla membutuhkan kemenangan untuk mengirim sinyal bahwa mereka siap memperbaiki posisi setelah finis di urutan ke-13. Rayo, sebaliknya, ingin membuktikan bahwa posisi delapan besar musim lalu bisa kembali dikejar.
Dengan melihat performa pramusim, perubahan komposisi tim, serta faktor kandang, laga pembuka ini diperkirakan berlangsung sengit dan minim margin kesalahan.
Prediksi skor: Sevilla 1-1 Rayo Vallecano.
Hasil imbang menjadi skenario yang paling masuk akal. Sevilla punya keuntungan bermain di kandang, tetapi Rayo memiliki kapasitas untuk mencuri gol dan membawa pulang setidaknya satu poin dari Andalusia. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi