Manchester City Hadapi Dilema Tijjani Reijnders, Sang Gelandang Diburu Al Qadsiah dan Nottingham Forest

Niklaas Andries • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 05:40 WIB
DILEMA: Tijjani Reijnders diminati Al Qadsiah dan Nottingham Forest (Manchester City)
DILEMA: Tijjani Reijnders diminati Al Qadsiah dan Nottingham Forest (Manchester City)

RADARBANYUWANGI.ID – Masa depan Tijjani Reijnders mulai memasuki fase menentukan. Gelandang Manchester City itu kini dihadapkan pada pilihan yang tidak sederhana: bertahan di Etihad Stadium, menerima pinangan klub Arab Saudi Al Qadsiah, atau membuka peluang pindah ke Nottingham Forest.

Reijnders baru menjalani musim debutnya bersama Manchester City dengan catatan cukup impresif. Pemain internasional Belanda tersebut mencetak tujuh gol dan menyumbangkan delapan assist dari 50 penampilan di semua kompetisi.

Namun, situasi di lini tengah City berubah cukup cepat. Setelah mendatangkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan status transfer rekor klub, Manchester City masih dikaitkan dengan Ayyoub Bouaddi dan Enzo Fernandez. Di saat yang sama, Nico Gonzalez dan Mateo Kovacic juga masih berada dalam skuad.

Kondisi tersebut membuat persaingan di sektor tengah semakin padat. Reijnders pun berpotensi menjadi salah satu pemain yang harus mengorbankan tempatnya jika seluruh rencana transfer City terealisasi. Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Reijnders saat ini mendapat minat dari dua klub.

Al Qadsiah Siapkan Tawaran Rp1 Triliun Lebih

Salah satu klub yang serius mengejar Reijnders adalah Al Qadsiah. Klub Arab Saudi itu dikabarkan siap menggelontorkan dana €60 juta atau sekitar £51,26 juta untuk mendapatkan tanda tangan mantan pemain AC Milan tersebut.

Nilai tersebut menunjukkan betapa tinggi posisi tawar Reijnders di pasar transfer. Apalagi, pemain 28 tahun itu baru melewati musim pertamanya di Manchester City dengan kontribusi yang cukup konsisten. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Reijnders.

Ia disebut belum menentukan apakah sudah saatnya meninggalkan sepak bola Eropa dan melanjutkan karier di Saudi Pro League. Secara finansial, tawaran Al Qadsiah tentu sangat menarik. Namun, secara kompetitif, keputusan tersebut berarti meninggalkan salah satu liga paling kompetitif di dunia.

Manchester City sendiri disebut terbuka untuk melepas Reijnders kepada Al Qadsiah.

Nottingham Forest Masih Mengintai

Di tengah pembicaraan dengan Al Qadsiah, Nottingham Forest muncul sebagai opsi lain. Forest memiliki kepentingan tersendiri. Klub tersebut baru saja kehilangan Elliot Anderson yang pindah ke Manchester City. Kini, mereka dikabarkan ingin mendatangkan Reijnders sebagai bagian dari upaya memperkuat kembali lini tengah.

Akan tetapi, ada satu persoalan besar: Nottingham Forest tidak menawarkan panggung kompetisi Eropa pada tahap ini.

Faktor tersebut bisa menjadi pertimbangan penting bagi Reijnders. Jika tetap bertahan di lingkungan sepak bola Inggris tetapi kehilangan kesempatan bermain di kompetisi Eropa, perpindahan ke Forest mungkin tidak otomatis menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan bertahan di Manchester City.

Sebaliknya, Al Qadsiah menawarkan dimensi berbeda. Uang dan proyek kompetisi menjadi daya tarik utama, tetapi Reijnders harus mempertimbangkan konsekuensi terhadap ambisi jangka panjangnya bersama tim nasional Belanda.

Masa Depan Rodri Ikut Memengaruhi Situasi

Menariknya, keputusan Manchester City terhadap Reijnders juga tidak bisa dilepaskan dari dinamika transfer pemain lain.

City saat ini menghadapi potensi kehilangan Rodri. Gelandang Spanyol tersebut disebut memiliki keinginan untuk bergabung dengan Barcelona.

Jika Rodri benar-benar pergi, kebutuhan Manchester City terhadap gelandang berkualitas justru dapat meningkat. Situasi itu membuat masa depan Reijnders menjadi semakin menarik untuk dicermati.

Di sisi lain, City juga sedang berhadapan dengan persoalan Enzo Fernandez. Chelsea dikabarkan memberikan batas waktu kepada Manchester City untuk memenuhi harga yang dipatok, yakni £120 juta.

Artinya, penjualan Reijnders dengan nilai lebih dari £50 juta dapat memberi ruang finansial tambahan bagi City. Dana tersebut berpotensi membantu klub bergerak lebih agresif jika akhirnya memutuskan mengejar Fernandez.

Reijnders Berada di Persimpangan

Dilema Reijnders bukan sekadar persoalan memilih klub baru. Ada pertarungan antara ambisi olahraga, kepastian peran di skuad, serta daya tarik finansial.

Bertahan di Manchester City berarti memperjuangkan tempat di lini tengah yang semakin kompetitif. Bergabung dengan Nottingham Forest memberikan kesempatan untuk mendapatkan peran yang lebih besar di Inggris, tetapi tanpa sepak bola Eropa.

Sementara itu, Al Qadsiah menawarkan paket finansial yang sulit diabaikan, tetapi Reijnders harus siap meninggalkan level persaingan tertinggi Eropa ketika kariernya masih berada pada usia produktif.

Bagi Manchester City, situasi ini juga menjadi permainan kalkulasi. Melepas Reijnders bisa menghasilkan pemasukan besar dan membuka ruang bagi pemain baru. Namun, jika Rodri juga pergi, keputusan tersebut berisiko membuat kedalaman lini tengah justru menipis.

Karena itu, keputusan Reijnders berpotensi menjadi salah satu kepingan penting dalam domino transfer Manchester City. Jika ia pergi ke Arab Saudi, City mendapatkan suntikan dana besar. Jika memilih bertahan, persaingan di lini tengah akan semakin sengit.

Sedangkan jika Forest berhasil meyakinkannya, City bukan hanya kehilangan pemain, tetapi juga berpotensi memperkuat salah satu klub yang bermain di Premier League.

Pada akhirnya, bola berada di kaki Reijnders. Manchester City sudah membuka pintu, Al Qadsiah menyiapkan uang, sementara Nottingham Forest menunggu peluang. Kini tinggal keputusan sang gelandang yang akan menentukan arah karier berikutnya. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
al qadsiah tijjani reijnders bursa transfer manchester city Nottingham Forest