RADARBANYUWANGI.ID – Shkendija menghadapi situasi yang tidak mudah ketika menjamu Hibernian pada leg kedua babak ketiga kualifikasi UEFA Conference League 2026-2027. Tertinggal 1-2 dari pertemuan pertama, klub asal Makedonia Utara itu dituntut tampil agresif jika ingin menjaga peluang melaju ke babak berikutnya.
Pertandingan Shkendija vs Hibernian akan berlangsung di Nacionalna Arena Toše Proeski, Kamis. Hanya kemenangan yang cukup untuk membuat Shkendija membalikkan keadaan. Sebaliknya, Hibernian datang dengan keuntungan tipis yang membuat mereka tidak harus mengambil risiko besar sejak menit awal.
Leg pertama di Easter Road Stadium menjadi gambaran betapa ketatnya duel kedua tim. Hibernian menang 2-1 melalui gol Warren O'Hora pada menit ke-90. Hasil tersebut sekaligus membuat Shkendija harus menanggung tekanan lebih besar di kandang sendiri.
Namun, skor tersebut juga belum membuat pertandingan selesai. Shkendija hanya membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol untuk memastikan kelolosan. Jika menang dengan selisih satu gol, pertandingan berpotensi memasuki perpanjangan waktu.
Shkendija Punya Rekam Jejak Comeback
Shkendija sebenarnya memiliki alasan untuk tetap optimistis. Di bawah pelatih baru sekaligus mantan pemain mereka, Artim Polozani, klub tersebut menunjukkan perkembangan positif sejak awal musim 2026-2027.
Langkah Shkendija di Conference League dimulai dengan kemenangan agregat 6-0 atas Europa FC. Mereka kemudian sempat kalah pada leg pertama melawan NK Bravo, tetapi segera bangkit.
Kemenangan 3-0 atas Skopje di pertandingan liga menjadi respons penting. Shkendija kemudian berhasil membalikkan keadaan ketika mengalahkan Bravo 3-1 pada leg kedua. Pola tersebut menunjukkan satu hal: Shkendija tidak mudah runtuh setelah mendapatkan hasil buruk.
Masalahnya, Hibernian memiliki kualitas dan pengalaman yang lebih baik dibanding lawan-lawan sebelumnya. Kekalahan 1-2 di Skotlandia juga tidak menggambarkan sepenuhnya jalannya pertandingan karena Shkendija beberapa kali mampu memberikan ancaman.
Kini, keuntungan bermain di kandang menjadi senjata penting bagi Polozani. Dukungan publik sendiri diharapkan mampu mendorong Shkendija bermain lebih berani sejak awal.
Hibernian Sedang Berada dalam Kepercayaan Diri Tinggi
Di kubu Hibernian, David Gray mulai menemukan formula yang lebih efektif setelah melewati awal musim yang tidak konsisten.
Hibernian sempat kalah dua kali dalam tiga pertandingan kompetitif pertama. Mereka bahkan harus mengakui keunggulan FC Malisheva 0-2 pada leg pertama babak kedua kualifikasi Conference League.
Namun, respons mereka sangat kuat. Hibernian menang 4-1 pada leg kedua untuk membalikkan keadaan.
Setelah kalah 1-2 dari Motherwell pada laga pembuka Scottish Premiership, Hibs kembali mencatat kemenangan penting. Kali ini korbannya jauh lebih berat: Rangers di Ibrox.
Hibernian menang 2-1 meski secara permainan lebih banyak berada dalam tekanan. Mereka hanya menguasai sekitar 25 persen penguasaan bola dan melepaskan delapan tembakan, berbanding 27 milik Rangers.
Di situlah letak kekuatan Hibernian saat ini. Mereka tidak membutuhkan dominasi bola untuk menjadi berbahaya.
Efisiensi di depan gawang menjadi pembeda. Karakter seperti itu sangat berharga ketika menghadapi Shkendija yang kemungkinan besar akan bermain terbuka dan meninggalkan ruang di lini belakang.
Perang Taktik: Shkendija Harus Berani, Hibernian Bisa Menunggu
Secara taktik, leg kedua berpotensi berjalan berbeda dari pertemuan pertama. Shkendija hampir pasti mengambil inisiatif serangan karena mereka membutuhkan gol. Polozani harus menemukan keseimbangan antara agresivitas dan kedisiplinan.
Terlalu banyak pemain maju dapat menjadi bumerang karena Hibernian memiliki kecepatan untuk melakukan serangan balik.
Sebaliknya, Hibernian memiliki situasi yang jauh lebih nyaman. Mereka dapat bermain lebih reaktif, mempertahankan keunggulan agregat, lalu mencari kesempatan ketika Shkendija kehilangan struktur. Karena itu, gol pertama akan sangat menentukan.
Jika Shkendija mencetak gol lebih dahulu, atmosfer pertandingan bisa berubah drastis dan tekanan berpindah kepada Hibernian. Namun, jika Hibs mampu mencetak gol pembuka, tugas Shkendija akan menjadi jauh lebih berat karena mereka harus mencetak setidaknya tiga gol untuk lolos tanpa melalui perpanjangan waktu.
Berita Tim Shkendija vs Hibernian
Fabrice Tamba menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan dari kubu Shkendija. Winger tersebut mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 pada akhir pekan dan kemungkinan besar kembali dipercaya sebagai starter.
Marko Gjorgjievski juga berpeluang masuk susunan pemain sejak awal. Penyerang tersebut mencetak satu-satunya gol Shkendija dalam kekalahan 1-2 dari Hibernian pada leg pertama.
Sementara itu, Hibernian masih menghadapi persoalan cedera yang melibatkan Nicky Cadden, Rocky Bushiri, dan Jack Iredale.
Callum Wright juga berpeluang mendapatkan tempat di starting XI setelah tampil sebagai pemain pengganti dan mencetak gol kemenangan pada menit ke-93 ketika Hibernian mengalahkan Rangers.
Prediksi Susunan Pemain
Shkendija: Ramani; Trumci, Manev, Meljichi, Zejnullai; Freitas, Islami; Tamba, Krasniqi, Kryeziu; Gjorgjievski.
Hibernian: Sallinger; Megwa, O'Hora, Kerr, Obita; Wright, Chaiwa, Mulligan; Elding, Lowe, Mayor.
Prediksi skor: Shkendija 0-2 Hibernian.
Shkendija memiliki modal kandang dan pengalaman membalikkan keadaan di babak sebelumnya. Namun, Hibernian datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Rangers di Ibrox.
Keunggulan agregat 2-1 juga memungkinkan Hibernian bermain lebih sabar. Mereka tidak harus mendominasi permainan, tetapi cukup menjaga struktur dan memanfaatkan celah yang ditinggalkan tuan rumah.
Shkendija diprediksi tampil menyerang sejak awal, tetapi pendekatan tersebut justru dapat membuka ruang bagi Hibernian.
Jika prediksi tersebut terealisasi, Hibernian akan memastikan langkah ke babak playoff Conference League dengan keunggulan agregat 4-1. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi