RADARBANYUWANGI.ID – FC Twente datang ke MOL Arena dengan modal yang nyaris sempurna. Keunggulan enam gol dari leg pertama membuat misi mereka menghadapi DAC Dunajska Streda pada leg kedua babak ketiga kualifikasi UEFA Conference League, Kamis, praktis berubah dari pertarungan menuju babak playoff menjadi agenda mengamankan tiket.
Twente menghancurkan Dunajska Streda 6-0 pada pertemuan pertama. Hasil itu membuat peluang tuan rumah melakukan pembalikan keadaan berada di wilayah nyaris mustahil. Bahkan, Dunajska Streda akan berusaha lebih realistis: bukan lagi mengejar keajaiban, melainkan menjaga harga diri di hadapan pendukung sendiri.
Di sisi lain, pertandingan ini menjadi ujian menarik bagi John van den Brom. Twente memang memiliki keunggulan agregat yang sangat besar, tetapi performa mereka belakangan belum sepenuhnya stabil.
Twente Harus Menjaga Fokus
Kemenangan 6-0 atas Dunajska Streda sempat menjadi sinyal bahwa Twente siap memasuki musim baru Eredivisie dengan kepercayaan diri tinggi. Namun, euforia itu tidak bertahan lama.
Pada pertandingan berikutnya, Twente justru takluk 0-1 dari Heerenveen. Ironisnya, mereka lebih banyak menguasai permainan, tetapi gagal mengubah dominasi menjadi gol.
Kekalahan tersebut menjadi yang kedua dalam tiga pertandingan bagi pasukan Van den Brom. Situasi itu patut dicermati karena Twente sebelumnya menutup musim 2024–2025 dengan catatan impresif, hanya kalah dua kali dalam 13 pertandingan terakhir.
Masalah lain adalah kepadatan jadwal. Twente memainkan empat pertandingan dalam rentang hanya 11 hari, dari 30 Juli hingga 9 Agustus. Dengan agregat 6-0, Van den Brom memiliki alasan kuat untuk melakukan rotasi. Namun, terlalu banyak mengendur juga bisa menjadi bumerang.
Twente hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan tandang terakhir mereka di kompetisi Eropa. Kemenangan tersebut terjadi ketika mengalahkan Malmo 3-2 pada Januari 2025.
Catatan tandang di kompetisi domestik juga belum meyakinkan. Twente belum meraih kemenangan kompetitif di kandang lawan sejak 4 April.
Karena itu, leg kedua ini bukan sekadar formalitas. Pertandingan tersebut bisa menjadi kesempatan Van den Brom menguji kedalaman skuad sekaligus mengembalikan konsistensi tim.
Dunajska Streda Mengejar Harga Diri
Bagi Dunajska Streda, defisit enam gol jelas berada di luar logika comeback normal dalam pertandingan Eropa.
Robert Klauss tentu menyadari bahwa timnya membutuhkan lebih dari sekadar kemenangan untuk membalikkan keadaan. Dunajska harus mencetak setidaknya tujuh gol tanpa kebobolan jika ingin lolos secara langsung. Namun, ada modal psikologis yang bisa mereka gunakan.
Dunajska Streda memiliki rekor kandang yang cukup impresif. Mereka memenangkan lima pertandingan kompetitif terakhir di markas sendiri. Dalam periode tersebut, mereka mencetak 12 gol dan hanya kebobolan satu kali.
Kemenangan 2-0 atas Banska Bystrica pada awal bulan menjadi salah satu bukti bahwa mereka tetap memiliki daya ledak ketika bermain di MOL Arena. Masalahnya, Twente berada di level yang berbeda.
Pada leg pertama, dua gol cepat dalam 11 menit pertama langsung menghancurkan rencana Dunajska. Setelah itu, tekanan Twente semakin sulit dihentikan hingga skor berakhir 6-0.
Leg kedua kemungkinan besar akan menghadirkan pertandingan dengan karakter berbeda. Dunajska berpotensi tampil lebih agresif sejak menit awal, sedangkan Twente kemungkinan memilih permainan yang lebih efisien untuk menghindari risiko cedera dan menghemat energi.
Berpotensi Jadi Panggung Rotasi
Kondisi skuad juga membuat rotasi menjadi perhatian. Naci Unuvar yang berusia 23 tahun telah kembali berlatih dan diperkirakan ikut dalam rombongan ke Slovakia. Namun, kontribusinya kemungkinan masih dibatasi karena baru pulih.
Daouda Weidmann, yang tampil sebagai salah satu pemain terbaik pada leg pertama, absen ketika Twente menghadapi Heerenveen. Keterlibatannya pada pertandingan ini juga masih diragukan.
Mees Hilgers mulai mendekati comeback setelah absen lebih dari setahun. Namun, dia belum tersedia untuk pertandingan ini, begitu pula Stav Lemkin.
Di kubu tuan rumah, Andreas Gruber diperkirakan kembali absen. Sementara itu, Uros Kabic kemungkinan kehilangan tempat setelah penampilannya kurang meyakinkan pada leg pertama.
Matej Trusa, yang menggantikannya dalam pertandingan sebelumnya, berpeluang kembali dipercaya sejak menit awal.
Perkiraan Susunan Pemain
DAC Dunajska Streda: Filipe; Juklerod, Nemanic, Kacharaba, Trontelj; Blazek; Ramadan, Bationo, Ouro, Trusa; Gagua.
FC Twente: Unnerstall; Adelgaard, Propper, Bruns, Van Rooy; Van den Belt, Zerrouki; Orjasaeter, Rots, Pjaca; Weghorst.
Prediksi: DAC Dunajska Streda 1-3 FC Twente.
Secara matematis, Dunajska Streda masih memiliki peluang. Tetapi sepak bola bukan hanya soal matematika; kualitas, pengalaman, dan situasi pertandingan juga berbicara.
Twente sudah membangun fondasi kemenangan yang sangat kuat pada leg pertama. Mereka tidak perlu tampil dengan intensitas maksimal untuk mempertahankan agregat.
Justru pendekatan paling masuk akal bagi Twente adalah bermain cerdas: menguasai bola, mengontrol tempo, dan memanfaatkan ruang ketika Dunajska harus menyerang.
Tuan rumah diprediksi mampu mencetak gol berkat dukungan publik MOL Arena. Namun, kualitas Twente seharusnya tetap menjadi pembeda.
Kemenangan kembali akan membuat Twente melangkah ke babak playoff dengan kepercayaan diri lebih baik. Lawan berikutnya kemungkinan adalah Dynamo Kyiv atau Qarabag.
Bagi Dunajska Streda, kemenangan mungkin masih menjadi target realistis. Tetapi membalikkan defisit enam gol? Itu membutuhkan malam yang nyaris sempurna. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi