RADARBANYUWANGI.ID - Paris Saint-Germain dan Aston Villa kembali berhadapan di panggung Eropa. Kali ini, taruhannya bukan sekadar gengsi, melainkan trofi UEFA Super Cup yang mempertemukan dua juara kompetisi antarklub Eropa musim lalu.
Pertandingan PSG vs Aston Villa akan berlangsung di Stadion Salzburg, Austria, Rabu malam. Duel ini menjadi pertemuan ketiga sepanjang sejarah kedua klub sekaligus kesempatan bagi keduanya untuk memperbaiki catatan head-to-head yang masih sangat berimbang.
PSG datang sebagai juara Liga Champions musim lalu setelah menundukkan Arsenal di final. Sementara itu, Aston Villa mengamankan status sebagai juara Liga Europa usai mengalahkan Freiburg pada partai puncak.
Secara sejarah, PSG dan Villa baru dua kali bertemu. Menariknya, seluruh pertemuan tersebut terjadi pada perempat final Liga Champions 2024–2025.
Dari dua pertandingan itu, PSG unggul tipis. Klub asal Paris tersebut mencatat satu kemenangan, sedangkan Aston Villa juga sekali menang. Tidakada pertandingan yang berakhir imbang.
PSG Unggul Agregat, Villa Pernah Bikin Kejutan
Pertemuan pertama terjadi pada 9 April 2025 di markas PSG. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim asuhan Luis Enrique menang 3-1.
Hasil tersebut membuat PSG berada dalam posisi sangat menguntungkan untuk melangkah ke semifinal. Dua gol keunggulan menjadi modal besar sebelum mereka bertandang ke Villa Park. Namun, Aston Villa tidak menyerah begitu saja.
Pada leg kedua, 15 April 2025, Villa memberikan perlawanan sengit. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, klub Inggris tersebut menang 3-2. Kemenangan itu sekaligus menjadi kemenangan pertama Aston Villa atas PSG.
Meski demikian, hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan. PSG tetap lolos dengan keunggulan agregat 5-4.
Yang membuat laga tersebut semakin menarik adalah cara Villa bangkit. PSG sempat unggul dua gol pada leg kedua sehingga secara agregat berada dalam posisi 5-1. Namun, Villa mampu mencetak tiga gol balasan dan membuat pertandingan berubah menjadi penuh tekanan hingga menit-menit akhir.
Dari rangkaian dua pertemuan itu terlihat satu hal penting: PSG memang memiliki keunggulan pengalaman dan efektivitas di fase gugur Eropa, tetapi Villa terbukti mampu membuat raksasa Prancis tersebut berada dalam situasi sulit.
Rekor Pertemuan PSG vs Aston Villa
Total pertemuan: 2 pertandingan
PSG menang: 1
Aston Villa menang: 1
Imbang: 0
Gol PSG: 5
Gol Aston Villa: 4
Dua pertemuan sebelumnya:
15 April 2025: Aston Villa 3-2 PSG – Perempat final Liga Champions, leg kedua.
9 April 2025: PSG 3-1 Aston Villa – Perempat final Liga Champions, leg pertama.
UEFA Super Cup Jadi Babak Baru
Rekor imbang 1-1 dalam jumlah kemenangan membuat UEFA Super Cup memiliki arti tersendiri. PSG dan Villa tidak hanya bertemu untuk menentukan pemilik trofi pembuka musim Eropa, tetapi juga berebut keunggulan dalam sejarah pertemuan mereka.
Bagi PSG, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan bahwa keberhasilan menjuarai Liga Champions bukan kebetulan. Setelah melewati Arsenal di final musim lalu, mereka kini dituntut mempertahankan standar sebagai klub elite Eropa.
Villa memiliki tantangan berbeda. Kekalahan agregat dari PSG pada Liga Champions musim lalu menjadi pengalaman berharga. Mereka sudah mengetahui bagaimana rasanya menghadapi tekanan PSG, termasuk ketika sempat tertinggal jauh tetapi mampu bangkit di Villa Park.
Karena itu, pertandingan kali ini berpotensi berjalan lebih terbuka. PSG memiliki kualitas individu dan pengalaman yang sangat kuat, sedangkan Villa membawa modal kepercayaan diri dari kemenangan pada pertemuan terakhir.
Satu catatan menjadi pembeda: PSG belum pernah kalah dari Villa dalam agregat dua leg, tetapi mereka juga sudah merasakan bagaimana Villa mampu mengalahkan mereka dalam sebuah pertandingan.
UEFA Super Cup pun menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk mengubah narasi tersebut.
Jika PSG menang, mereka semakin menegaskan dominasi setelah menjadi juara Liga Champions. Namun, jika Villa kembali menaklukkan PSG, kemenangan itu akan menjadi sinyal bahwa klub Inggris tersebut bukan sekadar pendatang dalam persaingan elite Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi