RADARBANYUWANGI.ID – Paris Saint-Germain (PSG) berada di ambang sejarah baru. Setelah menutup musim lalu dengan gelar Liga Champions dan mempertahankan trofi Piala Super UEFA, raksasa Prancis itu kembali memburu satu keping trofi di awal musim 2026-2027.
Kali ini, Aston Villa berdiri sebagai penghalang.
PSG akan berhadapan dengan Aston Villa dalam pertandingan Piala Super UEFA di Salzburg, Rabu malam. Duel tersebut mempertemukan juara Liga Champions dengan kampiun Liga Europa dalam laga yang sekaligus menjadi pembuka resmi perebutan trofi antarklub Eropa musim ini.
Bagi PSG, pertandingan ini bukan sekadar kesempatan menambah koleksi gelar. Tim besutan Luis Enrique berpeluang mencatatkan sejarah dengan menjadi klub keempat yang mampu mempertahankan Piala Super UEFA secara beruntun setelah Ajax, AC Milan, dan Real Madrid.
Ambisi tersebut terasa semakin kuat karena PSG datang dengan mental juara. Musim lalu, Les Parisiens mengakhiri penantian panjang dengan merebut Liga Champions. Arsenal menjadi korban terakhir dalam perjalanan mereka menuju trofi setelah PSG menang melalui adu penalti menyusul hasil imbang 1-1.
Gelar itu sekaligus memperkaya koleksi trofi Enrique menjadi 12 sejak menangani PSG. Artinya, laga melawan Villa membuka peluang bagi pelatih asal Spanyol tersebut untuk mengangkat trofi ke-13 bersama klub Paris itu. Namun, PSG belum sepenuhnya berada dalam kondisi ideal.
Dalam dua pertandingan pramusim, PSG kalah 0-3 dari Mallorca dan kemudian bermain imbang 1-1 melawan Manchester United. Minimnya persiapan sejumlah pemain utama membuat Enrique belum bisa menurunkan kekuatan terbaik sejak awal.
Meski demikian, ada satu statistik yang membuat Villa patut waspada. PSG selalu mencetak gol dalam 28 pertandingan kompetitif berturut-turut sejak kekalahan dari Paris FC pada Januari lalu.
PSG Punya Memori Manis atas Villa
Aston Villa bukan lawan yang asing bagi PSG. Kedua klub sudah bertemu dalam perjalanan PSG menuju gelar Liga Champions musim lalu. Pertemuan di perempat final berlangsung dramatis dan menghasilkan total sembilan gol dalam dua pertandingan. PSG akhirnya lolos dengan kemenangan agregat 5-4.
Villa memang tersingkir dari Liga Champions, tetapi mereka menebusnya dengan perjalanan luar biasa di Liga Europa. Tim Unai Emery melaju hingga final dan menghancurkan Freiburg untuk membawa pulang trofi Eropa.
Keberhasilan itu menjadi sangat berarti karena merupakan gelar besar pertama Villa dalam tiga dekade. Sayangnya, skuad Emery mengalami perubahan setelah kesuksesan tersebut. Morgan Rogers dan kapten Belgia Youri Tielemans menjadi dua nama penting yang meninggalkan klub.
Villa kemudian bergerak cepat. Alejandro Garnacho, Joao Gomes, dan Johan Manzambi didatangkan untuk memperkuat tim yang kini memasuki fase pembangunan ulang.
Hasil pramusim mereka juga belum konsisten. Dari enam pertandingan, Villa mencatat tiga kemenangan dan tiga kekalahan. Kekalahan terbaru datang ketika mereka takluk 1-2 dari Bayern Munich.
Jika PSG sudah terbiasa dengan atmosfer pertandingan perebutan trofi, Villa justru menghadapi tantangan berbeda. Emery memang memiliki reputasi sebagai spesialis Liga Europa, tetapi tiga kesempatan sebelumnya untuk memenangkan Piala Super UEFA selalu berakhir dengan kegagalan.
Salah satu kekalahan paling mencolok terjadi ketika tim Sevilla asuhannya ditundukkan Barcelona dengan agregat 5-4.
Villa justru memiliki sejarah berbeda. Dalam satu-satunya penampilan mereka di Piala Super UEFA, klub asal Birmingham tersebut mampu mengalahkan Barcelona dengan agregat 3-1 pada 1982, beberapa bulan setelah mereka menaklukkan Bayern Munich untuk menjadi juara Piala Champions Eropa.
Berita Tim PSG
PSG mulai mendapatkan kembali sejumlah pemain penting setelah masa istirahat pascakompetisi internasional.
Vitinha, Nuno Mendes, Joao Neves, dan kapten Marquinhos sudah kembali tampil ketika menghadapi Manchester United. Enrique masih memiliki beberapa pemain bintang lain yang berpotensi diturunkan jika kondisi kebugarannya memungkinkan.
Ousmane Dembele, Desire Doue, Fabian Ruiz, Achraf Hakimi, Lucas Hernandez, dan Warren Zaire-Emery menjadi nama yang dapat memperkuat PSG di Salzburg.
Sementara itu, PSG telah kehilangan Goncalo Ramos, Randal Kolo Muani, dan Lee Kang-in pada bursa transfer musim panas.
Maghnes Akliouche menjadi salah satu rekrutan utama PSG. Menariknya, Lucas Digne juga meninggalkan Aston Villa untuk bergabung dengan juara Prancis tersebut.
Komposisi lini depan PSG masih menjadi perhatian. Kvaratskhelia tetap menjadi salah satu pemain yang dapat memberikan perbedaan, terutama melalui kemampuan membawa bola dan menciptakan situasi satu lawan satu.
Berita Tim Aston Villa
Villa berpotensi memberikan debut kompetitif kepada Garnacho dan Joao Gomes. Namun, Johan Manzambi dipastikan tidak dapat bermain setelah mengalami cedera lutut ketika memperkuat Swiss.
Masalah kebugaran juga menghantui kapten John McGinn. Gelandang tersebut mengalami cedera dalam pertandingan pramusim melawan BG Pathum United.
Kondisi tersebut membuat Villa berpotensi kehilangan beberapa pemain penting. Amadou Onana masih menjalani pemulihan cedera ligamen anterior, sedangkan Ezri Konsa, Ollie Watkins, dan Emiliano Martinez belum tentu berada dalam kondisi yang cukup baik untuk tampil sejak menit pertama.
Kabar positif datang dari Boubacar Kamara. Gelandang penting Villa itu telah kembali setelah menjalani periode panjang tanpa bermain.
Brian Madjo juga menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan. Penyerang muda tersebut tampil impresif selama pramusim dengan mencetak empat gol.
Perkiraan Susunan Pemain
Paris Saint-Germain (4-3-3): Safonov; Boly, Marquinhos, Pacho, Mendes; Mayulu, Vitinha, Neves; Mbaye, Ayari, Kvaratskhelia.
Aston Villa (4-2-3-1): Bizot; Cash, Lindelof, Torres, Maatsen; Gomes, Kamara; Hemmings, Buendia, Garnacho; Guessand.
Prediksi skor: Paris Saint-Germain 2-0 Aston Villa.
Pertandingan ini kemungkinan besar ditentukan oleh satu aspek: seberapa cepat PSG mampu mengembalikan intensitas permainan kompetitif mereka.
Villa memiliki keuntungan dari sisi persiapan karena telah menjalani enam pertandingan pramusim. Namun, banyaknya perubahan komposisi skuad membuat organisasi permainan mereka belum sepenuhnya stabil.
PSG berada di posisi berbeda. Persiapan mereka lebih pendek, tetapi struktur permainan Enrique sudah terbentuk sejak musim sebelumnya.
Kekuatan PSG terletak pada kemampuan menjaga penguasaan bola, mengalirkan serangan melalui lini tengah, serta menekan lawan setelah kehilangan bola. Vitinha dan Joao Neves bisa menjadi pusat kendali permainan.
Villa kemungkinan memilih pendekatan yang lebih vertikal. Garnacho dapat menjadi senjata untuk mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan PSG, terutama ketika tim Prancis itu terlalu banyak mengirim pemain ke depan.
Namun, absennya sejumlah pemain utama Villa membuat kedalaman skuad menjadi persoalan. Jika Watkins dan Martinez belum siap tampil penuh, Villa kehilangan dua pemain yang sangat penting dalam fase menyerang dan menjaga gawang.
Sebaliknya, PSG memiliki lebih banyak pemain yang mampu mengubah pertandingan dalam situasi sempit.
PSG memiliki pengalaman lebih besar dalam pertandingan besar dan datang dengan momentum sebagai juara Liga Champions. Villa memang punya kualitas untuk memberikan perlawanan, tetapi perubahan skuad dan persoalan kebugaran membuat tugas mereka semakin berat.
Jika PSG mampu bermain dengan tempo normal dan tidak terlalu terpengaruh minimnya pertandingan pramusim, mereka seharusnya dapat mengontrol pertandingan.
Kemenangan akan membawa PSG semakin dekat dengan catatan bersejarah: menjadi klub keempat yang berhasil mempertahankan Piala Super UEFA.
Bagi Enrique, trofi tersebut juga akan menjadi bukti lain bahwa PSG bukan lagi sekadar klub dengan ambisi besar. Mereka mulai membangun tradisi sebagai penguasa Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi