Prediksi Arsenal vs Como 1907: Ujian Terakhir Sebelum Community Shield, The Gunners Wajib Bangkit

Niklaas Andries • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:25 WIB
UJIAN TERAKHIR: Arsenal akan hadapi Como 1907 dalam laga pramusim (Arsenal)
UJIAN TERAKHIR: Arsenal akan hadapi Como 1907 dalam laga pramusim (Arsenal)

RADARBANYUWANGI.ID - Arsenal mendapat kesempatan terakhir untuk mengasah kesiapan sebelum membuka musim kompetitif. Menghadapi Como di Emirates Stadium pada Rabu, laga uji coba ini bukan sekadar pertandingan pemanasan, melainkan simulasi penting sebelum The Gunners menghadapi Manchester City pada Community Shield.

Mikel Arteta tentu ingin menutup rangkaian pramusim dengan kemenangan. Kekalahan 2-3 dari Borussia Dortmund pada akhir pekan lalu menjadi alarm kecil yang perlu segera diperbaiki, terutama di lini depan dan koordinasi pertahanan.

Arsenal sejauh ini belum menunjukkan onsistensi ideal. Dari tiga pertandingan uji coba musim panas, mereka mencatat satu kemenangan dan dua kekalahan. Namun, Arteta kemungkinan tidak terlalu risau dengan hasil tersebut karena fokus utama pramusim adalah meningkatkan kebugaran pemain sekaligus mematangkan pola permainan baru. Persoalannya, beberapa lubang di dalam skuad masih terlihat jelas.

Lini Depan Arsenal Jadi Sorotan

Salah satu perhatian terbesar mengarah kepada Viktor Gyokeres. Penyerang asal Swedia itu memang mencetak gol melalui titik penalti ketika Arsenal menghadapi Dortmund. Namun, kontribusinya dalam permainan terbuka masih belum sepenuhnya meyakinkan.

Kemampuan menghubungkan permainan dengan rekan-rekan setim menjadi salah satu aspek yang harus segera dibenahi. Arsenal membutuhkan Gyokeres bukan hanya sebagai eksekutor di kotak penalti, tetapi juga sebagai titik tumpu serangan ketika menghadapi pertahanan rapat.

Catatan Arsenal di Emirates juga belum sepenuhnya meyakinkan. Dalam tujuh pertandingan terakhir di kandang, mereka menelan dua kekalahan dan sekali bermain imbang. Bahkan, empat di antaranya berakhir dengan Arsenal mencetak maksimal satu gol.

Di sisi lain, pertahanan sebenarnya memiliki modal positif. Arsenal mampu mencatat lima clean sheet dalam periode tersebut. Kekalahan dari Dortmund, yang membuat mereka kebobolan tiga gol, lebih terlihat sebagai penyimpangan dari standar pertahanan yang selama ini dibangun Arteta.

Karena itu, laga melawan Como menjadi kesempatan untuk menemukan kembali keseimbangan antara agresivitas menyerang dan soliditas bertahan.

Como Datang dengan Modal Mengejutkan

Como bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Musim lalu, klub berjuluk I Biancoblu itu finis di posisi keempat Serie A. Pencapaian tersebut terasa semakin luar biasa jika melihat perjalanan klub yang pada 2017-2018 masih bermain di Serie D.

Keberhasilan Como menembus zona Liga Champions menjadi salah satu kisah paling menarik di sepak bola Italia musim lalu. Di bawah arahan Cesc Fabregas, mereka berkembang menjadi tim yang berani memainkan sepak bola progresif sekaligus memiliki karakter kuat saat bertanding di markas lawan.

Pramusim Como juga berjalan cukup stabil. Mereka mengemas dua kemenangan, satu hasil imbang, serta satu kekalahan melalui adu penalti. Sembilan gol berhasil mereka ciptakan dari rangkaian laga tersebut, meski enam kali gawang mereka kebobolan. Masalahnya, Como sudah lima pertandingan beruntun gagal mencatat clean sheet.

Namun, rekor tandang mereka pada Serie A 2025-2026 patut diperhitungkan. Como mengakhiri musim dengan tiga kemenangan beruntun di kandang lawan. Hanya AC Milan dan Inter Milan yang memiliki catatan tandang lebih baik daripada mereka. Artinya, Arsenal tidak akan berhadapan dengan tim yang sekadar datang untuk bertahan.

Bruno Guimaraes Jadi Magnet Perhatian

Salah satu pemain yang paling dinanti kehadirannya adalah Bruno Guimaraes. Gelandang asal Brasil itu baru bergabung dengan Arsenal dari Newcastle United melalui transfer senilai £75 juta. Pertandingan kontra Como berpotensi menjadi panggung penting untuk melihat bagaimana Guimaraes mulai beradaptasi dengan sistem permainan Arteta.

Kehadirannya bisa memberikan dimensi berbeda di lini tengah Arsenal. Guimaraes dikenal memiliki kemampuan membawa bola, membaca tekanan lawan, sekaligus mengatur sirkulasi permainan dari area tengah.

Selain Guimaraes, Declan Rice juga telah kembali berlatih setelah mendapat waktu istirahat lebih panjang usai tampil di Piala Dunia. Bukayo Saka dan David Raya juga sudah kembali ke skuad. Ketiganya kemungkinan mendapat menit bermain untuk mengembalikan ritme pertandingan sebelum laga kompetitif dimulai.

Namun, Arteta masih harus menghadapi persoalan di lini belakang. William Saliba dan Jurrien Timber dipastikan absen dalam periode yang cukup panjang. Saliba bahkan diperkirakan menepi selama berbulan-bulan.

Ben White dan Cristhian Mosquera pun berpeluang menjadi bagian dari komposisi pertahanan yang lebih eksperimental.

Como Siapkan Wajah Baru

Dari kubu Como, Trevoh Chalobah berpotensi menjalani debut setelah didatangkan dari Chelsea pada awal Agustus. Bek tengah tersebut akan menjadi tambahan penting untuk memperkuat pertahanan Como. Di lini tengah, Maximo Perrone dan Adrian Lahdo diperkirakan mendapat kesempatan tampil sejak awal.

Fabregas kemungkinan mengandalkan kombinasi Assane Diao, Maxence Caqueret, Mattia Liberali, dan Anastasios Douvikas untuk menopang serangan.

Pertandingan ini juga memiliki sentuhan emosional bagi Fabregas. Emirates bukan stadion asing bagi mantan gelandang Arsenal tersebut setelah delapan tahun mengabdi sebagai pemain The Gunners.

Kepulangannya kali ini tentu terasa berbeda karena ia datang sebagai pelatih tim lawan. Jejaknya di Arsenal tetap kuat, meski perjalanan kariernya kemudian juga membawa Fabregas ke Chelsea, salah satu rival London yang memiliki sejarah panjang dengan The Gunners.

Prediksi skor: Arsenal 2-1 Como.

Arsenal diperkirakan tidak akan bermain dengan intensitas maksimal sepanjang pertandingan. Dengan Community Shield sudah menanti, Arteta kemungkinan lebih memprioritaskan kebugaran pemain sekaligus memastikan struktur permainan berjalan sesuai rencana.

Kehadiran Guimaraes dapat menjadi pembeda. Arsenal membutuhkan gelandang yang mampu memenangkan duel, keluar dari tekanan, dan mempercepat transisi dari bertahan ke menyerang.

Di sisi lain, Como memiliki cukup banyak senjata untuk membuat pertahanan Arsenal bekerja keras. Rekor tandang mereka musim lalu menunjukkan bahwa tim Fabregas tidak mudah kehilangan keberanian ketika bermain di markas lawan. Namun, kembalinya sejumlah pemain utama Arsenal membuat tuan rumah lebih diunggulkan.

Pertandingan ini kemungkinan tidak menghasilkan banyak gol. Akan tetapi, bagi Arteta, kemenangan bukan satu-satunya ukuran. Yang jauh lebih penting adalah melihat apakah Arsenal sudah menemukan formula yang cukup matang sebelum duel sesungguhnya menghadapi Manchester City.

Perkiraan Susunan Pemain

Arsenal: Raya; White, Mosquera, Gabriel, Calafiori; Guimaraes, Lewis-Skelly; Dowman, Odegaard, Tzolis; Havertz.

Como: Butez; Smolcic, Ramon, Chalobah, Kaiki; Perrone, Lahdo; Diao, Caqueret, Liberali; Douvikas.

Formasi Pramusim

Arsenal: menang, kalah, kalah.

Como: imbang, menang, kalah, menang. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
bruno guimaraes Arsenal vs Como1907 Prediksi Arsenal vs Como arsenal Como 1907