RADARBANYUWANGI.ID - Liverpool akhirnya meresmikan kedatangan Ronald Araujo dari Barcelona. Bek tengah asal Uruguay itu bergabung dengan status pinjaman untuk musim 2026–2027, sekaligus membawa satu nomor yang punya makna personal cukup dalam: 33.
Kepindahan Araujo sebenarnya sudah terendus beberapa hari sebelumnya. Bek berusia 27 tahun tersebut kemudian terbang ke Merseyside pada akhir pekan untuk menyelesaikan proses administrasi sebelum akhirnya diperkenalkan secara resmi sebagai pemain anyar Liverpool.
Barcelona melalui pelatih Hansi Flick juga telah mengonfirmasi kepergian Araujo. Rekan setimnya di tim nasional Uruguay, Darwin Nunez, bahkan lebih dahulu memberikan ucapan selamat melalui media sosial.
Liverpool disebut memiliki opsi pembelian permanen senilai sekitar £47 juta atau sekitar Rp1 triliun pada akhir masa peminjaman. Jika performanya sesuai ekspektasi, The Reds memiliki jalur untuk mengubah status Araujo dari pemain pinjaman menjadi milik permanen. Yang menarik, Liverpool memberikan nomor punggung 33 kepada Araujo.
Nomor tersebut bukan sekadar angka bagi sang pemain. Nomor 33 merupakan nomor yang pernah dikenakannya ketika mulai menembus sepak bola senior bersama Barcelona.
“Ini nomor yang saya sukai dan sangat spesial bagi saya,” kata Araujo dalam wawancara pertamanya kepada laman resmi Liverpool.
Araujo menjelaskan, nomor tersebut juga berkaitan dengan perjalanan awal karier profesionalnya. Lebih dari itu, angka 33 memiliki makna pribadi yang berkaitan dengan keyakinan dan hubungannya dengan Tuhan.
“Saya pernah membicarakannya dengan teman, keluarga, pasangan, dan orang tua. Saya sangat senang bisa mengenakan nomor ini karena memiliki makna dalam banyak hal,” ujarnya.
Nomor 33 dan Tantangan Baru di Liverpool
Nomor 33 memang memiliki sejarah tersendiri di Liverpool. Namun, jejak pemakainya di Anfield tidak selalu berakhir dengan cerita besar.
Jordon Ibe dan Jonjo Shelvey pernah mengenakan nomor tersebut. Neil Mellor juga menggunakan nomor 33 dan kemudian menjadi bagian dari skuad Liverpool yang menjuarai Liga Champions 2005. Araujo tentu datang dengan reputasi yang berbeda.
Bek Uruguay itu telah mencatatkan 38 penampilan bersama Barcelona musim lalu dan mencetak empat gol. Namun, situasinya tidak sepenuhnya ideal. Ia hanya 11 kali menjadi starter di La Liga dan empat kali tampil sejak menit pertama di Liga Champions.
Periode tersebut juga bertepatan dengan perjuangan Araujo menghadapi persoalan kesehatan mental. Di Liverpool, tantangannya bukan sekadar mendapatkan menit bermain. Ia harus segera menemukan kembali konsistensi dan kepercayaan diri yang membuat Barcelona dulu melihatnya sebagai salah satu bek masa depan.
Secara karakter permainan, Araujo menawarkan sesuatu yang dibutuhkan Liverpool: pengalaman, kekuatan dalam duel, kecepatan untuk menghadapi penyerang, serta fleksibilitas bermain di lini belakang.
Bisa Debut Lawan Como?
Pertanyaan berikutnya adalah kapan Araujo akan menjalani debutnya bersama Liverpool? Peluang tersebut terbuka cukup lebar pada pertandingan pramusim melawan Como di Anfield, Minggu. Liverpool hanya memiliki satu pertandingan persiapan tersisa sebelum memulai kampanye Premier League 2026–2027 menghadapi Newcastle United di St James’ Park.
Araujo sendiri sudah mendapatkan menit bermain pada akhir Juli ketika masih memperkuat Barcelona dalam pertandingan melawan Birmingham City. Kondisi tersebut membuatnya relatif tidak datang dengan kebutuhan membangun kebugaran dari nol.
Debut menghadapi Como pun masuk akal jika Liverpool ingin segera mengintegrasikan Araujo ke dalam sistem permainan.
Situasi di lini belakang juga membuat kedatangannya menjadi semakin penting. Giovanni Leoni masih menjalani pemulihan dari cedera ACL, sedangkan Joe Gomez mengalami masalah otot.
Dengan kondisi tersebut, Liverpool membutuhkan opsi berpengalaman untuk mendampingi kapten Virgil van Dijk. Di sinilah Araujo bisa memainkan peran penting.
Jika langsung dipercaya tampil, laga melawan Como bukan sekadar pertandingan pramusim. Itu dapat menjadi panggung pertama bagi Araujo untuk menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya solusi darurat di lini belakang, melainkan bagian dari rencana Liverpool untuk membangun pertahanan yang lebih kokoh.
Liverpool mendapatkan bek yang sedang mencari momentum baru. Araujo mendapatkan kesempatan untuk membuka babak baru setelah periode sulit di Barcelona.
Nomor 33 mungkin mengingatkan pada awal perjalanan profesionalnya. Namun, di Anfield, angka itu akan membawa cerita yang benar-benar baru. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi