AC Milan Kembali Kejar Dario Osorio, Dulu Nyaris Dibeli Cuma €5 Juta, Kini Tembus €20 Juta

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 22:23 WIB
GELANDANG SERANG: Dario Osorio, pemain yang diminati AC Milan. (Istimewa)
GELANDANG SERANG: Dario Osorio, pemain yang diminati AC Milan. (Istimewa)

RADAR BANYUWANGI – Tiga setengah tahun setelah gagal memboyong Dario Osorio dengan harga sekitar €5 juta, AC Milan kembali membuka jalan untuk pemain yang sama. Kali ini, winger asal Chile tersebut datang dengan reputasi dan nilai pasar yang jauh berbeda setelah berkembang bersama FC Midtjylland di Denmark.

Ketertarikan Rossoneri terhadap Osorio kembali menguat dalam beberapa hari terakhir. Milan dilaporkan telah membuka kembali kontak terkait pemain kelahiran 2004 itu, yang kini menjadi salah satu profil gelandang serang muda yang menarik perhatian klub. 

Nama Osorio bukan sosok baru dalam radar Milan.

Pada Januari 2023, ketika masih memperkuat Universidad de Chile, Milan sudah berupaya mendapatkan sang pemain. Laporan saat itu menyebut Rossoneri mengajukan tawaran sekitar €5 juta untuk winger muda tersebut. 

Namun, transfer itu tidak pernah terwujud.

Osorio kemudian memilih melanjutkan kariernya di Eropa melalui Midtjylland. Keputusan tersebut ternyata menjadi bagian penting dalam proses perkembangannya.

Kini, Milan datang kembali dengan kebutuhan yang berbeda dan harga yang jauh lebih mahal.

Dari Tawaran €5 Juta Menjadi €15–20 Juta

Osorio saat ini telah berkembang menjadi pemain yang lebih matang dibanding ketika Milan pertama kali mengejarnya.

Laporan terbaru menyebut Midtjylland terbuka untuk bernegosiasi, tetapi klub Denmark tersebut memiliki posisi tawar kuat. Nilai yang dikaitkan dengan transfer Osorio berada di kisaran €15 juta hingga €20 juta

Artinya, Milan harus mengeluarkan dana beberapa kali lipat dibanding tawaran yang pernah diajukan pada 2023.

Belum ada konfirmasi mengenai tawaran resmi €20 juta. Namun, besarnya angka yang beredar menunjukkan bahwa perkembangan Osorio membuat situasi transfer berubah drastis.

Dari pemain muda yang saat itu masih mencari pijakan menuju sepak bola Eropa, Osorio kini menjadi aset yang dinilai layak diperebutkan klub Serie A.

Dulu Gagal ke Milan, Osorio Pilih Jalan Berbeda

Kegagalan transfer pada 2023 bukan sepenuhnya cerita tentang Milan yang kehilangan kesempatan.

Menurut laporan dari Chile ketika itu, Osorio sendiri disebut memilih tidak langsung bergabung dengan klub besar Italia. Ia dikabarkan ingin lebih dulu berkembang di klub Eropa yang memberikan kesempatan bermain dan proses adaptasi lebih bertahap.

Osorio akhirnya bergabung dengan Midtjylland pada 2023.

Pilihan tersebut memberinya ruang untuk berkembang sebelum kembali menjadi perhatian klub-klub besar.

Kini, ketika Milan kembali datang, keputusan tersebut justru terlihat memiliki sisi positif bagi sang pemain.

Ia tidak datang ke San Siro sebagai talenta mentah seperti tiga tahun lalu.

Ia datang dengan pengalaman sepak bola Eropa dan profil yang semakin sesuai dengan kebutuhan klub.

Ruben Amorim Suka Profil Osorio

Salah satu alasan nama Osorio kembali muncul adalah kecocokannya dengan kebutuhan pelatih Milan Ruben Amorim.

Laporan terbaru menyebut Milan mencari pemain menyerang berkaki kiri yang mampu memberikan kreativitas sekaligus fleksibilitas dalam sistem permainan Amorim. Osorio dinilai cocok dengan karakter tersebut.

Pemain asal Chile itu secara natural beroperasi sebagai winger kanan, meski dapat menjalankan sejumlah peran lain di area serang.

Dalam sistem tiga bek yang biasa digunakan Amorim, fleksibilitas pemain sayap atau gelandang serang menjadi aspek penting.

Osorio menawarkan profil tersebut.

Ia bisa bermain melebar, masuk ke area tengah, membawa bola, serta memberikan ancaman dengan kaki kirinya.

Karena itu, Milan melihat Osorio bukan hanya sebagai pemain untuk satu posisi.

Milan Butuh Ruang dan Dana

Masalahnya, keinginan merekrut Osorio tidak berdiri sendiri.

Milan masih perlu melakukan penataan skuad dan keuangan sebelum bergerak lebih agresif di pasar transfer.

Laporan terbaru menyebut kebutuhan menjual beberapa pemain menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi manuver Rossoneri. 

Situasi Rafael Leao juga menjadi bagian dari dinamika tersebut.

Kepergian Leao berpotensi membuka ruang dalam skuad sekaligus memberikan tambahan dana transfer. Namun, laporan terbaru menunjukkan Milan juga mempertimbangkan Osorio sebagai target yang tidak sepenuhnya bergantung pada masa depan Leao. 

Artinya, Osorio bukan sekadar disiapkan sebagai pengganti langsung Leao.

Milan melihatnya sebagai investasi jangka menengah-panjang.

Strategi Lama Maldini Kembali Terlihat Masuk Akal

Kisah Osorio juga membawa kembali nama Paolo Maldini.

Ketika Maldini masih menjadi bagian dari manajemen Milan, klub telah melihat potensi Osorio sejak masih bermain di Chile. Tawaran pada Januari 2023 menjadi bukti bahwa nama tersebut sudah masuk radar Rossoneri sejak usia sangat muda. 

Maldini kemudian meninggalkan struktur manajemen Milan pada Juni 2023. 

Sementara itu, Osorio melanjutkan perjalanan ke Denmark.

Kini, tiga tahun setelah keduanya berpisah dari fase transfer tersebut, Milan kembali mengejar pemain yang sama.

Bedanya, Osorio sekarang memiliki harga dan pengalaman yang berbeda.

Ironisnya, kegagalan mendapatkan Osorio pada 2023 mungkin justru menjadi salah satu alasan mengapa pemain tersebut berkembang lebih matang.

Jika saat itu langsung pindah ke Milan, belum tentu ia mendapatkan jalur perkembangan yang sama.

Midtjylland Punya Posisi Tawar Kuat

Milan kini menghadapi persoalan yang sederhana tetapi tidak mudah: berapa harga yang harus dibayar untuk pemain yang dulu bisa didapat dengan sekitar €5 juta?

Midtjylland disebut terbuka untuk negosiasi, tetapi tidak dikenal mudah menurunkan harga ketika sudah menetapkan valuasi pemain.

Karena itu, Milan harus bergerak dengan perhitungan matang.

Jika Rossoneri benar-benar yakin terhadap Osorio, langkah tegas diperlukan agar transfer tidak kembali berakhir seperti pada 2023.

Terlebih, minat terhadap pemain tersebut tidak hanya datang dari Milan.

Osorio dan Peluang Kedua di San Siro

Bagi Osorio, situasi ini seperti membuka kembali pintu yang pernah tertutup.

Pada usia 18 tahun, ia hampir pindah ke Milan dengan harga sekitar €5 juta. Transfer itu gagal dan ia memilih jalur berbeda.

Kini, pada usia 22 tahun, ia kembali menjadi target Rossoneri dengan nilai yang jauh lebih tinggi.

Perjalanan tersebut menunjukkan satu hal penting dalam sepak bola: gagal pindah ke klub besar pada usia muda tidak selalu berarti kehilangan kesempatan.

Terkadang, keputusan untuk menunggu justru membuat seorang pemain datang dengan kesiapan yang lebih baik.

Bagi Milan, pertanyaannya kini bukan lagi apakah Osorio memiliki potensi.

Rossoneri sudah pernah menjawab pertanyaan tersebut pada 2023.

Pertanyaan yang harus dijawab sekarang adalah apakah Milan bersedia membayar harga yang jauh lebih mahal untuk pemain yang dulu hampir mereka dapatkan dengan €5 juta.

Dan jika negosiasi benar-benar bergerak cepat, Osorio berpeluang mendapatkan kesempatan kedua untuk mengenakan seragam merah-hitam—kali ini bukan sebagai talenta mentah dari Chile, melainkan sebagai pemain muda yang telah ditempa sepak bola Eropa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Dario Osorio Transfer Milan Midtjylland Ruben Amorim ac milan