RADARBANYUWANGI.ID - Manchester City dan Atletico Madrid belum selesai memanaskan mesin menuju musim baru. Dua klub elite Eropa itu akan saling berhadapan dalam laga uji coba pramusim, Minggu (9/8), dalam duel yang lebih dari sekadar pertandingan pemanasan.
Bagi Manchester City, laga ini menjadi kesempatan penting bagi Enzo Maresca untuk mengukur perkembangan tim sekaligus menemukan komposisi terbaik sebelum kompetisi resmi dimulai.
Sementara bagi Atletico Madrid, pertandingan ini menjadi momentum untuk memperbaiki performa setelah mereka tumbang 1-2 dari Manchester United pada laga pramusim sebelumnya.
Manchester City datang dengan modal kemenangan 3-1 atas K-League Stars. Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Maresca sejak dipercaya menangani The Citizens untuk persiapan musim 2026-2027.
Sebelumnya, City bermain imbang 1-1 melawan Inter Milan pada awal Agustus. Mereka kemudian kalah 1-3 dalam adu penalti. Artinya, kemenangan atas K-League Stars bukan sekadar hasil positif, melainkan juga suntikan kepercayaan diri bagi proyek baru Maresca.
Namun, pekerjaan mantan pelatih Chelsea tersebut masih panjang. Manchester City akan mengakhiri rangkaian pramusim melawan Atletico sebelum menghadapi Arsenal pada Community Shield, 16 Agustus.
Setelah itu, tantangan sesungguhnya dimulai. City dijadwalkan membuka perjalanan di Premier League 2026/2027 dengan menjamu Bournemouth pada 23 Agustus.
Maresca Mulai Menata Wajah Baru Manchester City
Musim panas menjadi periode penting bagi Maresca. City mulai melakukan penyegaran skuad setelah musim sebelumnya tidak berjalan sesuai ekspektasi.
Empat pemain baru telah didatangkan. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Elliot Anderson, yang direkrut dari Nottingham Forest dengan nilai transfer besar.
Namun, persoalan City bukan hanya soal pemain baru. Maresca harus menemukan keseimbangan antara mempertahankan identitas permainan klub dan memasukkan gagasan taktisnya sendiri.
Absennya sejumlah pemain utama dalam pramusim membuat proses tersebut belum berjalan ideal. Salah satu nama terbesar yang belum bergabung adalah Erling Haaland, yang masih mendapatkan waktu istirahat setelah membela Norwegia di Piala Dunia 2026.
Kondisi itu membuat Maresca perlu menguji opsi lain di lini depan. Omar Marmoush menjadi salah satu pemain yang berpeluang mendapatkan kesempatan sejak menit awal setelah tampil sebagai pemain pengganti ketika menghadapi K-League Stars.
Phil Foden, Savinho, Antoine Semenyo, dan Ruben Dias juga diperkirakan menjadi bagian dari susunan utama City.
Di lini tengah, absennya Rodri juga menjadi persoalan tersendiri. Gelandang Spanyol itu baru menjalani operasi ringan pada punggung dan masa depannya di Etihad Stadium masih menjadi perhatian, terutama di tengah kabar ketertarikan Barcelona.
Atletico Madrid Masih Mencari Konsistensi
Di kubu Atletico Madrid, Diego Simeone memiliki pekerjaan yang tidak kalah rumit. Los Rojiblancos sebenarnya membuka pramusim dengan meyakinkan setelah mengalahkan Getafe 4-1 pada akhir Juli. Namun, performa tersebut tidak berlanjut ketika mereka bertemu Manchester United.
Atletico sempat mencetak gol lebih dahulu, tetapi Manchester United mampu membalikkan keadaan dan menang 2-1 melalui dua gol Bryan Mbeumo.
Kekalahan itu memperlihatkan bahwa Atletico masih membutuhkan peningkatan, terutama ketika menghadapi tekanan intensitas tinggi. Simeone tentu tidak ingin timnya kembali menjadi pihak yang lebih banyak bertahan dan kehilangan kendali permainan.
Pertandingan melawan City akan menjadi ujian berbeda. Maresca kemungkinan menginginkan penguasaan bola dan sirkulasi umpan yang lebih agresif, sedangkan Simeone dikenal nyaman membangun permainan dari struktur pertahanan yang rapat dan transisi cepat. Duel dua pendekatan tersebut bisa menjadi salah satu aspek paling menarik dalam pertandingan ini.
Lee Kang-in Berpeluang Debut
Atletico juga memasuki musim baru dengan sejumlah wajah anyar. Klub asal Madrid tersebut mendatangkan tiga pemain yang langsung mendapatkan sorotan, yakni Lee Kang-in, Morten Hjulmand, dan Alejandro Grimaldo.
Lee Kang-in menjadi nama yang paling dinanti. Pemain asal Korea Selatan itu sudah masuk dalam skuad dan berpeluang menjalani debut bersama Atletico ketika menghadapi City.
Hjulmand juga diproyeksikan tampil sejak awal. Kehadirannya di lini tengah bisa memberikan dimensi berbeda bagi Simeone, terutama dalam menjaga keseimbangan antara fase bertahan dan menyerang.
Di sisi lain, Atletico masih belum bisa menurunkan sejumlah pemain. Julian Alvarez menjadi salah satu pemain yang absen setelah terlibat dalam final Piala Dunia 2026.
Nahuel Molina, Giuliano Simeone, Alex Baena, Alejandro Grimaldo, dan Alexander Sorloth juga belum tersedia.
Meski demikian, Atletico masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman. Koke, Robin Le Normand, dan Ademola Lookman diperkirakan menjadi bagian penting dari tim yang diturunkan Simeone.
Julian Alvarez dan Ancaman Barcelona
Satu hal lain yang menarik perhatian adalah masa depan Julian Alvarez. Penyerang Argentina itu masih menjadi bagian penting Atletico, tetapi Barcelona disebut terus menunjukkan ketertarikan. Atletico sejauh ini berhasil mempertahankan sang pemain.
Jika tidak ada perubahan besar hingga penutupan bursa transfer, Alvarez diperkirakan masih akan menjadi bagian dari proyek Simeone setidaknya untuk satu musim lagi.
Absennya Alvarez dalam laga ini pun memberi kesempatan kepada pemain lain untuk mengambil peran lebih besar.
Perkiraan Susunan Pemain
Manchester City: Donnarumma; Lewis, Khusanov, Dias, Gvardiol; Reijnders, Kovacic; Semenyo, Foden, Savinho; Marmoush.
Atletico Madrid: Oblak; Sola, Gimenez, Le Normand, Hancko; Cardoso, Koke, Hjulmand; Lee Kang-in, Martin, Lookman.
Prediksi skor: Manchester City 1-1 Atletico Madrid.
Pertandingan ini berpotensi berjalan ketat. Manchester City mungkin lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi absennya sejumlah pemain penting membuat Maresca belum memiliki kekuatan penuh. Di sisi lain, Atletico memiliki karakter permainan yang bisa membuat City kesulitan menemukan ruang di sepertiga akhir lapangan.
Simeone kemungkinan tidak akan gegabah membuka permainan. Atletico dapat memilih bertahan dalam blok menengah sembari menunggu celah untuk melancarkan serangan balik.
Karena itu, pertandingan ini berpotensi menjadi duel taktik yang minim gol. City memiliki kualitas individu untuk menciptakan peluang, tetapi Atletico memiliki pengalaman untuk meredam tekanan.
Hasil imbang terasa sebagai skenario yang cukup masuk akal. Bagi Maresca, yang terpenting bukan sekadar kemenangan, melainkan menemukan bentuk permainan yang bisa dibawa menuju Community Shield dan awal Premier League. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi