RADARBANYUWANGI.ID - Rugby Park kembali menjadi panggung ujian bagi Kilmarnock. Pada pekan kedua Scottish Premiership 2026–2027, Minggu sore, mereka harus berhadapan dengan Celtic, juara bertahan yang datang dengan modal kemenangan pada laga pembuka.
Pertandingan ini menjadi kesempatan Kilmarnock untuk segera bangkit. Kekalahan dramatis 3-4 dari St Johnstone pada pekan pertama meninggalkan pekerjaan rumah besar, terutama di lini belakang. Sebaliknya, Celtic membuka musim dengan kemenangan tipis 1-0 atas Dundee.
Di atas kertas, duel ini memang mempertemukan dua tim dengan kondisi psikologis berbeda. Kilmarnock datang dengan pertanyaan besar mengenai pertahanan mereka, sementara Celtic membawa kepercayaan diri sekaligus tradisi dominasi atas sang lawan.
Kilmarnock Dituntut Segera Berbenah
Kilmarnock belum benar-benar keluar dari periode sulit yang mereka alami dalam dua musim terakhir. Setelah finis di posisi keempat pada musim 2023–2024, performa mereka merosot. Kilmarnock hanya berada di peringkat kesembilan pada 2024–2025 dan kembali finis di posisi ke-10 musim lalu.
Posisi tersebut membuat mereka sempat berada dalam ancaman serius perebutan tiket bertahan di kasta tertinggi. Namun, Kilmarnock menunjukkan karakter ketika musim 2025–2026 memasuki fase akhir. Empat kemenangan beruntun sebelum kompetisi berakhir membuat mereka menjauh dari zona bahaya dan melewati St Mirren untuk mengamankan posisi ke-10.
Momentum itu sempat berlanjut pada pramusim. Kilmarnock meraih dua kemenangan dalam laga uji coba sebelum tampil cukup meyakinkan di fase grup Scottish League Cup.
Mereka mengakhiri Grup H sebagai pemuncak setelah mencatat dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kemenangan melalui adu penalti. Sayangnya, rentetan positif tersebut terhenti ketika mereka bermain imbang 0-0 melawan Peterhead dan kemudian kalah melalui adu penalti. Masalah terbesar Kilmarnock terlihat pada pertandingan pembuka liga.
Menghadapi St Johnstone, tim asuhan Neil McCann terlibat dalam pertandingan penuh gol. Tujuh gol tercipta, tetapi Kilmarnock harus menerima kenyataan pahit setelah tim promosi tersebut mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-80.
Kekalahan itu bukan sekadar kehilangan tiga poin. Cara mereka kebobolan empat gol menjadi alarm yang harus segera direspons McCann. Sebab, lawan berikutnya bukan tim yang mudah dihentikan.
Celtic Datang dengan Status Juara
Celtic mungkin tidak selalu tampil meyakinkan sepanjang musim lalu. Namun, ketika kompetisi memasuki fase penentuan, mereka kembali menunjukkan mental sebagai penguasa sepak bola domestik Skotlandia.
Celtic mengakhiri musim 2025–2026 dengan gelar ganda. Mereka mengangkat trofi Scottish FA Cup sekaligus merebut gelar Scottish Premiership untuk kelima kalinya secara beruntun. Kemenangan dramatis atas Hearts pada laga terakhir musim menjadi penutup yang sempurna.
Martin O'Neill kemudian mendapat kepercayaan untuk menangani Celtic secara permanen. Namun, persiapan menuju musim baru tidak berjalan mulus.
Dalam empat pertandingan pramusim, Celtic tidak sekalipun menang. Mereka menelan satu kekalahan dan tiga kali bermain imbang. Akan tetapi, catatan pramusim itu langsung terlupakan ketika kompetisi resmi dimulai.
Celtic menaklukkan Dundee 1-0 melalui gol Benjamin Nygren. Skor tersebut memang terlihat sederhana, tetapi peluang yang diciptakan Celtic sebenarnya cukup untuk menghasilkan kemenangan lebih besar.
Kasper Hogh, rekrutan anyar sekaligus pemain dengan nilai transfer rekor klub, beberapa kali memiliki kesempatan untuk mencatatkan namanya di papan skor. Finishing menjadi aspek yang masih perlu diperbaiki. Kini, Celtic memiliki target sederhana: mengawali musim dengan dua kemenangan beruntun.
Rekor Pertemuan Jadi Keuntungan Celtic
Ada satu faktor lain yang membuat Celtic lebih layak diunggulkan: rekor pertemuan. Celtic datang dengan catatan delapan kemenangan beruntun atas Kilmarnock. Statistik tersebut menunjukkan adanya kesenjangan mental dan kualitas yang cukup jelas dalam duel kedua tim.
Bagi Kilmarnock, bermain di kandang seharusnya menjadi keuntungan. Namun, keunggulan tersebut harus diterjemahkan menjadi permainan yang lebih disiplin.
Jika kembali memberikan ruang seperti ketika menghadapi St Johnstone, Kilmarnock berpotensi kesulitan menghadapi kreativitas lini depan Celtic.
Sebaliknya, Celtic tidak harus bermain terburu-buru. Dengan penguasaan bola dan kualitas individu yang lebih baik, mereka bisa memaksa Kilmarnock bertahan dalam blok rendah sebelum mencari celah melalui kombinasi di area sepertiga akhir.
Berita Tim Kilmarnock vs Celtic
Kilmarnock kemungkinan tidak dapat menurunkan Tyreece John-Jules. Penyerang tersebut mengalami masalah cedera dalam pertandingan pembuka musim. Joe Hugill berpeluang menggantikannya dan berduet dengan Ieuan Owen di lini depan.
McCann juga berpotensi melakukan perubahan di sektor lain setelah timnya kebobolan empat gol. Jamie Brandon, Bailey Rice, dan Mark O'Hara termasuk pemain yang berpeluang masuk starting XI.
Sementara itu, Celtic masih kehilangan Liam Scales yang menjalani hukuman skorsing. Jota juga belum dapat dimainkan karena masih dalam proses pemulihan dari cedera ligamen cruciatum.
Hogh kemungkinan tetap dipercaya sebagai ujung tombak meski debutnya ketika menghadapi Dundee belum sepenuhnya memuaskan.
Yang Hyun-jun, Nygren, dan Camilo Duran diperkirakan kembali menopang serangan dari belakangnya.
Perkiraan Susunan Pemain
Kilmarnock: Stryjek; Brandon, Brown, Stanger, Schjonning-Larsen; Kiltie, Rice, O'Hara, Cleescenco; Owen, Hugill.
Celtic: Sinisalo; Johnston, Carter-Vickers, Trusty, Tierney; Engels, McGregor; Duran, Nygren, Hyun-Jun; Hogh.
Prediksi skor: Kilmarnock 1-3 Celtic.
Kilmarnock memiliki satu keuntungan penting: mereka bermain di Rugby Park. Namun, keuntungan kandang belum cukup untuk menghapus persoalan pertahanan yang terlihat pada pekan pertama.
Kekalahan 3-4 dari St Johnstone memperlihatkan bahwa Kilmarnock masih membutuhkan perbaikan signifikan dalam organisasi pertahanan. Menghadapi Celtic, kesalahan kecil berpotensi dihukum lebih cepat.
Celtic memang belum berada pada performa terbaiknya. Namun, juara bertahan memiliki kedalaman skuad dan kualitas individu yang lebih tinggi.
Hasil tipis 1-0 atas Dundee juga tidak sepenuhnya menggambarkan dominasi yang bisa mereka tampilkan. Jika penyelesaian akhir lebih klinis, Celtic berpeluang mencetak lebih dari satu gol.
Celtic diprediksi mampu memperpanjang dominasi atas Kilmarnock sekaligus menjaga start sempurna di Scottish Premiership 2026–2027. Sementara bagi Kilmarnock, laga ini akan menjadi ujian apakah kekalahan dramatis dari St Johnstone hanya sebuah kesalahan awal musim atau pertanda masalah yang lebih besar. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi