RADARBANYUWANGI.ID - Inter Miami punya satu target jelas saat menghadapi Monterrey pada matchday kedua Leagues Cup 2026. Menang.
Pertandingan yang berlangsung di Nu Stadium, Sabtu, menjadi kesempatan besar bagi klub yang diperkuat Lionel Messi tersebut untuk menjaga catatan sempurna sekaligus membuka jalan menuju babak gugur.
Inter Miami datang dengan modal kemenangan 4-2 atas Atletico San Luis pada pertandingan pembuka. Sebaliknya, Monterrey harus menelan kekalahan 1-2 dari Orlando City.
Situasi itu membuat duel kedua tim memiliki bobot berbeda. Inter Miami tinggal melanjutkan momentum, sedangkan Monterrey berada dalam posisi yang menuntut respons.
Apalagi, Inter Miami sedang menikmati produktivitas yang mengesankan. Mereka mencetak empat gol pada babak pertama ketika menghadapi San Luis. Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan impresif mereka di fase grup Leagues Cup saat bermain di Florida.
Kemenangan atas Monterrey juga berpotensi membuat Inter Miami semakin dekat dengan tiket fase gugur untuk kali keempat secara beruntun.
Pelatih Angel Guillermo Hoyos meraih kemenangan pertamanya di Leagues Cup bersama Inter Miami ketika menundukkan San Luis. Kini, ia memiliki peluang membawa timnya memperpanjang rekor tidak terkalahkan di Nu Stadium menjadi lima pertandingan di seluruh kompetisi. Ada alasan lain mengapa Inter Miami pantas lebih percaya diri.
Dalam sejarah penampilan mereka di Leagues Cup, Inter Miami belum pernah kalah dalam pertandingan kandang ketika mampu unggul saat turun minum. Satu-satunya kekalahan dalam situasi tersebut terjadi ketika mereka takluk 2-3 dari Columbus Crew pada 2024.
Produktivitas juga menjadi senjata utama. Inter Miami mencetak lebih dari satu gol dalam hampir seluruh pertandingan fase grup Leagues Cup yang mereka jalani. Satu-satunya pengecualian terjadi ketika Tigres menang 2-1 pada Agustus 2024.
Bahkan dalam empat pertandingan kandang terakhir di kompetisi ini, Inter Miami mampu mencetak setidaknya tiga gol dalam tiga laga. Lebih menarik lagi, mereka selalu mencetak gol dalam 16 pertandingan kompetitif secara beruntun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Inter Miami bukan sekadar nama besar Messi. Ada struktur serangan yang mampu menghasilkan peluang secara konsisten.
Monterrey Datang dengan Beban Rekor Buruk
Monterrey justru menghadapi pertandingan dengan sejumlah tanda tanya. Kekalahan dari Orlando City membuat mereka dua kali kalah dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi. Performa tersebut jelas bukan bekal ideal untuk menghadapi tim yang sedang produktif seperti Inter Miami. Catatan Monterrey ketika menghadapi klub Major League Soccer (MLS) juga tidak menggembirakan.
Mereka gagal menang dalam tujuh pertemuan terakhir melawan tim MLS dalam waktu normal. Kemenangan terakhir dalam konteks tersebut harus diraih melalui adu penalti atas New York Red Bulls pada tahun lalu.
Pelatih Matias Almeyda pun masih mencari konsistensi. Dari tiga pertandingan kompetitif sejak menangani Monterrey, ia sudah menelan dua kekalahan. Satu-satunya kemenangan didapat saat menghadapi Atlas di Liga MX dengan skor 2-0 awal bulan ini.
Monterrey sebenarnya bukan tim sembarangan. Mereka pernah mencapai semifinal Leagues Cup 2023. Namun, tantangannya kini berbeda.
Mereka membutuhkan kemenangan 90 menit atas klub MLS di Leagues Cup. Kali terakhir Monterrey melakukannya terjadi tiga tahun lalu ketika mengalahkan Los Angeles FC 3-2 di perempat final.
Masalah lain terletak pada pertahanan. Monterrey kebobolan terlebih dahulu dalam delapan dari sembilan pertandingan terakhir mereka di Leagues Cup. Dari delapan pertandingan tersebut, hanya dua yang berhasil mereka menangkan. Meski begitu, ada satu catatan yang bisa menjadi sumber optimisme.
Monterrey memiliki rekor sempurna atas Inter Miami. Mereka memenangi dua leg perempat final CONCACAF Champions Cup 2024 melawan klub asal Florida tersebut.
Artinya, sejarah pertemuan masih berpihak kepada Monterrey. Namun, kondisi kedua tim saat ini justru memberikan gambaran berbeda.
Messi Sudah Mulai Menggila
Perhatian terbesar tentu mengarah kepada Lionel Messi. Megabintang Argentina itu langsung mencetak dua gol saat Inter Miami menghantam Atletico San Luis 4-2. Dua gol tersebut membuat Messi mencetak gol ke-13 dan ke-14 sepanjang keikutsertaannya di Leagues Cup.
Catatan itu sekaligus menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Messi bukan satu-satunya pemain yang mencetak gol dalam pertandingan pembuka. Telasco Segovia dan Micael turut masuk papan skor.
Kehadiran Messi menjadi persoalan besar bagi Monterrey. Ketika Inter Miami mampu menjaga aliran bola menuju area sepertiga akhir, pemain berusia 39 tahun itu masih memiliki kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan melalui satu umpan atau satu sentuhan. Namun, Inter Miami tidak sepenuhnya turun dengan kekuatan terbaik.
Luis Suarez dipastikan absen karena skorsing. German Berterame juga diragukan tampil setelah mengalami cedera hidung. Gonzalo Lujan bermasalah dengan betis, David Ayala mengalami gangguan pada aduktor, sedangkan Tadeo Allende dibekap masalah lutut.
Di kubu Monterrey, Erick Aguirre masih diragukan karena mengalami masalah otot. Sementara itu, Hugo Cuypers menjadi pencetak gol Monterrey dalam kekalahan dari Orlando City.
Ada pula Diego Rossi yang patut mendapat perhatian. Mantan penyerang Columbus Crew tersebut belum pernah kalah ketika menghadapi Inter Miami. Pada pertemuan terakhirnya dengan The Herons di Leagues Cup, Rossi bahkan mencetak dua gol untuk membantu Columbus Crew menang 3-2 dan menyingkirkan Inter Miami pada 2024.
Perkiraan Susunan Pemain
Inter Miami: Rios Novo; Fray, Caicedo, Micael, Reguilon; Bright, Casemiro, De Paul; Messi, Pinter, Segovia.
Monterrey: Cardenas; Chavez, Salcedo, Reyes, Arteaga; de la Rosa, Ambriz; Ocampos, Rossi, Fimbres; Cuypers.
Prediksi skor: Inter Miami 3-1 Monterrey.
Di atas kertas, Inter Miami memiliki lebih banyak senjata untuk memenangkan pertandingan.
Produktivitas mereka sedang berada di level tinggi, Messi baru saja mencatat sejarah di Leagues Cup, sementara Monterrey datang dengan pertahanan yang mudah kebobolan lebih dulu.
Rekor head-to-head memang memberikan keuntungan psikologis bagi Monterrey. Namun, sepak bola tidak dimainkan berdasarkan sejarah semata.
Kunci pertandingan kemungkinan terletak pada bagaimana Monterrey menghadapi tekanan sejak menit awal. Jika mereka kembali kebobolan lebih dahulu, pola pertandingan bisa berjalan sesuai keinginan Inter Miami.
Sebaliknya, Monterrey harus mampu memutus suplai bola kepada Messi dan para pemain kreatif di belakangnya. Membiarkan Inter Miami menguasai ritme pertandingan sama saja memberikan ruang bagi sang pemegang rekor gol Leagues Cup untuk kembali menentukan hasil.
Dengan mempertimbangkan performa terkini, produktivitas, kualitas individu, dan kondisi kedua tim, Inter Miami lebih layak diunggulkan. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi