RADARBANYUWANGI.ID - Willem II kembali ke panggung Eredivisie setelah hanya semusim berkutat di kasta kedua. Ujian pertama langsung datang di markas Go Ahead Eagles, De Adelaarshorst, Sabtu. Bagi tim tamu, laga ini bukan sekadar pertandingan pembuka, melainkan kesempatan membuktikan bahwa tiket promosi yang mereka raih musim lalu memang layak.
Secara matematis, belum ada yang bisa ditentukan pada pekan pertama. Namun, laga pembuka sering kali menjadi cermin awal sebuah tim. Terutama bagi Willem II yang harus kembali beradaptasi dengan intensitas dan kualitas kompetisi tertinggi Belanda.
Di sisi lain, Go Ahead Eagles juga memasuki babak baru. Pergantian pelatih membuat pertandingan ini menjadi panggung pertama Joseph Oosting untuk menunjukkan arah permainan yang ingin dibangunnya.
Go Ahead Eagles Memulai Era Baru
Musim lalu menjadi periode yang tidak mudah bagi Go Ahead Eagles. Setelah sebelumnya mampu merebut Piala KNVB dan finis di tujuh besar, performa mereka merosot hingga hanya menempati posisi ke-12 Eredivisie 2025–2026.
Kegagalan di kompetisi Eropa serta tersingkir dari Piala KNVB oleh Telstar pada perempat final semakin memperburuk situasi. Kekalahan dari tim yang juga berjuang menghindari degradasi menjadi pukulan tersendiri.
Melvin Boel akhirnya diberhentikan pada awal Juni, hanya beberapa hari sebelum genap setahun menangani klub.
Kini, tanggung jawab berada di pundak Oosting. Tantangannya tidak ringan. Go Ahead Eagles menutup musim lalu dengan lima pertandingan tanpa kemenangan. Artinya, Oosting dituntut segera menghadirkan energi baru tanpa memiliki banyak ruang untuk melakukan eksperimen.
Pramusim memberikan sinyal yang campur aduk. Go Ahead Eagles memang sempat mencatat kemenangan telak 23-0 atas SV Terwolde. Mereka kemudian mengalahkan OFI Crete dan Luton Town secara beruntun.
Namun, dua kekalahan dari Apollon dan Lommel menunjukkan bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah.
Catatan pramusim Go Ahead Eagles: Menang-Menang-Kalah-Kalah-Menang-Menang
Di tengah hasil yang naik-turun tersebut, muncul satu nama yang patut diperhatikan: Stefan Ingi Sigurdarson.
Penyerang yang bergabung pada Januari itu tampil tajam sepanjang pramusim. Lima gol dari lima penampilan menjadi modal penting menjelang laga kompetitif pertamanya bersama Oosting.
Menariknya, Mathis Suray merupakan satu-satunya pemain Go Ahead Eagles yang mencetak dua digit gol sepanjang musim lalu. Namun, performanya di pramusim belum terlalu menonjol selain ketika mencetak gol dalam pesta 23-0 atas Terwolde.
Situasi itu membuat ketajaman Sigurdarson menjadi salah satu faktor yang bisa menentukan pertandingan. Willem II Pulang dengan Mental Pemenang
Willem II tidak sekadar kembali ke Eredivisie. Mereka datang dengan modal mental juara dari babak playoff promosi yang penuh tekanan.
Setelah terdegradasi, John Stegeman langsung mengemban tugas untuk mengembalikan klub ke kasta teratas. Willem II akhirnya menyelesaikan Eerste Divisie di posisi ketiga dan mendapatkan kesempatan bertarung melalui playoff.
Perjalanan mereka tidak mudah.
Willem II harus melewati RKC Waalwijk pada perempat final, kemudian menyingkirkan Almere City di semifinal. Puncaknya terjadi pada final yang berlangsung menegangkan hingga adu penalti. Willem II keluar sebagai pemenang dan mengirim Volendam kembali ke kasta kedua.
Tiket promosi tersebut kini harus dibayar dengan konsistensi di Eredivisie. Stegeman setidaknya memiliki alasan untuk optimistis. Willem II belum terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir pramusim dan baru saja mencatat kemenangan beruntun atas Mechelen serta OFI.
Catatan pramusim Willem II: Menang-Kalah-Imbang-Menang-Menang
Namun, ada satu catatan historis yang kurang menyenangkan. Willem II belum pernah menang di markas Go Ahead Eagles sejak November 2016.
Sejak kemenangan 1-0 tersebut, mereka hanya dua kali kembali bermain di Deventer. Karena itu, De Adelaarshorst berpotensi menjadi ujian mental sekaligus taktik bagi tim promosi tersebut.
Duel Lini Depan Bisa Menjadi Penentu
Willem II mempunyai dua penyerang yang sudah membuktikan ketajamannya di Eerste Divisie musim lalu.
Devin Haen mencetak 18 gol, sedangkan Thomas Verheydt membukukan 10 gol. Tantangannya sekarang adalah menerjemahkan produktivitas tersebut ke level Eredivisie yang tentu memiliki kualitas pertahanan lebih tinggi.
Haen bahkan memasuki laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencetak gol dalam dua pertandingan beruntun. Ia berambisi memperpanjang catatan tersebut menjadi tiga laga sekaligus mencetak gol ke gawang Go Ahead Eagles. Sementara itu, tuan rumah memiliki Sigurdarson yang sedang berada dalam momentum positif.
Pertarungan lini depan tersebut menarik karena kedua tim sama-sama mempunyai alasan untuk bermain agresif. Go Ahead Eagles ingin memulai era Oosting dengan kemenangan, sedangkan Willem II ingin menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim promosi yang datang untuk bertahan.
Berita Tim
Go Ahead Eagles kemungkinan kehilangan Gerrit Nauber, Pim Saathof, dan Robin Weijenberg. Ketiganya mengalami masalah pada kaki atau lutut.
Willem II juga belum sepenuhnya dalam kondisi ideal. Anass Zerrouk belum bermain sejak Maret dan kondisinya masih akan dievaluasi. Jari Schuurman serta Amine Lachkar diperkirakan tidak masuk skuad untuk pertandingan ini.
Perkiraan Susunan Pemain Go Ahead Eagles: Veerdoni; Sampsted, Dirksen, Kramer, Waayers; Meulensteen, Margaret; Tengstedt, Suray, Edvardsen; Sigurdarson.
Perkiraan Susunan Pemain Willem II: Didillon; Et-Taibi, Ciranni, Hoogma, Tjoe-A-On; Slory, Van Loon, Van Aalst, Boogaard; Haen, Culum.
Prediksi skor: Go Ahead Eagles 2-1 Willem II.
Willem II memang datang dengan kepercayaan diri tinggi. Status sebagai tim promosi justru bisa membuat mereka bermain tanpa beban, terlebih setelah melewati rangkaian playoff yang penuh tekanan.
Namun, pertandingan di De Adelaarshorst memiliki konteks berbeda. Go Ahead Eagles mempunyai pengalaman lebih panjang di Eredivisie dan kini membawa motivasi tambahan untuk mempersembahkan kemenangan pertama bagi Oosting.
Kunci laga kemungkinan berada pada efisiensi di kotak penalti. Jika Sigurdarson mampu meneruskan produktivitas pramusimnya, Go Ahead Eagles memiliki senjata yang cukup untuk memecah pertahanan Willem II.
Pertandingan diperkirakan berjalan ketat. Willem II berpotensi memberikan perlawanan hingga menit-menit akhir, tetapi pengalaman tuan rumah dan faktor kandang membuat Go Ahead Eagles sedikit lebih diunggulkan. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi