RADARBANYUWANGI.ID - Sporting Lisbon membawa misi menebus kegagalan musim lalu ketika membuka perjalanan di Liga Portugal 2026-2027. Estrela Amadora menjadi lawan pertama yang harus mereka lewati di Estadio Jose Gomes, Sabtu.
Pertandingan ini menjadi ujian awal bagi Sporting. Bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga pembuktian bahwa kekecewaan musim lalu sudah mereka tinggalkan.
Sporting menutup musim 2025-2026 tanpa trofi. Padahal, mereka sempat memiliki peluang besar di tiga kompetisi berbeda. Langkah mereka di Liga Champions terhenti pada perempat final setelah kalah tipis secara agregat dari Arsenal.
Di kompetisi domestik, ambisi mempertahankan gelar Liga Portugal untuk kali ketiga beruntun juga kandas sebelum pekan terakhir. Sporting memang mampu menggeser Benfica untuk finis di posisi kedua dan mengamankan tiket Liga Champions, tetapi pencapaian itu terasa hambar.
Pukulan terbesar datang di final Piala Portugal. Sporting secara mengejutkan kalah dari Torreense, klub kasta kedua Portugal. Kekalahan tersebut memastikan musim mereka berakhir tanpa satu pun trofi.
Kini, Sporting punya kesempatan untuk menghapus memori buruk tersebut sejak pertandingan pertama.
Performa pramusim memberi alasan untuk optimistis. Tim asuhan Rui Borges menyapu bersih empat laga uji coba dengan kemenangan. Celtic dilibas 4-1, Strasbourg dihancurkan 7-0, Monaco ditundukkan 2-0, sebelum Nottingham Forest dikalahkan 4-1.
Rangkaian hasil itu menunjukkan Sporting tidak hanya produktif, tetapi juga mulai menemukan keseimbangan permainan setelah kehilangan sejumlah pemain penting.
Kepercayaan diri mereka semakin besar jika melihat rekor pertemuan melawan Estrela. Sporting memenangi 13 duel kompetitif terakhir melawan klub tersebut. Dalam tiga pertemuan terkini, mereka juga selalu mencatatkan nirbobol. Bahkan, dua pertemuan Liga Portugal musim lalu berakhir dengan agregat 5-0 untuk Sporting.
Namun, Estrela datang dengan energi baru. Klub berjuluk Tricolours itu kembali menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan statusnya di kasta tertinggi. Dalam dua musim terakhir, mereka selalu finis di peringkat ke-15.
Musim lalu, Estrela lolos dari ancaman playoff degradasi berkat keunggulan rekor pertemuan langsung atas Casa Pia. Situasi tersebut menunjukkan betapa tipis jarak keselamatan mereka dengan zona merah.
Masalah terbesar terlihat pada paruh kedua musim. Estrela hanya meraih satu kemenangan dalam 13 pertandingan terakhir. Mereka bahkan melewati tujuh laga terakhir tanpa kemenangan, dengan catatan dua kali imbang dan lima kekalahan.
Cristiano Bacci menangani tiga pertandingan terakhir sebelum meninggalkan klub pada akhir musim. Pepa kemudian ditunjuk sebagai pelatih baru pada 12 Juni. Awal masa kerjanya cukup menjanjikan. Dari enam laga pramusim, Pepa membawa Estrela meraih empat kemenangan.
Salah satunya bahkan cukup mengejutkan. Estrela mengalahkan Al Nassr 4-2 dalam pertandingan pemanasan terakhir mereka. Tetapi satu persoalan belum terselesaikan: performa kandang.
Musim lalu, Estrela hanya mengumpulkan 18 poin dari 17 pertandingan Liga Portugal di Estadio Jose Gomes. Angka tersebut menjadi pekerjaan rumah besar karena pertandingan kandang akan sangat menentukan peluang mereka bertahan di kompetisi elite Portugal.
Perubahan Besar di Kedua Skuad
Sporting juga memasuki musim baru dengan wajah yang berbeda. Morten Hjulmand, mantan kapten sekaligus salah satu figur penting di lini tengah, telah bergabung dengan Atletico Madrid. Francisco Trincao yang menjadi penyumbang assist terbanyak Sporting musim lalu pindah ke Al Ahli.
Geovany Quenda juga meninggalkan klub setelah menyelesaikan kepindahan permanen ke Chelsea. Kehilangan tersebut cukup signifikan. Sporting bukan hanya kehilangan kualitas teknis, tetapi juga pengalaman dan struktur permainan.
Sebagai gantinya, klub Lisbon itu mendatangkan Rodrigo Zalazar dari Braga. Transfer tersebut menjadi rekor kepindahan pemain antara dua klub Portugal.
Sporting juga memperkuat skuad dengan Ibrahima Ba, Sergi Altimira, dan Issa Doumbia yang masing-masing datang dari Famalicao, Real Betis, dan Venezia.
Di lini depan, perhatian utama tetap tertuju kepada Luis Suarez. Penyerang asal Kolombia itu mencetak 28 gol di Liga Portugal musim lalu, terbanyak dibandingkan pemain lainnya. Jika Sporting mampu menyuplai bola secara konsisten, Suarez berpotensi kembali menjadi pembeda.
Estrela pun melakukan perombakan besar. Jovane Cabral, Paulo Moreira, dan Semeu Commey termasuk di antara pemain yang meninggalkan klub pada bursa transfer musim panas.
Sebagai gantinya, Rafa Soares dan Lovro Zvonarek menjadi beberapa wajah baru yang diharapkan memberikan energi berbeda. Stefan Lekovic juga dipermanenkan setelah sebelumnya menjalani masa peminjaman.
Perkiraan Susunan Pemain
Estrela Amadora: Grilo; Scholze, L Patrick, Schappo, R Soares; Doue, Serra; Marcus, Zvonarek, Stoica; Antonetti.
Sporting Lisbon: Silva; Vagiannidis, Quaresma, Inacio, Fresneda; Altimira, Andersen; Catamo, Zalazar, Doumbia; Suarez.
Sporting Punya Keunggulan Hampir di Semua Lini
Estrela memiliki modal positif dari pramusim, tetapi pertandingan kompetitif menghadirkan tekanan yang berbeda.
Sporting datang dengan kualitas individu yang lebih tinggi, pengalaman menghadapi pertandingan besar, serta rekor pertemuan yang sangat dominan. Produktivitas mereka selama pramusim juga menjadi sinyal bahwa lini depan sudah siap bekerja sejak pekan pertama.
Tantangan Sporting justru terletak pada adaptasi setelah kehilangan beberapa pemain kunci. Zalazar, Altimira, dan pemain baru lainnya harus segera menyatu dengan sistem Rui Borges. Jika proses adaptasi berjalan mulus, Sporting seharusnya tidak kesulitan mengontrol pertandingan.
Estrela kemungkinan akan mencoba bertahan lebih dalam dan mengandalkan serangan balik. Persoalannya, pendekatan tersebut membutuhkan disiplin tinggi selama 90 menit. Mengingat Sporting memiliki banyak pemain yang mampu membuka ruang dari lini kedua, pertahanan tuan rumah berpotensi terus berada di bawah tekanan.
Rekor kandang Estrela musim lalu juga tidak cukup meyakinkan untuk menjadi dasar optimisme. Karena itu, pertandingan ini lebih terlihat sebagai panggung pembuktian Sporting ketimbang duel yang benar-benar seimbang.
Prediksi skor: Estrela Amadora 0-3 Sporting Lisbon.
Sporting diperkirakan mampu memulai musim dengan kemenangan meyakinkan. Jika Luis Suarez dan para pemain kreatif di belakangnya menemukan ritme sejak awal, kemenangan dengan margin dua atau tiga gol bukan skenario yang berlebihan.
Bagi Estrela, target realistisnya adalah bertahan selama mungkin, meredam kreativitas Sporting, dan mencari peluang melalui transisi cepat. Namun, jika gol pertama Sporting datang lebih awal, pertandingan berpotensi berubah menjadi dominasi tim tamu. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi