RADARBANYUWANGI.ID - Stadion Gelora Bung Karno Madya bakal menjadi panggung pertemuan dua nama besar Eropa ketika Chelsea menghadapi AC Milan dalam laga uji coba pramusim, Sabtu (8/8).
Pertandingan ini bukan sekadar agenda tur Asia. Bagi kedua tim, duel tersebut menjadi kesempatan menguji seberapa jauh fondasi tim baru mereka terbentuk sebelum musim kompetisi dimulai.
Chelsea datang dengan modal yang tidak ideal. The Blues baru saja menelan kekalahan beruntun setelah takluk 0-1 dari Juventus. Sebelumnya, mereka juga menyerah 1-2 dari Tottenham Hotspur setelah membuka tur pramusim dengan kemenangan 6-4 atas Western Sydney Wanderers.
Rangkaian hasil itu membuat awal era Xabi Alonso di London Barat belum sepenuhnya memberikan keyakinan.
Alonso memang masih memiliki waktu untuk membangun Chelsea. Namun, persoalan yang terlihat dalam tiga pertandingan pertama cukup jelas: lini belakang belum memberikan rasa aman.
Kemenangan 6-4 atas Western Sydney menjadi contoh paling ekstrem. Chelsea mampu mencetak enam gol, tetapi kebobolan empat kali. Masalah tersebut kembali muncul ketika mereka menghadapi Tottenham.
Bahkan, Chelsea memiliki keunggulan jumlah pemain hampir sepanjang babak kedua setelah Kevin Danso menerima kartu merah. Namun, keuntungan tersebut tidak mampu dikonversi menjadi hasil positif.
Ketika menghadapi Juventus, problem serupa kembali terlihat. Chelsea kesulitan menemukan respons setelah Edon Zhegrova mencetak gol pada menit ke-68.
Kini, waktu persiapan semakin menyempit. Hanya tersisa 19 hari sebelum Chelsea memulai kampanye Premier League 2026-2027 melawan Fulham di Craven Cottage.
Karena itu, laga melawan Milan memiliki nilai penting. Bukan lantaran hasil akhirnya akan menentukan nasib Alonso, melainkan karena pertandingan ini bisa menjadi simulasi menghadapi lawan dengan kualitas dan struktur permainan tinggi.
Milan Juga Sedang Mencari Identitas
Situasi AC Milan tidak jauh berbeda. Rossoneri juga memasuki babak baru bersama Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu menggantikan Massimiliano Allegri setelah musim mengecewakan yang ditutup dengan kekalahan dari Cagliari dan membuat Milan hanya finis di posisi kelima.
Awal perjalanan Amorim juga belum sepenuhnya mulus.
Milan bermain imbang 2-2 melawan Celtic setelah tertinggal dua gol pada babak pertama. Mereka kemudian kembali menunjukkan karakter bangkit ketika menghadapi Inter Milan.
Dalam derby tersebut, Milan tertinggal sebelum Christopher Nkunku mencetak gol melalui penalti pada menit-menit akhir untuk mengamankan skor 1-1. Hasil tersebut setidaknya memperlihatkan satu modal penting: Milan belum kehilangan daya juang.
Melawan Chelsea, karakter tersebut kembali diuji. Terlebih, setelah pertandingan di Jakarta, Milan masih memiliki satu laga pramusim melawan Manchester United.
Dua pertandingan melawan klub Premier League secara beruntun dapat menjadi tolok ukur penting bagi Amorim untuk mengukur kesiapan skuadnya. Namun, sejarah tidak terlalu berpihak kepada Milan.
Dalam 14 pertemuan terakhir melawan klub-klub Inggris sejak Maret 2012, Milan hanya meraih dua kemenangan, ditambah tiga hasil imbang dan sembilan kekalahan.
Chelsea Punya Rekor Bagus Melawan Milan Chelsea justru memiliki catatan yang lebih meyakinkan ketika berhadapan langsung dengan Milan.
Pada pertemuan terakhir dalam laga persahabatan Agustus lalu, Chelsea menang telak 4-1. Liam Delap menjadi salah satu aktor utama melalui dua gol pada babak kedua. Kemenangan tersebut memperpanjang rekor tidak terkalahkan Chelsea dalam lima pertemuan terakhir kontra Milan.
Secara keseluruhan, Chelsea hanya dua kali kalah dari 13 pertemuan kedua klub. Delapan pertandingan dimenangi Chelsea dan tiga lainnya berakhir imbang.
Namun, statistik masa lalu tidak otomatis menentukan hasil pertandingan pramusim. Yang lebih menarik justru bagaimana kedua pelatih menggunakan pertandingan ini untuk menguji komposisi pemain.
Alonso masih mencari formula terbaik Chelsea, terutama di sektor pertahanan. Sementara itu, Amorim harus menemukan keseimbangan antara pemain berpengalaman dan mereka yang baru kembali dari agenda Piala Dunia.
Danny Welbeck Berpeluang Tampil
Chelsea diperkirakan kembali menurunkan Danny Welbeck. Penyerang anyar tersebut menjalani debut melawan Juventus dan kemungkinan kembali mendapat menit bermain, meski peluangnya menjadi starter masih terbuka kecil.
Beberapa pemain Chelsea belum bergabung dalam persiapan pramusim setelah tampil hingga fase akhir Piala Dunia. Mereka antara lain Maxence Lacroix, Enzo Fernandez, Malo Gusto, Morgan Rogers, dan Reece James.
Cole Palmer serta Levi Colwill juga absen dalam pertandingan di Hong Kong karena masalah minor. Alonso berharap keduanya bisa kembali tersedia saat menghadapi Milan.
Persaingan di posisi penjaga gawang juga menarik. Robert Sanchez mendapat kesempatan menjadi starter ketika menghadapi Juventus sebelum digantikan Mike Penders.
Keduanya masih bersaing untuk memperebutkan posisi penjaga gawang utama Chelsea musim depan.
Nicolas Jackson juga menjadi perhatian. Ia masuk menggantikan Welbeck pada babak kedua melawan Juventus sebelum kemudian ditarik keluar melalui pergantian pemain yang memang sudah direncanakan.
Menariknya, Mykhaylo Mudryk masuk menggantikannya sekaligus mencatatkan comeback setelah menjalani larangan bertanding akibat kasus doping.
Milan Membawa Wajah Lama dan Baru
Di kubu Milan, pertandingan ini memiliki nuansa emosional bagi Christopher Nkunku. Mantan pemain Chelsea tersebut akan menghadapi klub lamanya untuk pertama kali sejak meninggalkan Stamford Bridge pada Agustus tahun lalu. Fikayo Tomori dan Ruben Loftus-Cheek juga berpeluang tampil menghadapi mantan klub mereka.
Christian Pulisic sebenarnya juga berpotensi menjadi bagian dari reuni tersebut. Namun, pemain asal Amerika Serikat itu masih menepi karena cedera paha. Mario Gila juga belum tersedia setelah mengalami cedera dalam debutnya bersama Milan.
Di bawah mistar, Lorenzo Torriani kemungkinan kembali mendapat kepercayaan. Mike Maignan menjadi satu-satunya pemain Milan yang masih absen karena keterlibatannya di Piala Dunia.
Goncalo Ramos, yang baru menjalani debut sebagai pemain pengganti saat menghadapi Inter, berpeluang mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama.
Rafael Leao dan Luka Modric juga sudah kembali memperkuat Milan setelah Piala Dunia. Keduanya berpeluang dimainkan, meski Amorim kemungkinan tidak ingin mengambil risiko dengan langsung memberikan beban menit bermain terlalu besar.
Perkiraan Susunan Pemain
Chelsea: Mike Penders; Palestra, Levi Colwill, Josh Acheampong, Palestra; Moises Caicedo, Romeo Lavia; Estevao, Cole Palmer, Jamie Gittens; Pedro.
AC Milan: Lorenzo Torriani; Terracciano, Matteo Gabbia, Fikayo Tomori; Alexis Saelemaekers, Youssouf Fofana, Jashari, Pervis Estupinan; Samuel Chukwueze, Christopher Nkunku; Goncalo Ramos.
Prediksi skor: Chelsea 1-1 AC Milan.
Pertandingan di Jakarta berpotensi berlangsung ketat. Chelsea memiliki kebutuhan untuk segera menghentikan tren dua kekalahan beruntun. Namun, problem pertahanan yang belum terselesaikan membuat skuad Alonso belum sepenuhnya meyakinkan.
Milan pun memiliki persoalan serupa. Amorim masih membangun sistem dan berusaha mengembalikan kepercayaan diri skuad setelah dua musim yang tidak sesuai ekspektasi.
Perbedaan terbesarnya adalah Milan memperlihatkan kemampuan bangkit dalam dua pertandingan terakhir. Dua kali tertinggal dan dua kali pula mampu mengamankan hasil imbang.
Chelsea punya kualitas individu yang sangat besar, terutama di lini depan. Tetapi jika pertahanan kembali mudah ditembus, Milan memiliki cukup kualitas untuk menghukum kesalahan tersebut. Karena itu, duel di GBK Madya diprediksi tidak menghasilkan pemenang.
Bagi kedua tim, skor akhir mungkin bukan ukuran utama. Yang jauh lebih penting adalah menemukan jawaban atas satu pertanyaan: seberapa siap mereka memasuki musim baru? (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi