Prediksi Arsenal vs Borussia Dortmund di Emirates Cup: Gunners Dibayangi Luka dari Real Betis

Niklaas Andries • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 05:51 WIB
EMIRATES CUP 2026: Arsenal akan tantang Borussia Dortmund (Arsenal FC)
EMIRATES CUP 2026: Arsenal akan tantang Borussia Dortmund (Arsenal FC)

RADARBANYUWANGI.ID - Arsenal punya kesempatan menutup rangkaian pramusim dengan kembali mengangkat trofi Emirates Cup. Memang, ini bukan gelar yang menentukan bagi perjalanan musim baru nanti.

Namun, bagi Mikel Arteta, duel melawan Borussia Dortmund di Emirates Stadium, Minggu (9/8) sore waktu setempat, menjadi lebih dari sekadar pertandingan persahabatan.

Laga tersebut bisa menjadi panggung penting untuk mengembalikan kepercayaan diri Arsenal setelah hasil mengejutkan pada laga sebelumnya. Kekalahan 1-3 dari Real Betis menghentikan catatan sempurna The Gunners dalam rangkaian uji coba musim panas.

Sebelum tersandung Betis, Arsenal tampil meyakinkan dengan kemenangan atas MK Dons dalam pertandingan tertutup dan Girona. Karena itu, duel kontra Dortmund menjadi momentum bagi Arteta untuk memastikan satu kekalahan tidak berkembang menjadi keraguan menjelang musim kompetitif 2026–2027.

Emirates Cup sendiri bukan kompetisi asing bagi Arsenal. Klub London Utara tersebut telah memenangkan turnamen ini sembilan kali dan selalu menjadi juara dalam empat edisi terakhir.

Pada 2025, Arsenal mengalahkan Athletic Bilbao 3-0. Setahun sebelumnya, Lyon ditaklukkan 2-0. Monaco kemudian disingkirkan melalui adu penalti pada 2023, sebelum Sevilla dihantam enam gol tanpa balas pada 2022.

Dominasi tersebut membuat Arsenal kembali menjadi favorit. Apalagi, bermain di Emirates memberikan keuntungan psikologis tersendiri.

Namun, Dortmund datang dengan agenda yang tidak kalah serius. Klub Jerman itu sedang mempersiapkan diri menghadapi Bayern Munchen dalam Franz Beckenbauer Supercup pada akhir Agustus.

Artinya, laga melawan Arsenal menjadi salah satu kesempatan terakhir Niko Kovac menguji komposisi terbaiknya. Masalahnya, performa Dortmund sepanjang pramusim masih belum stabil.

Dalam empat pertandingan, Die Borussen membukukan dua kemenangan dan dua kekalahan. Mereka sempat bangkit untuk mengalahkan Rot-Weiss Oberhausen 3-1 setelah tertinggal lebih dahulu, tetapi kemudian kalah 1-2 dari Fortuna Dusseldorf.

Tur Jepang juga menghasilkan catatan berimbang. Dortmund kalah 0-1 dari Cerezo Osaka sebelum membalas dengan skor identik ketika menghadapi FC Tokyo. Fabio Silva menjadi penentu kemenangan tersebut.

Konsistensi menjadi pekerjaan rumah utama Kovac. Musim lalu Dortmund kembali finis di posisi kedua Bundesliga 2025–2026. Untuk mengubah status sebagai penantang menjadi tim yang benar-benar mampu merebut gelar, mereka membutuhkan stabilitas yang lebih baik.

Pertemuan dengan Arsenal juga membawa sejarah tersendiri. Kedua tim sudah delapan kali berhadapan di kompetisi resmi, terutama dalam persaingan Liga Champions pada awal dekade 2010-an.

Arsenal memenangi pertemuan terakhir. Yaya Sanogo dan Alexis Sanchez mencetak gol dalam kemenangan 2-0 pada 2014.

Arsenal Harus Mematikan Kesalahan Individu

Kekalahan dari Betis memberikan satu pelajaran penting bagi Arteta: Arsenal tidak boleh memberikan hadiah gratis kepada lawan.

Tiga gol Betis lahir setelah sejumlah kesalahan individu membuat struktur permainan Arsenal kehilangan keseimbangan. Dalam pertandingan dengan intensitas tinggi, kesalahan seperti itu bisa menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.

Gabriel Martinelli dan Gabriel Magalhaes sudah kembali setelah menjalani agenda bersama Brasil dalam Piala Dunia. Keduanya tampil melawan Betis, meski pergantian pada babak kedua memang telah direncanakan.

Martin Odegaard juga menjadi salah satu pemain yang dinantikan. Kapten Arsenal tersebut telah kembali berlatih setelah liburan dan berpeluang mendapatkan menit bermain pertamanya pada pramusim. Namun, ia kemungkinan memulai laga dari bangku cadangan.

Sementara itu, Arsenal mendapat kabar kurang menyenangkan dari sektor tengah. Louie Copley mengalami cedera serius dalam pertandingan melawan Betis dan berpotensi absen.

Kondisi serupa juga menghantui Dortmund. Carney Chukwuemeka hanya mampu bermain selama 23 menit ketika menghadapi FC Tokyo sebelum masalah pada lututnya kembali kambuh.

Kovac memang memberikan perkembangan yang cukup menenangkan selepas pertandingan. Namun, status Chukwuemeka untuk menghadapi Arsenal masih belum pasti.

Jika pemain tersebut tidak dapat tampil, peluang bisa diberikan kepada Konstantinos Karetsas. Gelandang Yunani berusia 18 tahun itu baru bergabung dari Genk dan berpotensi menjalani debut bersama Dortmund.

Dortmund juga masih kehilangan Emre Can dan Nico Schlotterbeck yang belum pulih dari masalah lutut jangka panjang.

Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Dortmund

Arsenal: Meslier; White, Mosquera, Gabriel, Hincapie; Vieira, Lewis-Skelly, Havertz; Dowman, Gyokeres, Martinelli.

Borussia Dortmund: Drewes; Reggiani, Anton, Ritter; Svensson, Bellingham, Nmecha, Beier; Silva, Karetsas; Guirassy.

Arsenal Lebih Diunggulkan

Secara momentum, Arsenal masih berada satu tingkat di atas Dortmund. Selain memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, The Gunners juga memiliki rekam jejak luar biasa di Emirates Cup.

Kekalahan dari Betis tidak serta-merta menunjukkan adanya masalah struktural besar dalam permainan Arsenal. Faktor kesalahan individu menjadi penyebab dominan.

Jika Arteta mampu memangkas kesalahan-kesalahan tersebut, Arsenal seharusnya bisa kembali mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola dan tekanan tinggi.

Dortmund tetap memiliki senjata untuk membuat pertandingan sulit. Kecepatan transisi dan kualitas pemain muda mereka dapat menjadi ancaman ketika Arsenal kehilangan bola di area tengah.

Namun, kedalaman skuad dan pengalaman Arsenal di pertandingan kandang membuat The Gunners lebih layak dijagokan.

Prediksi skor: Arsenal 2-1 Borussia Dortmund.

Kemenangan tersebut tidak akan memberi Arsenal keuntungan di klasemen Premier League. Namun, mengangkat trofi Emirates Cup tetap bisa menjadi suntikan psikologis sebelum mereka menghadapi Como pada laga pramusim berikutnya dan kemudian Manchester City dalam Community Shield pada 16 Agustus.

Bagi Arteta, yang paling penting bukan trofinya. Melainkan bagaimana Arsenal memasuki musim baru dengan keyakinan bahwa kesalahan melawan Betis hanya sebuah peringatan, bukan pertanda masalah yang lebih besar. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
emirates cup 2026 arsenal vs borussia dortmund prediksi arsenal mikel arteta niko kovac