RADARBANYUWANGI.ID - AFC Wimbledon membuka perjalanan musim 2026-2027 dengan tantangan menghadapi Newport County pada putaran pertama EFL Cup atau Piala Liga Inggris di Plough Lane. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk menghapus catatan musim lalu yang sama-sama penuh tekanan, sekaligus membangun momentum sebelum kompetisi liga dimulai.
Meski berasal dari kasta berbeda musim lalu, duel ini diperkirakan berlangsung ketat. AFC Wimbledon ingin membuktikan bahwa mereka telah bangkit setelah nyaris terdegradasi dari League One, sementara Newport County datang dengan optimisme baru di bawah pelatih anyar.
AFC Wimbledon Masih Dibayangi Akhir Musim yang Buruk
Bertahan di League One memang menjadi pencapaian tersendiri bagi AFC Wimbledon. Namun, cara mereka mengakhiri musim 2025-2026 justru memunculkan banyak pertanyaan.
Pasukan Johnnie Jackson hanya meraih satu kemenangan dalam sebelas pertandingan terakhir. Mereka bahkan menelan sembilan kekalahan pada periode tersebut. Kemenangan tipis 1-0 atas Wigan Athletic pada laga kedua terakhir musim menjadi penyelamat yang memastikan mereka tetap bertahan di kasta ketiga sepak bola Inggris.
Kini Jackson memasuki musim kelimanya sebagai pelatih AFC Wimbledon. Stabilitas yang diberikan manajemen menunjukkan kepercayaan terhadap proyek jangka panjangnya, tetapi tekanan untuk menghadirkan hasil positif sejak awal musim juga semakin besar.
Manajemen bergerak aktif di bursa transfer dengan mendatangkan enam pemain baru. Di antara nama yang paling menarik perhatian adalah Steven Sessegnon serta Zack Nelson, yang sebelumnya tampil cukup impresif saat dipinjamkan dari Luton Town pada paruh kedua musim lalu.
Hasil pramusim juga memberi sinyal positif. Meski menutup agenda uji coba dengan kekalahan dari Queens Park Rangers, Wimbledon sebelumnya mampu mengalahkan Coventry City dan Charlton Athletic. Performa tersebut menunjukkan kualitas tim mulai meningkat dibanding penghujung musim lalu.
Newport County Memulai Era Hayden Mullins
Di kubu lawan, Newport County juga mengalami perubahan besar. Musim lalu mereka sempat diprediksi menjadi salah satu kandidat terkuat untuk terdegradasi ke National League. Namun, keputusan menunjuk mantan bek Leicester City, Christian Fuchs, sebagai pelatih membawa perubahan signifikan.
Walaupun hanya mencatat sembilan kemenangan dari 31 pertandingan, Newport tampil impresif pada penghujung musim dengan memenangkan empat dari tujuh laga terakhir. Rentetan hasil itu membuat mereka finis empat poin di atas zona degradasi.
Kini tongkat estafet kepelatihan beralih kepada Hayden Mullins, mantan pelatih Fulham U-21 yang diharapkan mampu mengangkat performa klub secara lebih konsisten.
Aktivitas transfer Newport juga cukup agresif. Delapan pemain baru telah direkrut, termasuk penyerang lokal Christian Doidge yang didatangkan dari Forest Green Rovers untuk menambah daya gedor lini depan.
Menariknya, Newport menutup rangkaian pramusim dengan kekalahan 1-4 dari raksasa Italia, AS Roma. Meski kalah telak, penampilan mereka dinilai cukup berani menghadapi lawan dengan kualitas jauh di atas.
Kondisi Terkini Kedua Tim
AFC Wimbledon (Pramusim): Kalah-Menang-Imbang-Menang-Kalah-Kalah
Newport County (Pramusim): Kalah-Imbang-Imbang-Kalah-Menang-Kalah
Melihat performa pramusim, kedua tim memang belum tampil sepenuhnya konsisten. Namun Wimbledon sedikit lebih meyakinkan karena mampu mengalahkan lawan-lawan dari level kompetisi yang lebih tinggi.
Kabar Tim AFC Wimbledon
Johnnie Jackson kemungkinan besar mempertahankan kerangka tim yang tampil saat menghadapi Queens Park Rangers. Mayoritas pemain inti telah memperoleh menit bermain cukup panjang sehingga dinilai siap menjalani pertandingan kompetitif pertama musim ini.
Beberapa wajah baru diperkirakan langsung menjalani debut resmi, di antaranya Dan Sweeney, James Tilley, Zack Nelson.
Kehadiran mereka diharapkan meningkatkan keseimbangan permainan, terutama di sektor pertahanan dan sayap.
Kabar Tim Newport County
Hayden Mullins juga diprediksi tidak banyak mengubah komposisi pemain yang tampil melawan AS Roma. Sejumlah rekrutan anyar berpotensi menjalani debut kompetitif, yaitu Cameron Norman, Harrison Biggins, Yahya Bamba, Shaquile Gwengwe, Christian Doidge.
Sementara itu, Tom Davies berpeluang kembali mengisi posisi bek kiri setelah sebelumnya posisinya ditempati pemain trial saat melawan Roma.
Prediksi Susunan Pemain
AFC Wimbledon (4-3-3): McDonnell; Seddon, Johnson, Tilley, Nelson; Browne, Smith, Hippolyte; Sweeney, Sasu, Ogundere.
Newport County (4-3-3): Wright; Norman, Jenkins, Cameron, Davies; Smith, Brennan, Biggins; Bamba, Doidge, Gwengwe.
Prediksi Skor: AFC Wimbledon 2-1 Newport County.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang sama-sama berusaha meninggalkan masa sulit musim lalu.
AFC Wimbledon memiliki keuntungan bermain di kandang serta fondasi permainan yang sudah terbentuk di bawah Johnnie Jackson. Meski performa akhir musim lalu mengecewakan, kontinuitas pelatih dan adaptasi pemain baru menjadi modal penting.
Sebaliknya, Newport County masih memasuki fase transisi bersama Hayden Mullins. Pergantian pelatih biasanya membutuhkan waktu agar filosofi permainan benar-benar diterapkan. Walaupun energi baru dapat menjadi kejutan, konsistensi permainan kemungkinan belum sepenuhnya terbentuk.
Jika melihat kualitas skuad, pengalaman bermain di level League One, serta keuntungan tampil di hadapan pendukung sendiri, AFC Wimbledon memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan kemenangan. Namun Newport diperkirakan tetap mampu memberikan perlawanan sengit melalui permainan cepat dan agresivitas para pemain anyarnya.
AFC Wimbledon diperkirakan akan mendominasi penguasaan bola dan lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Newport County berpotensi mencetak gol melalui serangan balik, tetapi pengalaman tuan rumah diprediksi menjadi pembeda. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi