Mohamed Salah Pilih Trabzonspor, Ambisi Tetap Tampil di Eropa Jadi Alasan Utama

Niklaas Andries • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 05:37 WIB
TRANSFER: Mohamed Salah resmi menjadi milik Trabzonspor di Liga Turki (Trabzonspor)
TRANSFER: Mohamed Salah resmi menjadi milik Trabzonspor di Liga Turki (Trabzonspor)

RADARBANYUWANGI.ID - Setelah berbulan-bulan dihiasi spekulasi, teka-teki mengenai masa depan Mohamed Salah akhirnya terjawab. Legenda Liverpool itu resmi bergabung dengan Trabzonspor dengan kontrak berdurasi dua tahun setelah masa baktinya di Anfield berakhir.

Keputusan tersebut langsung mengejutkan dunia sepak bola. Selama beberapa musim terakhir, klub-klub Liga Pro Arab Saudi terus berupaya memboyong kapten Timnas Mesir itu dengan tawaran fantastis. Di saat yang sama, Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat juga diyakini menjadi destinasi realistis bagi salah satu ikon sepak bola dunia tersebut.

Namun, Salah justru mengambil jalan berbeda. Alih-alih mengejar kontrak terbesar atau memilih kompetisi yang lebih populer, pemain berusia 34 tahun itu memutuskan tetap bertahan di sepak bola Eropa bersama Trabzonspor, klub yang dikenal sebagai kekuatan alternatif di Turki.

Keputusan tersebut bukan sekadar perpindahan klub, melainkan menunjukkan bahwa ambisi kompetitif Salah masih jauh dari kata selesai.

Bertahan di Eropa Menjadi Prioritas Utama

Faktor finansial ternyata bukan pertimbangan utama Mohamed Salah. Klub-klub Arab Saudi, termasuk Al-Ittihad, kembali mencoba membujuknya dengan nilai kontrak yang jauh lebih besar. Sporting Kansas City dari MLS juga masuk dalam daftar peminat serius. Meski demikian, Salah memilih tetap bermain di Eropa.

Secara finansial, Trabzonspor tetap memberikan paket kontrak yang sangat menarik. Klub Turki tersebut mengonfirmasi Salah akan menerima gaji sekitar 14,5 juta poundsterling per musim, ditambah 20 persen keuntungan dari penjualan merchandise bermerek Mohamed Salah.

Meski masih berada di bawah potensi pendapatan yang bisa ia raih di Arab Saudi, nilai tersebut tetap menempatkannya sebagai salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Super Lig Turki.

Yang lebih penting, Trabzonspor akan tampil pada babak play-off Liga Europa musim ini. Jika lolos, Salah masih memiliki kesempatan tampil di kompetisi antarklub elite Eropa.

Bagi pemain yang baru saja membawa Mesir mencapai fase gugur Piala Dunia 2026, kesempatan terus bersaing di panggung UEFA jelas menjadi nilai yang sulit ditolak.

Mengapa Memilih Trabzonspor?

Apabila hanya ingin bertahan di Eropa, Trabzonspor mungkin bukan nama pertama yang muncul dalam benak banyak orang.

Galatasaray, Fenerbahce, dan Besiktas selama ini menjadi tiga raksasa tradisional Liga Turki yang lebih sering mendatangkan pemain kelas dunia.

Faktanya, Besiktas sempat membuka negosiasi dengan Salah. Namun pembicaraan kandas akibat perbedaan struktur pembayaran sehingga Trabzonspor berhasil mengambil kesempatan tersebut.

Meski tidak memiliki popularitas sebesar klub-klub Istanbul, Trabzonspor bukanlah klub kecil. Mereka telah mengoleksi tujuh gelar Liga Turki, menjadi juara Super Lig musim 2021-2022, serta baru saja mengangkat trofi Piala Turki musim lalu.

Musim lalu mereka juga finis di posisi ketiga sehingga kembali memperoleh tiket menuju kompetisi Eropa. Bagi Salah, Trabzonspor menawarkan keseimbangan antara proyek kompetitif, peluang meraih trofi, serta peran sentral dalam tim.

Sambutan Bak Pahlawan

Status Mohamed Salah langsung berubah menjadi rekrutan terbesar sepanjang sejarah Trabzonspor. Ratusan suporter memadati bandara untuk menyambut kedatangannya sebelum ia melanjutkan perjalanan menuju Kota Trabzon.

Antusiasme tersebut memperlihatkan besarnya ekspektasi publik terhadap pemain yang telah menjadi ikon Liverpool selama hampir satu dekade.

Saat diperkenalkan, Salah sempat mengenakan jersey bernomor 61, angka yang sangat sakral bagi masyarakat Trabzon karena merupakan kode kendaraan kota tersebut sekaligus simbol identitas suporter.

Namun untuk musim 2026-2027, Salah akan mengenakan nomor 10, nomor favoritnya di Timnas Mesir, setelah rekan setim Ernest Muci dengan sukarela menyerahkan nomor tersebut sebagai bentuk penghormatan.

Liga Turki Kini Semakin Menarik bagi Bintang Dunia

Transfer Salah mempertegas meningkatnya daya tarik Super Lig Turki. Beberapa pemain top dunia kini juga memilih melanjutkan karier di sana, mulai dari Victor Osimhen, Leroy Sane, Ilkay Gundogan, Nathan Ake, Leandro Trossard hingga Andre Onana, Ruslan Malinovskyi, dan Stefan Savic.

Fenomena ini bukan tanpa alasan.

Musim panas lalu, Super Lig menjadi liga dengan pengeluaran transfer bersih terbesar ketiga di dunia setelah Premier League dan Liga Pro Arab Saudi.

Model ekonomi klub-klub Turki turut berperan besar. Pendapatan dari kompetisi UEFA diperoleh dalam mata uang euro, sementara sebagian besar biaya operasional tetap menggunakan lira Turki.

Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas finansial yang cukup besar sehingga klub mampu menawarkan kontrak kompetitif kepada pemain-pemain elite Eropa.

Mantan gelandang Rangers, Ryan Jack, yang dua musim bermain di Turki, menilai kualitas kompetisi terus meningkat.

Menurutnya, semakin banyak nama besar yang datang menjadi bukti bahwa Super Lig sedang berkembang dan mulai dipandang sebagai tujuan karier yang menarik.

Masihkah Salah Mampu Bersaing di Level Tertinggi?

Usia memang tak lagi muda, tetapi kualitas Mohamed Salah belum benar-benar memudar. Pada Piala Dunia 2026, ia masih menjadi pemain penting Mesir dengan torehan satu gol dan dua assist dalam lima pertandingan.

Musim terakhirnya bersama Liverpool memang tidak semulus sebelumnya. Ia hanya mencetak 12 gol di semua kompetisi setelah posisinya mulai tergeser di bawah pelatih Arne Slot. Namun, satu musim sebelumnya Salah justru menikmati salah satu performa terbaik sepanjang kariernya.

Ia membukukan 34 gol dan 23 assist di seluruh ajang sekaligus mengantar Liverpool menjuarai Premier League. Rekam jejak tersebut membuat kualitasnya tetap berada jauh di atas rata-rata pemain yang saat ini berkompetisi di Liga Turki.

Jadi Poros Serangan Trabzonspor

Pelatih Fatih Tekke diperkirakan langsung membangun sistem permainan di sekitar Mohamed Salah. Trabzonspor selama ini lebih sering menggunakan formasi 4-2-3-1, dengan Salah menempati posisi sayap kanan, peran yang telah membesarkan namanya selama bertahun-tahun.

Dari sisi kanan, ia bebas bergerak ke tengah menggunakan kaki kiri andalannya untuk menciptakan peluang maupun mencetak gol. Tekke juga dapat beralih ke formasi 4-3-3 tanpa harus mengubah peran Salah secara signifikan.

Debut kompetitif Salah diperkirakan terjadi pada 15 Agustus, saat Trabzonspor menghadapi Kasimpasa pada laga pembuka Super Lig sebelum menjalani play-off Liga Europa menghadapi Ferencvaros atau Gornik Zabrze.

Transfer Bernilai Strategis bagi Trabzonspor

Nilai transfer Mohamed Salah jauh melampaui aspek teknis di lapangan. Kehadirannya langsung meningkatkan citra global Trabzonspor, memperbesar potensi pendapatan komersial, memperluas pasar internasional, sekaligus meningkatkan penjualan merchandise dan hak siar.

Ryan Jack meyakini efek domino transfer ini akan terasa di seluruh Liga Turki. Pendukung Liverpool maupun penggemar Mohamed Salah diprediksi mulai mengikuti Super Lig secara rutin sehingga eksposur internasional kompetisi tersebut meningkat drastis.

Babak Baru Penuh Ambisi

Bagi Mohamed Salah, Trabzonspor menawarkan sesuatu yang mungkin lebih berharga dibandingkan kontrak dengan nominal tertinggi.

Ia tetap berada di Eropa, masih berkesempatan bermain di kompetisi UEFA, memiliki peluang meraih gelar domestik, sekaligus menjadi ikon utama salah satu klub paling bersejarah di Turki.

Pilihan ini memang berbeda dari prediksi banyak pihak. Namun justru di situlah letak maknanya. Trabzonspor bukan sekadar tujuan akhir karier Mohamed Salah, melainkan awal dari proyek ambisius yang dapat mengubah wajah klub sekaligus semakin mengangkat pamor Liga Turki di panggung sepak bola Eropa. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
transfer mohamed salah liga turki mohamed salah super lig turki trabzonspor