RADARBANYUWANGI.ID - Chelsea belum sepenuhnya menutup aktivitas mereka di bursa transfer musim panas 2026. Setelah merombak sejumlah sektor skuad, The Blues dikabarkan masih membuka peluang mendatangkan gelandang bertahan baru.
Nama yang kini mencuat adalah Martin Zubimendi. Menariknya, ketertarikan itu disebut berasal langsung dari pelatih kepala baru Chelsea, Xabi Alonso, yang sejak lama mengagumi kualitas gelandang Arsenal tersebut.
Meski demikian, peluang Chelsea memboyong pemain tim nasional Spanyol itu dinilai masih sangat kecil. Arsenal hampir dipastikan tidak akan melepas salah satu pilar utamanya hanya semusim setelah menggelontorkan dana besar untuk merekrutnya.
Xabi Alonso Dorong Chelsea Pantau Martin Zubimendi
Chelsea terus memantau kemungkinan memperkuat lini tengah menjelang dimulainya musim 2026-2027. Setelah mendatangkan sejumlah pemain di berbagai posisi, sektor gelandang masih menjadi perhatian Xabi Alonso.
Menurut jurnalis yang dekat dengan internal Chelsea, Simon Phillips, Alonso merupakan pengagum lama Martin Zubimendi. Bahkan, mantan pelatih Bayer Leverkusen itu telah menyampaikan kepada manajemen klub bahwa gelandang Arsenal tersebut merupakan pemain yang sangat ia sukai.
Namun, Phillips menegaskan bahwa kekaguman Alonso tidak otomatis berarti Chelsea sedang mengajukan penawaran resmi kepada Arsenal. Hingga kini, belum ada indikasi negosiasi ataupun pendekatan konkret.
Informasi yang diperolehnya hanya menyebut bahwa Zubimendi termasuk dalam daftar gelandang yang sangat diapresiasi Alonso berkat kualitas permainan serta pemahamannya terhadap sepak bola modern.
Hubungan Lama Jadi Alasan Alonso Mengagumi Zubimendi
Ketertarikan Alonso terhadap Zubimendi bukan tanpa alasan. Keduanya pernah bekerja sama ketika Alonso menangani Real Sociedad B sebelum memulai karier kepelatihannya di level elite Eropa.
Saat itu, Alonso beberapa kali melontarkan pujian kepada anak asuhnya tersebut. Ia menilai Zubimendi merupakan gelandang dengan kecerdasan taktik tinggi, bermain tanpa pamrih, serta mampu mengendalikan ritme pertandingan dari area terdalam lini tengah.
Karakter itulah yang kemudian membuat Zubimendi berkembang menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di Eropa. Kemampuannya membaca permainan, memutus serangan lawan, hingga mendistribusikan bola dengan akurat menjadikannya sosok yang sangat dibutuhkan klub-klub papan atas.
Arsenal Sulit Melepas Pilar Pentingnya
Meski Chelsea tertarik, peluang transfer ini dinilai nyaris mustahil terjadi pada musim panas ini. Arsenal baru merekrut Zubimendi pada bursa transfer musim panas tahun lalu setelah mengejarnya dalam beberapa periode transfer. Klub London Utara itu mengeluarkan dana sekitar £60 juta atau sekitar Rp1,32 triliun untuk memboyongnya ke Stadion Emirates.
Dengan investasi sebesar itu, sangat kecil kemungkinan Arsenal bersedia menjual sang gelandang hanya setelah satu musim.
Terlebih, tim asuhan Mikel Arteta tengah membangun skuad yang lebih dalam demi bersaing di berbagai kompetisi, mulai dari Premier League, Piala FA, Piala Liga Inggris, hingga Liga Champions.
Persaingan Lini Tengah Arsenal Semakin Mengerikan
Arsenal justru diproyeksikan memiliki salah satu lini tengah terkuat di Eropa apabila seluruh pemain tersedia sepanjang musim.
Kehadiran Bruno Guimaraes diperkirakan semakin memperkokoh sektor tersebut bersama Martin Zubimendi, Declan Rice, dan Mikel Merino. Kedalaman skuad menjadi kebutuhan penting mengingat sejumlah pemain diprediksi kembali terlambat bergabung setelah membela negaranya pada Piala Dunia 2026.
Situasi itu membuat Arsenal lebih membutuhkan banyak opsi berkualitas dibanding melepas salah satu pemain intinya.
Chelsea Harus Cari Alternatif
Bagi Chelsea, ketertarikan Alonso terhadap Zubimendi merupakan sesuatu yang logis mengingat hubungan keduanya telah terjalin sejak di akademi Real Sociedad.
Namun dalam dunia transfer, kekaguman terhadap seorang pemain tidak selalu berarti transfer dapat diwujudkan. Faktor kontrak, kebutuhan klub, hingga posisi tawar Arsenal membuat peluang Chelsea mendapatkan Zubimendi hampir tertutup.
Jika tidak terjadi perubahan besar dalam sikap Arsenal, Zubimendi diperkirakan tetap menjadi salah satu fondasi utama The Gunners dalam perburuan gelar Premier League untuk musim kedua secara beruntun sekaligus upaya mereka meraih trofi Liga Champions yang masih menjadi ambisi besar klub. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi