RADARBANYUWANGI.ID – Chelsea melanjutkan rangkaian tur pramusim mereka ke Asia dengan menghadapi Juventus dalam laga bergengsi di Kai Tak Stadium, Hong Kong, Rabu. Pertandingan ini menjadi salah satu ujian paling serius bagi skuad asuhan Xabi Alonso sebelum memasuki musim kompetisi 2026-2027.
Setelah menelan kekalahan dalam Derby London kontra Tottenham Hotspur di Australia, Chelsea dituntut segera bangkit. Sebaliknya, Juventus datang dengan kepercayaan diri yang lebih baik usai meraih kemenangan atas Nice dalam laga uji coba.
Meski hanya berstatus pertandingan pramusim, duel dua mantan penguasa Eropa ini diperkirakan berlangsung kompetitif karena kedua tim tengah mematangkan fondasi permainan sekaligus mencari komposisi terbaik jelang kompetisi resmi.
Chelsea Memulai Era Baru Bersama Xabi Alonso
Musim panas menjadi periode transformasi bagi Chelsea. Kehadiran Xabi Alonso di kursi pelatih membawa perubahan besar terhadap proyek jangka panjang klub asal London tersebut.
Alonso berupaya menghadirkan keseimbangan antara talenta muda dan pengalaman. Chelsea yang selama beberapa musim dikenal sebagai skuad termuda di Premier League kini mulai diperkuat sejumlah pemain senior.
Striker berpengalaman Danny Welbeck telah resmi bergabung, sementara mantan kapten Liverpool Jordan Henderson dikabarkan segera menyusul. Kehadiran mereka melengkapi rekrutan lain seperti Morgan Rogers dan bek tengah Maxence Lacroix.
Namun, sorotan terbesar justru datang dari wonderkid Brasil, Estevao, yang terus menunjukkan kualitasnya. Pemain muda tersebut mencetak satu-satunya gol Chelsea saat kalah dari Tottenham setelah sebelumnya The Blues terlibat pertandingan dramatis yang berakhir dengan kemenangan 6-4 atas Western Sydney Wanderers.
Alonso menjadikan seluruh laga pramusim sebagai proses membangun identitas permainan baru sebelum Chelsea menjalani laga pembuka Premier League melawan Fulham pada 22 Agustus mendatang.
Tur Asia sendiri menjadi agenda penting. Setelah menghadapi Juventus di Hong Kong, Chelsea dijadwalkan bertemu AC Milan di Indonesia sebelum menutup tur dengan melawan Johor Darul Ta'zim di Malaysia hanya dalam rentang delapan hari.
Rekor Pertemuan Masih Menguntungkan Chelsea
Pertemuan terakhir kedua klub terjadi pada fase grup Liga Champions 2021. Kala itu Chelsea tampil dominan dengan kemenangan telak 4-0 di Stamford Bridge, meski Juventus sempat memenangkan salah satu pertemuan sebelumnya.
Kini situasinya berubah. Baik Chelsea maupun Juventus sama-sama gagal tampil di Liga Champions musim ini setelah menjalani musim lalu yang mengecewakan.
Chelsea kehilangan konsistensi pada akhir musim, sedangkan Juventus gagal mengamankan posisi empat besar Serie A sehingga harus puas berlaga di Liga Europa.
Juventus Berusaha Bangkit Bersama Luciano Spalletti
Meski gagal memenuhi target musim lalu, Luciano Spalletti tetap dipercaya memimpin Juventus. Mantan pelatih tim nasional Italia tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif sepanjang pramusim.
Setelah bermain imbang tanpa gol melawan Basel, Juventus berhasil mengalahkan Standard Liege dan Nice. Dalam kemenangan atas Nice, gelandang asal Brasil Douglas Luiz mencetak gol pembuka sekaligus menandai kebangkitannya setelah sempat tersisih dari skuad utama.
Usai menghadapi Chelsea, Juventus masih akan menjalani dua laga uji coba melawan Palermo dan tim Primavera sebelum bertolak ke Australia untuk menghadapi rival klasik mereka, Inter Milan.
Chelsea Dapat Tambahan Amunisi
Chelsea memperoleh kabar menggembirakan menjelang pertandingan ini. Mykhaylo Mudryk telah kembali setelah menjalani hukuman panjang dan kini bergabung bersama skuad tur Asia. Selain itu, Pedro Neto, Danny Welbeck, Geovany Quenda, dan kiper muda Belgia Mike Penders juga siap bersaing memperebutkan tempat di tim utama.
Gelandang andalan Moises Caicedo serta striker Nicolas Jackson yang sebelumnya absen melawan Tottenham diperkirakan sudah dapat dimainkan. Namun, Enzo Fernandez, Morgan Rogers, dan Maxence Lacroix masih belum berada dalam kondisi ideal.
Di lini depan, Joao Pedro menjadi kandidat utama sebagai ujung tombak setelah tampil luar biasa dengan mencetak hattrick cepat saat menghadapi Western Sydney Wanderers.
Juventus Kehilangan Vlahovic
Di kubu Juventus, perubahan besar terjadi di sektor penyerangan. Dusan Vlahovic telah meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir sehingga Arkadiusz Milik diprediksi menjadi pilihan utama sebagai penyerang tengah.
Spalletti juga memperkuat lini depan dengan memulangkan Randal Kolo Muani serta merekrut talenta muda Bosnia, Kerim Alajbegovic. Sementara itu, bek kanan Zeki Celik datang secara gratis dari AS Roma.
Namun Juventus kehilangan Jeff Ekhator akibat cedera otot. Gelandang penting Khephren Thuram juga masih menjalani pemulihan sehingga tidak bisa memperkuat tim.
Prediksi Susunan Pemain
Chelsea (4-2-3-1): Robert Sanchez; Palestra, Josh Acheampong, Levi Colwill, Jorrel Hato; Romeo Lavia, Moises Caicedo; Estevao, Cole Palmer, Pedro Neto; Joao Pedro.
Juventus (3-4-2-1): Michele Di Gregorio; Pierre Kalulu, Federico Gatti, Lloyd Kelly; Zeki Celik, Manuel Locatelli, Douglas Luiz, Andrea Cambiaso; Edon Zhegrova, Jeremie Boga; Arkadiusz Milik.
Prediksi akhir: Chelsea 3-1 Juventus.
Chelsea mulai menunjukkan perkembangan positif di bawah arahan Xabi Alonso. Pola permainan lebih agresif, transisi lebih cepat, serta kreativitas di lini tengah mulai terlihat meski konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah.
Kembalinya sejumlah pemain inti akan meningkatkan kualitas permainan The Blues dibanding laga sebelumnya.
Sebaliknya, Juventus memang tampil cukup stabil sepanjang pramusim, tetapi materi pemain mereka dinilai belum cukup kompetitif setelah kehilangan sejumlah pemain penting dan masih menjalani proses regenerasi.
Keunggulan kualitas individu Chelsea, terutama di lini serang yang dihuni Cole Palmer, Estevao, Pedro Neto, hingga Joao Pedro, diperkirakan menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
Selain itu, kedalaman skuad yang lebih baik memberi Alonso banyak opsi untuk menjaga intensitas permainan sepanjang laga.
Chelsea diprediksi mampu memanfaatkan momentum kebangkitan di bawah Xabi Alonso. Dengan kekuatan yang semakin lengkap dan kualitas individu yang lebih baik, The Blues berpeluang mengendalikan jalannya pertandingan sekaligus menutup tur Hong Kong dengan kemenangan meyakinkan. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi