RADARBANYUWANGI.ID – Aroma rivalitas Derby della Madonnina akan terasa hingga belahan selatan dunia. Dua raksasa Kota Milan, AC Milan dan Inter Milan, dijadwalkan bentrok di Optus Stadium, Perth, Australia, Rabu, dalam laga pramusim yang menjadi bagian penting persiapan menuju Serie A 2026-2027.
Meski hanya berstatus pertandingan uji coba, duel ini tetap menyimpan gengsi tinggi. Bagi AC Milan, laga menjadi momentum mengukur perkembangan di bawah pelatih baru Ruben Amorim setelah musim lalu berakhir mengecewakan. Sebaliknya, Inter datang dengan fondasi yang jauh lebih stabil setelah sukses menyapu bersih gelar domestik dan kini bersiap mempertahankan Scudetto.
Milan Memulai Era Baru, Amorim Masih Meracik Identitas Tim
Dalam beberapa musim terakhir, Milan sempat menemukan formula untuk meredam dominasi rival sekota. Rossoneri tidak terkalahkan dalam tujuh Derby della Madonnina terakhir di semua kompetisi dengan catatan lima kemenangan dan dua hasil imbang, termasuk dua kemenangan tipis 1-0 di Serie A musim lalu.
Namun, performa apik tersebut tidak mampu dipertahankan hingga akhir musim. Rossoneri justru mengalami kemerosotan drastis setelah hanya mampu meraih hasil buruk dalam 10 laga terakhir Serie A dengan enam kekalahan. Kegagalan finis di zona Liga Champions memicu perubahan besar di jajaran manajemen maupun kursi pelatih.
Manajemen akhirnya menunjuk Ruben Amorim untuk memulai proyek baru sekaligus mengembalikan Milan ke jalur persaingan papan atas Italia.
Debut Amorim di bangku cadangan Milan terjadi saat menghadapi Celtic pekan lalu. Rossoneri bermain imbang 2-2 setelah sempat tertinggal, berkat dua gol dalam waktu lima menit yang dicetak penyerang muda berbakat Francesco Camarda.
Pertandingan melawan Inter menjadi ujian berikutnya sebelum Milan menghadapi Manchester United dan Chelsea dalam rangkaian tur pramusim. Setelah itu, mereka akan membuka Serie A dengan bertandang ke markas Torino pada 23 Agustus.
Inter Datang dengan Fondasi Lebih Kokoh
Berbeda dengan Milan yang masih membangun ulang tim, Inter memasuki musim baru dengan stabilitas yang terjaga.
Musim lalu Nerazzurri tampil luar biasa dengan merebut dua trofi domestik sekaligus, yakni Scudetto ke-21 dan Coppa Italia ke-10. Mereka bahkan mengakhiri kompetisi dengan keunggulan 11 poin atas Napoli yang berstatus juara bertahan.
Prestasi tersebut menjadi musim pertama yang sangat sukses bagi pelatih Cristian Chivu, yang kini mengemban misi mempertahankan gelar liga.
Persiapan Inter menuju musim baru juga berjalan meyakinkan.
Mereka mengawali pramusim dengan menghancurkan SV Aasen 16-0 saat pemusatan latihan di Jerman. Setelah itu, Inter menundukkan Karlsruher 2-1 melalui dua gol terlambat Andy Diouf sebelum mengalahkan Manchester City lewat adu penalti dalam laga di Hong Kong.
Tur Australia menjadi bagian akhir pemanasan Inter sebelum memasuki kompetisi resmi. Setelah menghadapi Milan, Nerazzurri dijadwalkan bertemu Juventus dalam laga bertajuk Derby d'Italia versi pramusim.
Menariknya, duel di Perth merupakan pertemuan pramusim keenam antara Milan dan Inter sepanjang abad ke-21. Sejauh ini Inter unggul tipis dengan tiga kemenangan berbanding dua milik Milan.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Amorim mulai mendapatkan tambahan kekuatan setelah sejumlah pemain yang tampil di Piala Dunia kembali bergabung.
Veteran asal Kroasia Luka Modric kembali tersedia usai memutuskan memperpanjang kariernya di Italia selama satu musim lagi.
Selain itu, Rafael Leao, Ardon Jashari, Koni De Winter, dan Alexis Saelemaekers diperkirakan sudah siap memperkuat skuad.
Rekrutan anyar Goncalo Ramos yang menjadi pembelian termahal Milan musim panas ini bersama Mario Gila juga telah menjalani debut pramusim.
Meski demikian, Milan masih kehilangan beberapa nama penting. Kapten Mike Maignan masih menjalani masa libur, sedangkan Christian Pulisic harus menepi akibat cedera paha.
Di kubu Inter, kapten Lautaro Martinez belum tersedia setelah memperkuat Argentina hingga final Piala Dunia. Marcus Thuram serta bek anyar John Stones juga diperkirakan belum akan dimainkan.
Sebagai gantinya, Aleksandar Stankovic dan Ivan Provedel siap menjalani debut, sementara penyerang muda Jamal Iddrissou kembali dipercaya mengisi lini depan.
Sorotan lain mengarah kepada Andy Diouf yang kini diplot sebagai pengganti Denzel Dumfries di sisi kanan. Gelandang yang dialihfungsikan menjadi wing-back tersebut sedang tampil impresif dengan torehan empat gol sepanjang pramusim.
Perkiraan Susunan Pemain
AC Milan (3-4-2-1): Torriani; Tomori, Mario Gila, Pavlovic; Athekame, Ricci, Fofana, Bartesaghi; Cisse, Chukwueze; Camarda.
Inter Milan (3-5-2): Provedel; Pavard, Bisseck, Bastoni; Diouf, Barella, Zielinski, Mkhitaryan, Dimarco; Iddrissou, Esposito.
Prediksi akhir: AC Milan 1-2 Inter Milan.
Secara kualitas individu, kedua tim masih belum menurunkan komposisi terbaik karena sejumlah pemain inti belum bergabung sepenuhnya. Namun, perbedaan terbesar justru terlihat pada kesiapan kolektif.
Inter mempertahankan mayoritas kerangka tim juara musim lalu sehingga pola permainan Cristian Chivu sudah terbentuk dengan baik. Sebaliknya, Milan masih berada dalam fase adaptasi terhadap filosofi Ruben Amorim yang membutuhkan waktu agar para pemain memahami sistem permainan baru.
Laga ini memang tidak memiliki tensi setinggi Derby della Madonnina di Serie A. Fokus utama kedua pelatih adalah meningkatkan kebugaran, membangun chemistry, sekaligus menguji berbagai kombinasi pemain menjelang kompetisi resmi.
Meski demikian, gengsi sebagai rival sekota dipastikan membuat pertandingan berlangsung kompetitif sejak menit pertama.
Inter Milan memiliki modal yang lebih kuat berkat kontinuitas skuad, performa pramusim yang konsisten, serta organisasi permainan yang sudah matang. Sementara itu, AC Milan masih mencari keseimbangan di era baru bersama Ruben Amorim. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi