RADARBANYUWANGI.ID - Barcelona kembali dihadapkan pada ancaman besar di bursa transfer musim panas 2026. Setelah kehilangan Robert Lewandowski, klub asal Catalunya itu kini berpotensi ditinggal Ferran Torres yang disebut semakin dekat bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG).
Situasi tersebut membuat Blaugrana berada dalam posisi yang sangat rentan. Bukan hanya kehilangan dua penyerang utama dalam satu jendela transfer, tetapi juga berisiko memasuki musim 2026-2027 tanpa seorang penyerang murni berpengalaman.
Laporan dari sejumlah media Spanyol menyebutkan bahwa pembicaraan antara Barcelona dan PSG dijadwalkan berlangsung pada pekan pertama Agustus. Ketertarikan klub juara Liga Champions itu terhadap Torres terus meningkat sejak Piala Dunia 2026.
Sementara itu, kesepakatan pribadi diyakini bukan menjadi kendala besar. Torres disebut tertarik bergabung dengan proyek ambisius PSG yang kini diasuh Luis Enrique.
Negosiasi Kontrak Mandek, Torres Merasa Bukan Prioritas
Situasi semakin rumit karena pembicaraan kontrak baru antara Barcelona dan Ferran Torres belum menunjukkan perkembangan berarti.
Padahal, penyerang berusia 26 tahun tersebut baru saja menjadi pahlawan Timnas Spanyol setelah mencetak gol penentu kemenangan pada final Piala Dunia 2026. Namun Barcelona memilih menunda pembahasan kontrak baru hingga September. Keputusan itu membuat Torres merasa dirinya bukan lagi prioritas utama klub.
Perasaan tersebut membuka peluang bagi PSG untuk bergerak lebih agresif dalam mengamankan tanda tangannya. Jika transfer terealisasi, Torres diproyeksikan menjadi pengganti Goncalo Ramos yang lebih dahulu meninggalkan Parc des Princes menuju AC Milan pada awal musim panas.
Selain itu, PSG juga mulai mengalihkan fokus kepada Torres setelah gagal memenangkan persaingan mendapatkan wonderkid Yan Diomande yang lebih condong menuju Real Madrid.
Hansi Flick Tegaskan Ingin Pertahankan Torres
Di tengah derasnya rumor kepindahan, pelatih Barcelona Hansi Flick justru memberikan sinyal kuat bahwa dirinya ingin mempertahankan Ferran Torres.
Pelatih asal Jerman itu mengaku sempat berkomunikasi dengan Torres saat berlangsungnya Piala Dunia. Menurut Flick, sang pemain telah membuktikan kualitasnya sepanjang musim lalu dan masih menjadi bagian penting dalam proyek Barcelona.
Kepercayaan Flick bukan tanpa alasan.
Musim 2025-2026 menjadi salah satu musim terbaik Torres sejak bergabung ke Camp Nou. Ia mencetak 21 gol di semua kompetisi, hanya kalah dari Lamine Yamal yang mengoleksi 24 gol.
Di kompetisi La Liga, Torres membukukan 16 gol, jumlah yang sama dengan Yamal dan menjadi torehan tertinggi di antara seluruh pemain asal Spanyol.
Produktivitas itu juga membuatnya menjadi salah satu penyerang paling konsisten Barcelona sepanjang musim.
Selain tajam, Torres tampil dalam 49 pertandingan di seluruh kompetisi. Jumlah tersebut hanya kalah dari Eric Garcia dan Gerard Martin sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di skuad Blaugrana.
Menjadi Pengganti Lewandowski
Sejak kedatangan Hansi Flick pada 2024, Ferran Torres lebih sering dimainkan sebagai penyerang tengah. Perubahan posisi tersebut terbukti efektif.
Bahkan pada sejumlah laga krusial musim lalu, Torres berhasil menggeser Robert Lewandowski dari susunan pemain utama.
Kepergian Lewandowski semula diperkirakan akan menjadikan Torres sebagai ujung tombak utama Barcelona pada musim baru. Meski bukan tipikal penyerang yang sangat produktif, Torres memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya sulit digantikan.
Mobilitas tinggi, kemampuan membuka ruang, kerja sama antarlini, hingga etos kerja tanpa bola menjadi nilai tambah yang sangat dihargai Flick. Karena itu, kehilangan Torres pada momen ketika Lewandowski sudah hengkang akan menjadi pukulan besar bagi Barcelona.
Barcelona Terjebak dalam Skenario Terburuk
Sejak awal bursa transfer dibuka, prioritas utama Barcelona sebenarnya adalah mendatangkan striker kelas dunia. Namun hingga awal Agustus, target tersebut belum berhasil diwujudkan.
Upaya merekrut Julian Alvarez praktis menemui jalan buntu setelah Atletico Madrid menolak mentah-mentah kemungkinan menjual striker Argentina tersebut kepada rival langsung di kompetisi domestik. Bahkan Barcelona kini disebut lebih berpotensi menerima sanksi akibat pendekatan mereka terhadap Alvarez dibanding benar-benar berhasil mendatangkannya.
Padahal, proses mengejar Alvarez sudah berlangsung jauh sebelum muncul isu kepindahan Ferran Torres. Apabila Torres ikut pergi, Barcelona hanya akan memiliki Hamza Abdelkarim sebagai penyerang tengah alami.
Masalahnya, pemain asal Mesir itu baru berusia 18 tahun dan bahkan belum menjalani debut resmi bersama tim senior. Walaupun tampil menjanjikan selama pramusim, mempercayakan lini depan kepada pemain yang belum berpengalaman jelas mengandung risiko besar.
Belanja Mahal, Posisi Striker Justru Belum Terpecahkan
Ironisnya, Barcelona sebenarnya sudah menggelontorkan dana lebih dari 100 juta dolar AS pada musim panas ini.
Dana besar tersebut digunakan untuk mendatangkan dua pemain sayap, Anthony Gordon dan Karim Adeyemi. Keduanya memang mampu dimainkan sebagai penyerang tengah.
Namun secara karakter permainan, Gordon maupun Adeyemi jauh lebih nyaman beroperasi dari sisi lapangan dibanding menjadi striker nomor sembilan murni.
Padahal Barcelona juga telah memiliki Raphinha dan Lamine Yamal di sektor sayap. Artinya, investasi besar tersebut belum benar-benar menjawab kebutuhan paling mendesak tim, yakni mencari pengganti Lewandowski.
Jika Torres benar-benar hengkang, opsi lini depan Barcelona musim depan kemungkinan hanya mengandalkan Anthony Gordon, Karim Adeyemi, Raphinha, Dani Olmo, atau Fermin Lopez sebagai false nine. Tak satu pun dari nama tersebut merupakan penyerang tengah alami.
Ancaman Besar bagi Ambisi Liga Champions
Hingga saat ini, negosiasi PSG dengan Ferran Torres memang masih berada pada tahap awal. Barcelona masih memiliki peluang mempertahankan salah satu aset terpentingnya tersebut. Namun situasi yang berkembang menunjukkan adanya kelemahan dalam strategi transfer Blaugrana.
Awalnya Barcelona membayangkan Julian Alvarez atau Ferran Torres akan menjadi ujung tombak utama musim 2026-2027. Kini, skenario terburuk justru mulai menghantui. Klub berpotensi kehilangan keduanya sekaligus sebelum kompetisi dimulai.
Jika kondisi tersebut benar-benar terjadi tanpa adanya striker pengganti yang sepadan, Barcelona dipastikan menghadapi persoalan serius.
Bukan hanya dalam perebutan gelar La Liga, tetapi juga terhadap ambisi terbesar mereka musim ini, yakni kembali bersaing sebagai kandidat juara Liga Champions Eropa. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi