RADARBANYUWANGI.ID – Manchester United menutup rangkaian pramusim dengan hasil meyakinkan setelah menundukkan Atletico Madrid dengan skor 2-1 dalam laga persahabatan di Stockholm, Sabtu (2/8). Dua gol Bryan Mbeumo menjadi pembeda dalam pertandingan yang sekaligus memperlihatkan semakin matangnya permainan Setan Merah di bawah arahan Michael Carrick.
Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. United justru harus tertinggal lebih dahulu akibat gol yang lahir dari situasi tak terduga. Namun, ketenangan tim dalam merespons tekanan menjadi sinyal positif menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026-2027.
Atletico Madrid membuka keunggulan lebih cepat melalui Arnau Ortiz. Umpan silang yang ia lepaskan dari sisi lapangan justru meluncur deras ke arah gawang dan gagal diantisipasi kiper Manchester United. Gol tersebut sempat membuat klub Premier League itu kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama.
Memasuki paruh kedua, intensitas serangan United meningkat signifikan. Michael Carrick melakukan sejumlah penyesuaian yang membuat aliran bola lebih hidup, terutama melalui kreativitas pemain muda Shea Lacey.
Talenta muda tersebut menjadi titik balik pertandingan. Pada menit ke-53, Lacey dijatuhkan di dalam kotak penalti setelah melakukan penetrasi berbahaya. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Bryan Mbeumo yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan penyerang asal Kamerun itu mengecoh kiper Atletico sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Momentum kemudian sepenuhnya berpihak kepada Manchester United. Permainan mereka semakin agresif dengan tekanan tinggi yang membuat lini belakang Atletico beberapa kali melakukan kesalahan.
Keunggulan akhirnya datang pada menit ke-74. Berawal dari kemelut di depan gawang, Mbeumo menunjukkan naluri predatornya dengan menyambar bola dari jarak dekat untuk membawa United berbalik unggul 2-1.
Gol tersebut menjadi bukti kualitas penyelesaian akhir Mbeumo yang tampil efektif sepanjang pramusim. Ketajamannya memberikan optimisme besar bahwa ia akan menjadi salah satu andalan United ketika musim resmi dimulai.
Meski unggul, Manchester United masih harus bertahan menghadapi tekanan Atletico Madrid pada sisa pertandingan. Wakil Spanyol itu nyaris menyamakan kedudukan, tetapi dua peluang emas mereka hanya membentur tiang gawang.
Selain kemenangan, pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah bagi Manchester United. Wonderkid berusia 15 tahun, JJ Gabriel, menjalani debut bersama tim utama setelah diturunkan pada menit-menit akhir pertandingan.
Keputusan Carrick memberi kesempatan kepada Gabriel memperlihatkan komitmen klub dalam membuka jalan bagi pemain akademi untuk berkembang di level tertinggi.
Usai pertandingan, Bryan Mbeumo mengungkapkan kepuasannya terhadap performa tim. Menurutnya, seluruh pemain menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin sehingga permainan berjalan sesuai rencana.
"Kami memiliki rencana yang jelas sebelum pertandingan. Semua pemain menjalankannya dengan baik dan itu membuat pertandingan menjadi sangat menyenangkan," ujar Mbeumo.
Kemenangan atas Atletico Madrid menjadi modal penting bagi Manchester United menjelang dimulainya musim baru. Selain menunjukkan efektivitas lini depan, pertandingan ini juga memperlihatkan kedalaman skuad yang semakin kompetitif dengan munculnya talenta-talenta muda dari akademi.
Jika konsistensi permainan ini mampu dipertahankan, Setan Merah memiliki peluang besar untuk memulai musim dengan kepercayaan diri tinggi dan kembali bersaing di papan atas kompetisi domestik maupun Eropa. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi