RADARBANYUWANGI.ID – Masa depan Joshua Zirkzee di Manchester United semakin berada di ujung tanduk. Penyerang asal Belanda itu dikabarkan tidak lagi masuk dalam proyek jangka panjang Setan Merah sehingga peluang hengkang pada bursa transfer musim panas semakin terbuka lebar.
Di tengah situasi tersebut, Juventus muncul sebagai klub yang paling serius untuk memulangkan Zirkzee ke Serie A. Namun, negosiasi transfer diprediksi tidak akan berjalan mulus. Perbedaan pandangan mengenai formula transfer menjadi penghalang terbesar yang hingga kini belum menemukan titik temu.
Bianconeri memang membutuhkan tambahan amunisi di lini depan untuk menghadapi musim baru. Di sisi lain, Manchester United juga ingin mengurangi beban skuad sekaligus mendapatkan dana segar dari penjualan pemain.
Juventus Optimistis Boyong Zirkzee
Juventus disebut tengah mempersiapkan langkah konkret untuk mengamankan tanda tangan Joshua Zirkzee pada jendela transfer musim panas ini.
Penyerang berusia 25 tahun tersebut mengalami penurunan posisi dalam persaingan lini depan Manchester United. Kesempatan bermain yang semakin terbatas membuat peluang bertahan di Old Trafford kian mengecil.
Situasi itu dimanfaatkan Juventus yang percaya diri dapat membawa kembali mantan bomber Bologna tersebut ke kompetisi Serie A, tempat ia pernah menunjukkan performa terbaiknya.
Kepercayaan diri Juventus bukan tanpa alasan. Direktur olahraga Frederic Massara diketahui memiliki hubungan yang cukup dekat dengan situasi Zirkzee setelah sebelumnya juga sempat berupaya memboyong sang pemain saat masih bekerja untuk AS Roma.
Pengalaman tersebut membuat Massara memahami karakter pemain sekaligus peluang yang tersedia dalam proses negosiasi.
Luciano Spalletti Beri Lampu Hijau
Laporan menyebutkan pelatih Juventus, Luciano Spalletti, telah memberikan persetujuan penuh kepada manajemen klub untuk mempercepat negosiasi dengan Manchester United.
Spalletti menilai Zirkzee memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan tim. Fleksibilitas bermain, kemampuan membaca ruang, serta kecerdasan taktik menjadi nilai tambah yang membuat sang pelatih sangat menginginkan kehadiran pemain Timnas Belanda tersebut.
Bagi Zirkzee sendiri, kembali ke Serie A juga menjadi opsi yang sangat menarik. Liga Italia merupakan kompetisi yang pernah mengangkat namanya saat membela Bologna sehingga adaptasi diyakini tidak akan menjadi persoalan besar.
Sebelumnya, AS Roma juga sempat menunjukkan minat serius. Namun, pembicaraan gagal berlanjut karena tuntutan finansial Manchester United dinilai terlalu tinggi. Kini, Juventus menjadi klub terdepan dalam perburuan tanda tangan Zirkzee.
Skema Transfer Jadi Batu Sandungan
Meski sama-sama memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan, kedua klub masih berselisih mengenai bentuk transfer.
Juventus lebih memilih skema peminjaman lebih dahulu dengan opsi pembelian permanen pada akhir musim. Formula tersebut dinilai lebih aman bagi kondisi finansial klub.
Sebaliknya, Manchester United tidak ingin kembali melepas pemain dengan status pinjaman tanpa kepastian.
Manajemen Setan Merah berupaya mengembalikan sebagian besar dana yang telah mereka keluarkan saat merekrut Zirkzee pada 2024 dengan nilai mencapai 42,5 juta euro atau sekitar Rp800 miliar.
Karena itu, United lebih menginginkan penjualan permanen atau minimal kesepakatan peminjaman yang disertai kewajiban membeli secara otomatis pada akhir masa pinjaman.
Permintaan tersebut menjadi persoalan besar bagi Juventus. Klub-klub Italia selama ini dikenal berhati-hati dalam menyetujui klausul kewajiban membeli karena dapat membatasi fleksibilitas keuangan mereka pada musim berikutnya.
Perbedaan kepentingan inilah yang membuat negosiasi diperkirakan berlangsung panjang dan cukup rumit.
Opsi Tukar Pemain Tak Berlanjut
Di tengah pembahasan transfer, sempat muncul wacana pertukaran pemain yang melibatkan winger Juventus, Francisco Conceicao.
Namun, skenario tersebut diyakini sulit terealisasi. Conceicao dikabarkan telah menyampaikan keinginannya untuk tetap bertahan bersama Juventus pada musim ini sehingga peluang barter praktis tertutup.
Dengan kondisi tersebut, keberhasilan transfer Joshua Zirkzee kini sepenuhnya bergantung pada kemampuan kedua klub menemukan titik temu mengenai nilai dan formula transaksi.
Jika Manchester United tetap bersikeras meminta penjualan permanen, sementara Juventus tidak bersedia mengubah pendekatan finansialnya, peluang kepindahan sang penyerang ke Turin berpotensi kembali tertunda, bahkan terancam gagal sebelum bursa transfer ditutup. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi