RADARBANYUWANGI.ID - Liverpool menghadapi dilema besar menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Di tengah kebutuhan memperkuat sejumlah sektor, The Reds justru berpotensi kehilangan dua pemain penting, Cody Gakpo dan Curtis Jones. Situasi ini dapat menjadi ancaman serius bagi proyek pelatih anyar Andoni Iraola dalam menyambut musim Premier League 2026-2027.
Kurang dari satu bulan sebelum jendela transfer ditutup pada 1 September, Liverpool masih belum menyelesaikan pekerjaan rumah yang cukup besar. Alih-alih fokus mendatangkan pemain baru, perhatian publik justru tertuju pada potensi hengkangnya beberapa anggota skuad inti.
Nama Cody Gakpo dikabarkan masuk radar Tottenham Hotspur, sementara Curtis Jones terus dikaitkan dengan Inter Milan yang disebut menjadikannya sebagai salah satu target utama musim panas ini.
Jika kedua transfer itu benar-benar terjadi, Liverpool berpotensi kehilangan kedalaman skuad di saat persiapan menghadapi musim baru masih jauh dari ideal.
Kehilangan Pilar Berpengalaman
Musim panas Liverpool sudah diwarnai sejumlah kepergian pemain senior. Mohamed Salah, Ibrahima Konate, dan Andrew Robertson meninggalkan Anfield setelah kontraknya berakhir.
Posisi Robertson relatif telah teratasi. Milos Kerkez diproyeksikan menjadi bek kiri utama, sedangkan Kostas Tsimikas kembali dari masa peminjamannya di AS Roma untuk memberikan pelapis yang memadai. Namun, situasi berbeda terjadi di jantung pertahanan.
Kepergian Konate memang direspons dengan perekrutan Jeremy Jacquet. Akan tetapi, bek muda berusia 21 tahun tersebut masih berjuang memulihkan kondisi fisiknya sehingga belum sepenuhnya siap mengemban tanggung jawab besar sebagai starter reguler.
Liverpool juga mendatangkan Giovanni Leoni yang digadang-gadang menjadi investasi jangka panjang. Sayangnya, bek berusia 19 tahun itu masih menjalani proses pemulihan cedera sehingga belum bisa diandalkan sejak awal kompetisi.
Masalah semakin rumit setelah Joe Gomez mengalami cedera pada pramusim dan diperkirakan baru kembali sekitar satu bulan lagi.
Artinya, hanya Virgil van Dijk yang menjadi bek tengah senior dalam kondisi benar-benar bugar menjelang laga pembuka Premier League.
Situasi tersebut membuat kebutuhan mendatangkan bek serbabisa yang mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan menjadi prioritas utama. Terlebih Conor Bradley juga masih menjalani pemulihan cedera.
Pengganti Salah Belum Benar-Benar Hadir
Kepergian Mohamed Salah meninggalkan lubang besar di lini serang Liverpool. Victor Munoz memang telah direkrut, tetapi karakter permainannya lebih sering beroperasi dari sisi kiri ketimbang menggantikan peran Salah di sektor kanan.
Liverpool juga terus dikaitkan dengan winger Paris Saint-Germain, Bradley Barcola. Meski memiliki kualitas individu tinggi, Barcola juga lebih nyaman bermain di sisi kiri.
Apabila transfer itu terealisasi, Iraola tetap harus melakukan penyesuaian komposisi lini depan dengan menggeser Munoz atau Rio Ngumoha ke sektor kanan.
Meski demikian, kehadiran Barcola setidaknya akan memberikan lima opsi untuk mengisi tiga posisi lini depan. Hingga kini, negosiasi tersebut masih belum mencapai tahap final.
Penjualan Curtis Jones Berisiko Menambah Beban
Curtis Jones hanya memiliki sisa kontrak satu musim bersama Liverpool. Gelandang berusia 25 tahun itu dikabarkan ingin memperoleh menit bermain yang lebih konsisten sehingga peluang hengkang cukup terbuka.
Dari sisi bisnis, menjual Jones musim panas ini memang masuk akal agar Liverpool tidak kehilangan nilai transfer ketika kontraknya habis. Namun secara teknis, keputusan tersebut justru bisa menjadi bumerang.
Liverpool sejatinya masih membutuhkan tambahan gelandang baru. Jika Jones dilepas, maka klub wajib mencari pengganti dengan kualitas setara di tengah waktu yang semakin sempit.
Harapan kepada Trey Nyoni juga dinilai terlalu besar. Talenta berusia 19 tahun itu memang menjanjikan, tetapi belum realistis apabila langsung memikul tanggung jawab besar di lini tengah klub sebesar Liverpool.
Iraola sebelumnya sempat memberikan sinyal positif terhadap kualitas Jones. Namun performa sang gelandang sepanjang pramusim belum sepenuhnya meyakinkan.
Sorotan semakin tajam setelah Jones terlibat adu argumen dengan Dominik Szoboszlai dan Kostas Tsimikas usai kemenangan Liverpool atas Wrexham. Momen tersebut viral di media sosial dan memunculkan spekulasi bahwa pemain binaan akademi itu mulai kehilangan kenyamanan di Anfield.
Apabila Inter Milan belum mampu segera menyelesaikan negosiasi, Liverpool juga akan kesulitan mencari pengganti berkualitas sebelum bursa transfer ditutup.
Gakpo Tetap Penting Sebagai Pelapis
Berbeda dengan Jones, Cody Gakpo menghadapi tantangan dari sisi persaingan di lini depan. Pemain asal Belanda itu memang kerap mendapat kritik karena dinilai kurang konsisten saat dipercaya menjadi tumpuan serangan. Namun statistiknya masih menunjukkan kontribusi yang layak diperhitungkan.
Dalam 180 pertandingan bersama Liverpool, Gakpo telah mencetak 50 gol dan 21 assist, sebuah catatan yang menunjukkan efektivitasnya sebagai pemain rotasi.
Meski mungkin belum cukup untuk menjadi starter yang tak tergantikan, Gakpo telah berkali-kali membuktikan dirinya mampu memberikan dampak positif ketika dibutuhkan. Masalahnya, belum ada kepastian apakah ia bersedia terus berperan sebagai pelapis.
Ketertarikan Tottenham Hotspur membuka peluang kepindahan yang dapat mengurangi opsi Iraola di sektor penyerangan.
Jika Gakpo benar-benar dijual sementara transfer Bradley Barcola belum terealisasi, Liverpool praktis harus kembali berburu penyerang baru.
Waktu Semakin Menipis
Dengan waktu yang tersisa hingga penutupan bursa transfer semakin singkat, Liverpool menghadapi tantangan besar dalam menyusun skuad yang kompetitif.
Selain mencari bek tengah, klub juga masih membutuhkan solusi di sektor sayap, lini tengah, hingga kedalaman pertahanan.
Menjual Curtis Jones dan Cody Gakpo tanpa lebih dulu memastikan pengganti yang sepadan berpotensi menjadi keputusan berisiko tinggi.
Bagi Andoni Iraola, menjaga keseimbangan skuad bukan hanya soal kualitas sebelas pemain utama, tetapi juga memastikan setiap posisi memiliki pelapis yang siap tampil sepanjang musim yang panjang dan penuh tekanan.
Apabila Liverpool gagal mengantisipasi situasi tersebut, ambisi bersaing dalam perebutan gelar Premier League bisa terganggu bahkan sebelum kompetisi benar-benar dimulai. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi