RADAR BANYUWANGI – Cristiano Ronaldo kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini bukan karena gol spektakuler atau rekor di lapangan, melainkan karena beberapa kali terdengar mengucapkan ungkapan bernuansa Islami seperti "Insya Allah" dan diduga "Bismillah" dalam berbagai momen. Video tersebut viral di media sosial dan memicu beragam respons dari penggemar di seluruh dunia.
Fenomena itu muncul setelah Ronaldo terlihat menggunakan ungkapan "Insya Allah" saat berbicara mengenai target ambisiusnya mencetak 1.000 gol sepanjang karier profesional. Selain itu, warganet juga ramai membahas sebuah video yang disebut memperlihatkan sang megabintang mengucapkan "Bismillah" sebelum mengambil tendangan penalti.
Meski demikian, klaim mengenai ucapan "Bismillah" tersebut belum dapat dipastikan secara independen dan masih menjadi bahan diskusi di kalangan warganet.
Ronaldo Ucap "Insya Allah" Saat Bahas Target 1.000 Gol
Salah satu video yang paling banyak dibagikan memperlihatkan Ronaldo berbicara mengenai peluang mencapai rekor 1.000 gol sepanjang kariernya.
Dalam kesempatan itu, kapten Timnas Portugal tersebut mengatakan dirinya optimistis bisa mewujudkan target tersebut apabila terhindar dari cedera.
Di akhir pernyataannya, Ronaldo mengucapkan kata "Inshallah" atau "Insya Allah", ungkapan yang dalam bahasa Arab berarti "jika Allah menghendaki".
Ucapan tersebut langsung menjadi perhatian karena selama ini Ronaldo dikenal berasal dari Portugal, negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik.
Video "Bismillah" Sebelum Penalti Jadi Perdebatan
Tak hanya ucapan "Insya Allah", media sosial juga ramai membahas video lain yang memperlihatkan gerak bibir Ronaldo sesaat sebelum mengeksekusi penalti.
Sebagian warganet meyakini pemain berusia 41 tahun itu mengucapkan "Bismillah", yang berarti "Dengan menyebut nama Allah".
Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi maupun rekaman audio yang dapat memastikan ucapan tersebut.
Sebagian pengamat juga menilai gerakan bibir Ronaldo masih bisa ditafsirkan berbeda karena kualitas video dan sudut pengambilan gambar yang terbatas.
Dengan demikian, klaim bahwa Ronaldo mengucapkan "Bismillah" masih bersifat dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Diduga Dipengaruhi Adaptasi Budaya di Arab Saudi
Munculnya ungkapan berbahasa Arab dari Ronaldo dinilai tidak terlepas dari kehidupannya di Arab Saudi sejak bergabung dengan Al Nassr pada akhir 2022.
Selama tinggal di Riyadh, Ronaldo menjalani aktivitas sehari-hari bersama rekan setim, staf pelatih, hingga masyarakat lokal yang sangat akrab menggunakan ungkapan seperti Insya Allah, Alhamdulillah, atau Masya Allah dalam percakapan sehari-hari.
Situasi tersebut membuat banyak penggemar menilai Ronaldo mulai terbiasa menggunakan sejumlah kosakata Arab sebagai bagian dari proses adaptasi budaya.
Fenomena serupa juga kerap dialami atlet asing yang lama berkarier di negara dengan budaya dan bahasa yang berbeda.
Warganet Beri Beragam Respons
Video Ronaldo mengucapkan "Insya Allah" mendapat sambutan positif dari banyak penggemar, terutama dari negara-negara mayoritas Muslim.
Sebagian menganggap hal itu sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal tempat ia bekerja, sementara yang lain menilai penggunaan ungkapan tersebut merupakan hal yang lumrah bagi siapa pun yang telah lama tinggal di Timur Tengah.
Di sisi lain, sejumlah pengguna media sosial mengingatkan agar publik tidak menarik kesimpulan berlebihan mengenai keyakinan pribadi Ronaldo hanya berdasarkan penggunaan beberapa frasa dalam bahasa Arab.
Adaptasi Bahasa, Bukan Penanda Keyakinan
Penggunaan ungkapan seperti "Insya Allah" oleh seseorang tidak secara otomatis menunjukkan perubahan agama atau keyakinan.
Di banyak negara Timur Tengah, frasa tersebut digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari sebagai ungkapan harapan atau doa, termasuk oleh orang-orang dari berbagai latar belakang.
Karena itu, viralnya video Cristiano Ronaldo lebih tepat dipahami sebagai bagian dari proses adaptasi bahasa dan budaya selama berkarier di Arab Saudi, sementara dugaan ucapan "Bismillah" di lapangan masih belum dapat dipastikan kebenarannya. (*)
Editor : Ali Sodiqin