Newcastle United di Persimpangan Jalan: Eddie Howe Mundur, Era Keemasan The Magpies Terancam Berakhir?

Niklaas Andries • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 05:20 WIB
KRISIS: Newcastle United ditinggal Eddie Howe (Newcastle United)
KRISIS: Newcastle United ditinggal Eddie Howe (Newcastle United)

RADARBANYUWANGI.ID - Musim baru Premier League bahkan belum dimulai. Namun, Newcastle United sudah diguncang gempa besar.

Eddie Howe memutuskan mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih kepala hanya beberapa pekan sebelum laga pembuka melawan Liverpool, meninggalkan klub yang selama hampir lima tahun terakhir ia bangun menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola Inggris.

Keputusan tersebut datang tidak lama setelah Newcastle dipermalukan Bristol City 1-4 dalam laga pramusim. Namun, kekalahan itu diyakini hanyalah puncak gunung es dari persoalan yang telah lama mengendap di balik layar St James' Park.

Berbagai laporan menyebut Howe memilih mundur setelah hubungan dengan manajemen memburuk, terutama terkait arah kebijakan transfer dan pembangunan skuad.

Kepergian Howe pun menjadi simbol bahwa Newcastle tengah memasuki fase yang jauh lebih kompleks dibanding sekadar pergantian pelatih.

Dari Penantang Degradasi Menjadi Penakluk Inggris

Sulit membantah bahwa Eddie Howe merupakan salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah modern Newcastle.

Saat datang menggantikan Steve Bruce pada 2021, Newcastle masih berkutat di zona degradasi. Di bawah sentuhan pelatih berusia 48 tahun itu, The Magpies berubah drastis menjadi tim yang mampu bersaing di papan atas.

Howe membawa Newcastle dua kali lolos ke Liga Champions, menghadirkan malam-malam Eropa yang bersejarah, termasuk kemenangan sensasional atas Paris Saint-Germain. Puncaknya terjadi ketika ia mengakhiri penantian sekitar 70 tahun Newcastle untuk meraih trofi domestik utama lewat keberhasilan menjuarai Carabao Cup 2025.

Selama menangani Newcastle di Premier League, Howe membukukan 84 kemenangan, 38 hasil imbang, dan 57 kekalahan dari 179 pertandingan liga. Rekor tersebut menjadikannya pelatih dengan jumlah kemenangan Premier League terbanyak sepanjang sejarah klub.

Krisis Tidak Datang Secara Tiba-Tiba

Meski prestasi Howe begitu mengesankan, fondasi Newcastle mulai retak sejak musim lalu. Penurunan performa terlihat jelas ketika The Magpies hanya finis di posisi ke-12 Premier League 2025-2026 setelah menelan 17 kekalahan dari 38 pertandingan.

Hasil tersebut menjadi kemunduran signifikan dibanding standar Liga Champions yang sebelumnya berhasil mereka bangun. Di saat performa tim menurun, Newcastle juga kehilangan sejumlah pemain yang menjadi tulang punggung proyek Howe.

Alexander Isak lebih dahulu hengkang pada musim panas 2025. Setahun berselang, Anthony Gordon dan Sandro Tonali juga dilepas. Situasi semakin rumit karena kapten Bruno Guimaraes dikabarkan ingin bergabung dengan Arsenal sehingga masa depannya masih diselimuti tanda tanya.

Eksodus tersebut membuat Newcastle kehilangan inti permainan yang selama ini menjadi fondasi keberhasilan mereka.

Strategi Transfer Jadi Sumber Ketegangan

Persoalan terbesar bukan semata kehilangan pemain bintang, melainkan arah kebijakan klub.

Dalam beberapa jendela transfer terakhir, Newcastle lebih banyak merekrut pemain muda dengan potensi jangka panjang daripada mendatangkan nama-nama mapan yang siap menjaga level kompetitif tim.

Perbedaan pandangan inilah yang diyakini memicu renggangnya hubungan Howe dengan struktur sepak bola klub. Seiring berkembangnya organisasi Newcastle, peran Howe dalam menentukan perekrutan pemain disebut semakin berkurang.

Akibatnya, pelatih yang selama ini sukses membangun identitas permainan Newcastle merasa proyek yang ia rancang tidak lagi berjalan sesuai arah awal.

Matthias Jaissle Datang Membawa Harapan Baru

Jika tidak ada perubahan, Matthias Jaissle akan menjadi penerus Howe di kursi pelatih Newcastle. Pelatih asal Jerman tersebut memiliki reputasi positif setelah menangani Red Bull Salzburg dan Al-Ahli. Namun, tantangan yang menantinya tidak bisa dianggap ringan.

Jaissle belum pernah melatih di Premier League. Ia juga harus langsung bekerja bersama skuad yang kehilangan sejumlah pemain paling berpengaruh, sekaligus menghadapi ekspektasi tinggi dari publik Newcastle.

Transisi menuju filosofi baru diperkirakan membutuhkan waktu, sementara kompetisi kasta tertinggi Inggris semakin kompetitif dari musim ke musim.

Newcastle Belum Krisis Finansial, tetapi Krisis Olahraga

Dari sisi finansial, Newcastle sebenarnya masih berada dalam posisi aman.

Dukungan penuh dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi membuat klub tetap memiliki kemampuan ekonomi untuk kembali membangun skuad. Namun, sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kekuatan modal.

Stabilitas ruang ganti, kesinambungan proyek olahraga, dan keberhasilan mempertahankan pemain kunci sama pentingnya dengan besarnya anggaran belanja.

Dalam beberapa musim terakhir, klub-klub seperti Aston Villa, Brighton & Hove Albion, Crystal Palace hingga Bournemouth berkembang jauh lebih konsisten. Persaingan menuju papan atas Premier League kini semakin ketat sehingga Newcastle tidak lagi bisa hanya mengandalkan kekuatan finansial.

Era Howe Tinggal Kenangan, Masa Depan Masih Abu-Abu

Kepergian Eddie Howe menandai berakhirnya salah satu periode paling sukses Newcastle United dalam beberapa dekade terakhir.

Kini, tantangan terbesar bukan sekadar mencari pelatih baru, melainkan menjaga agar proyek besar yang dibangun sejak 2021 tidak runtuh dalam waktu singkat.

Apabila Matthias Jaissle mampu membawa stabilitas dan menyatukan kembali skuad, Newcastle masih memiliki peluang kembali bersaing di papan atas.

Namun, jika proses adaptasi berjalan lambat sementara eksodus pemain terus berlanjut, bukan tidak mungkin klub yang dua tahun lalu tampil di Liga Champions justru harus berjuang menghindari papan bawah Premier League.

Musim panas yang semula diharapkan menjadi momentum memperkuat tim kini berubah menjadi awal dari sebuah babak penuh ketidakpastian bagi The Magpies. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
bruno guimaraes Matthias Jaissle premier league eddie howe newcastle united