RADARBANYUWANGI.ID – Tranmere Rovers membuka lembaran baru musim 2026-2027 dengan menghadapi Rochdale pada babak pendahuluan Piala EFL, Sabtu (1/8).
Duel di Prenton Park bukan sekadar perebutan tiket ke putaran pertama, tetapi juga menjadi ujian awal proyek ambisius Darrell Clarke dalam membangun kembali kekuatan Tranmere.
Pemenang laga ini akan menghadapi klub League One, Bradford City, pada putaran pertama Piala EFL akhir pekan depan.
Bagi kedua tim, pertandingan ini menjadi indikator pertama sejauh mana hasil pramusim mampu diterjemahkan ke dalam pertandingan kompetitif.
Tranmere Memulai Era Baru
Musim lalu Tranmere nyaris terdegradasi dari League Two. Mereka hanya mampu bertahan dengan keunggulan dua poin dari zona merah pada musim 2025-2026.
Situasi tersebut memaksa manajemen melakukan perubahan besar dengan menunjuk pelatih berpengalaman Darrell Clarke sebagai nahkoda baru.
Penunjukan Clarke dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Tranmere tidak lagi sekadar membidik keselamatan, melainkan ingin kembali bersaing di papan atas League Two. Pergerakan mereka di bursa transfer juga cukup agresif.
Jordan Davies, mantan gelandang kreatif Wrexham, berhasil didatangkan untuk memperkuat lini tengah. Sementara Tom Ince, winger berpengalaman yang pernah membela Watford, menjadi salah satu rekrutan paling menarik di kasta keempat sepak bola Inggris.
Performa pramusim pun memberi optimisme.
Tranmere sempat meraih kemenangan 2-0 atas Blackpool, kemudian menghajar tim PFA XI dengan skor telak 3-0. Meski kemudian kalah 1-3 dari Altrincham, perkembangan permainan mereka dinilai cukup menjanjikan.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan pelatih yang memiliki rekam jejak promosi di EFL, Tranmere diprediksi mampu menjadi salah satu pesaing tiket promosi musim ini.
Rochdale Memasuki Masa Transisi
Berbeda dengan lawannya, Rochdale justru memasuki fase adaptasi setelah kehilangan pelatih Jimmy McNulty.
McNulty memilih menerima tawaran dari Stockport County setelah sukses membawa Rochdale promosi kembali ke League Two. Sebagai pengganti, manajemen menunjuk Ian Watson, pelatih yang sebelumnya menangani South Shields.
Target utama Watson cukup realistis, yakni memastikan Rochdale bertahan pada musim pertama setelah kembali ke kasta profesional. Untuk memperkuat skuad, Rochdale mendatangkan sembilan pemain baru.
Salah satu rekrutan yang paling mendapat sorotan ialah winger Cian Hayes dari Peterborough United. Dalam dua musim terakhir, Hayes mencatat tujuh gol dari 64 penampilan dan diharapkan mampu menambah kreativitas serangan. Namun, persiapan Rochdale belum berjalan sesuai harapan.
Mereka gagal meraih kemenangan dalam empat laga uji coba, bahkan menelan kekalahan dari FC United of Manchester dan FC Halifax Town. Hasil tersebut memperlihatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Ian Watson sebelum kompetisi resmi dimulai.
Kondisi Terkini Kedua Tim
Tranmere berpeluang langsung menurunkan penjaga gawang anyar Harrison Male yang baru bergabung pekan ini.
Sementara pemain pinjaman dari Lincoln City, Zane Okoro, berusaha merebut tempat di lini depan meski kemungkinan masih harus menunggu kesempatan di belakang para pemain senior.
Di kubu Rochdale, Will Jenkins dipastikan absen setelah mengalami cedera dan harus ditandu keluar saat menghadapi FC Halifax Town. Harvey Gilmour diperkirakan menjadi pengganti di lini tengah.
Sementara itu, striker veteran Ian Henderson yang kini berusia 41 tahun berpeluang menjadi starter setelah mencetak gol pada laga uji coba terakhir.
Perkiraan Susunan Pemain
Tranmere Rovers (3-4-3): Male; Senior, O'Connor, Turnbull; Smith, Slater, Finley, Davies; Whitaker, Ince, Ironside.
Rochdale (4-2-3-1): Waller; East, Silcott-Duberry, Francis, Pettit; Edwards, Hannant; Moss, Gilmour, Sherring; Henderson.
Statistik Pramusim
Tranmere Rovers
Menang 2-0 vs Blackpool
Menang 3-0 vs PFA XI
Kalah 1-3 vs Altrincham
Rekor pramusim: 3 menang, 1 kalah
Rochdale
Rekor pramusim: 0 kemenangan, 2 imbang, 2 kalah
Gagal menang dalam empat pertandingan terakhir.
Prediksi akhir: Tranmere Rovers 2-1 Rochdale.
Secara kualitas skuad dan momentum, Tranmere datang dengan modal yang lebih baik. Darrell Clarke dikenal piawai membangun tim yang disiplin, agresif saat transisi, dan efektif memanfaatkan bola mati.
Tambahan pemain seperti Jordan Davies serta Tom Ince membuat kreativitas serangan mereka meningkat signifikan dibanding musim lalu.
Sebaliknya, Rochdale masih berada dalam proses menemukan identitas permainan di bawah Ian Watson. Banyaknya wajah baru membutuhkan waktu untuk membangun chemistry, sementara hasil pramusim menunjukkan organisasi permainan mereka belum stabil.
Faktor bermain di kandang sendiri juga diperkirakan menjadi keuntungan besar bagi Tranmere untuk mengawali musim dengan kemenangan.
Tranmere diperkirakan mampu mengendalikan tempo pertandingan, tetapi Rochdale masih memiliki potensi memberi perlawanan melalui pengalaman Ian Henderson di lini depan. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi