RADARBANYUWANGI.ID - Carlo Ancelotti akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya menolak tawaran menangani Timnas Italia.
Pelatih asal Italia itu menegaskan pilihannya bukan dipengaruhi nilai kontrak, melainkan komitmennya kepada Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) yang telah memberinya kepercayaan penuh untuk memimpin Selecao hingga 2030.
Setelah melalui proses panjang yang diwarnai berbagai spekulasi, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akhirnya merampungkan pencarian pelatih kepala baru untuk membangun kembali kejayaan Gli Azzurri. Roberto Mancini dipastikan kembali dipercaya memimpin tim nasional setelah Italia mengalami serangkaian kegagalan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelum keputusan itu diambil, FIGC sempat menjalin komunikasi dengan sejumlah pelatih elite dunia. Nama Pep Guardiola, Andrea Pirlo, hingga Carlo Ancelotti masuk dalam daftar kandidat yang dipertimbangkan untuk menduduki kursi pelatih Timnas Italia.
Namun, Ancelotti memilih menutup pintu bagi peluang tersebut.
Dalam sebuah wawancara, mantan pelatih Real Madrid itu menegaskan bahwa keputusan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan persoalan finansial ataupun durasi kontrak.
"Saya tidak menolak karena masalah kontrak. Itu bukan alasannya," ujar Ancelotti.
"Saya memiliki komitmen dengan Federasi Brasil. Negara ini menerima saya dengan sangat hangat sejak hari pertama. Saya ingin tetap berada di sini."
"Saya tentu berterima kasih kepada Federasi Italia atas kepercayaan yang diberikan. Namun saya merasa keputusan yang benar adalah bertahan di tempat yang telah memberi saya kesempatan bekerja dengan baik dan menerima saya dengan sangat luar biasa," lanjutnya.
Komitmen Hingga Tahun 2030
Keputusan Ancelotti bertahan bersama Brasil sekaligus mempertegas proyek jangka panjang yang sedang dibangun bersama CBF.
Pelatih berusia 67 tahun tersebut masih terikat kontrak hingga Juli 2030. Kesepakatan jangka panjang itu menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan Brasil untuk membangun kembali dominasi mereka di level internasional.
Komitmen tersebut juga menjadi sinyal bahwa Ancelotti tidak ingin meninggalkan proyek yang baru berjalan hanya karena datangnya tawaran dari negara kelahirannya.
Langkah ini sekaligus menegaskan profesionalisme pelatih asal Reggiolo tersebut yang memilih menghormati kontrak dibanding mengambil peluang baru bersama Gli Azzurri.
Bangkit Setelah Kegagalan Piala Dunia
Ancelotti mengakui perjalanan Brasil pada Piala Dunia terakhir jauh dari harapan. Selecao harus tersingkir lebih awal setelah kalah dari Norwegia pada babak 16 besar, hasil yang memicu kritik besar terhadap performa tim.
Meski demikian, pelatih yang telah memenangkan berbagai gelar bergengsi di level klub itu yakin Brasil masih memiliki fondasi kuat untuk kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.
"Hasil di Piala Dunia memang tidak bagus. Kami semua kecewa dan sedih."
"Kami harus melihat ke belakang untuk memahami apa yang terjadi, tetapi pada saat yang sama kami juga harus menatap masa depan."
"Generasi pemain berikutnya sangat menjanjikan. Brasil selalu memiliki talenta luar biasa dan saya yakin kami dapat membangun masa depan yang cerah," tegas Ancelotti.
Italia Memulai Era Baru
Sementara itu, Italia kini memasuki fase baru bersama Roberto Mancini. Federasi berharap pelatih yang pernah membawa Gli Azzurri menjuarai Euro itu mampu mengangkat kembali performa tim nasional setelah rentetan hasil mengecewakan dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, keputusan Ancelotti bertahan di Brasil menunjukkan bahwa stabilitas proyek jangka panjang kini menjadi prioritas utama bagi pelatih-pelatih elite dunia.
Bagi Brasil, keberhasilan mempertahankan Ancelotti menjadi modal penting untuk membangun skuad yang lebih kompetitif menuju Piala Dunia berikutnya, sedangkan Italia harus melanjutkan proses regenerasi di bawah kepemimpinan Mancini dengan target mengembalikan reputasi mereka sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi