RADARBANYUWANGI.ID - Harapan Besiktas untuk memboyong Mohamed Salah pada bursa transfer musim panas tampaknya harus pupus. Klub raksasa Turki itu mengonfirmasi telah menghentikan proses negosiasi setelah pembicaraan dengan mantan bintang Liverpool tersebut menemui jalan buntu, terutama terkait aspek finansial.
Padahal, Besiktas sempat merasa berada di posisi terdepan untuk mendapatkan tanda tangan penyerang asal Mesir itu.
Keputusan Besiktas menarik diri menjadi sinyal bahwa persaingan mendapatkan Mohamed Salah kini memasuki babak baru. Sang pemain yang berstatus bebas transfer setelah meninggalkan Liverpool masih menjadi komoditas panas meski telah berusia 34 tahun.
Direktur Besiktas, Onder Ozen, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan kubu Salah mengalami kebuntuan setelah memasuki tahap negosiasi kontrak dan nilai finansial.
Menurut Ozen, pihak klub telah melakukan tiga kali pertemuan dengan Salah sebelum membahas aspek ekonomi dari kesepakatan.
"Kami menghubungi Salah dan bahkan menyiapkan skema pembiayaan. Salah adalah bintang dunia dan atlet yang sangat dihormati. Kami bertemu dengannya tiga kali sebelum memasuki pembahasan finansial," ujar Ozen kepada media Turki.
Ia menjelaskan, seluruh proses berjalan lancar pada tahap awal. Namun situasi berubah drastis sejak 21 Juli ketika pembahasan mengenai nilai kontrak dimulai.
"Sampai tahap itu semuanya berjalan mulus. Namun ketika pembicaraan finansial dimulai, situasinya melambat. Muncul sejumlah permintaan yang menghambat arus komunikasi sekaligus menciptakan kebuntuan dalam proses negosiasi. Saya menduga atlet sekaliber Salah mungkin tidak mengetahui secara langsung hal tersebut," lanjutnya.
Besiktas Tak Akan Menambah Tawaran
Ozen menegaskan Besiktas tidak akan mengubah kebijakan finansial klub hanya demi mendatangkan seorang pemain, sekalipun pemain tersebut memiliki reputasi sebesar Mohamed Salah.
Presiden Besiktas, Serdal Adali, disebut telah menetapkan batas maksimal yang tidak boleh dilampaui dalam proses negosiasi.
"Klub memiliki kebijakan yang tidak bisa diubah. Presiden kami telah menentukan sikapnya dengan sangat jelas. Tawaran Besiktas sudah disusun sesuai kemampuan dan identitas klub. Jika ada respons terhadap tawaran tersebut, kami siap mengevaluasinya," kata Ozen.
Ia menambahkan bahwa tawaran terakhir yang diajukan merupakan penawaran final.
"Besiktas tidak akan memberikan penawaran baru. Kami mendapat informasi bahwa mereka juga sedang berbicara dengan klub lain. Mungkin mereka akan mencapai kesepakatan di sana. Tawaran terakhir kami adalah batas akhir yang tidak merugikan identitas Besiktas sebagai klub," tegasnya.
Salah Masih Jadi Buruan Banyak Klub
Mohamed Salah resmi berpisah dengan Liverpool pada akhir musim lalu setelah kontraknya tidak diperpanjang. Keputusan The Reds melepas sang winger satu tahun lebih cepat membuat Salah kini bebas memilih destinasi berikutnya dalam kariernya.
Meski telah menginjak usia 34 tahun, kualitas dan pengalaman Salah masih menjadikannya salah satu pemain paling diminati di pasar transfer. Status bebas transfer semakin meningkatkan daya tariknya karena klub peminat hanya perlu bernegosiasi terkait gaji, bonus, dan biaya penandatanganan kontrak.
Situasi ini pula yang membuat proses negosiasi berjalan lebih rumit. Agen pemain memiliki ruang lebih besar untuk mencari paket kontrak terbaik dari sejumlah klub yang berminat.
Besiktas Memilih Stabilitas Finansial Ketimbang Transfer Spektakuler
Sikap Besiktas menunjukkan perubahan pendekatan dalam membangun skuad. Alih-alih memaksakan transfer berbiaya tinggi demi mengejar popularitas, klub memilih menjaga disiplin keuangan.
Di sisi lain, kebuntuan negosiasi juga mengindikasikan bahwa Salah kemungkinan sedang mempertimbangkan tawaran yang lebih kompetitif, baik dari sisi finansial maupun peluang meraih trofi. Dengan pengalaman panjang di level elite Eropa, mantan bintang Liverpool itu diperkirakan masih menjadi incaran sejumlah klub yang mampu memenuhi tuntutan kontraknya.
Bagi Besiktas, mundur dari negosiasi memang berarti kehilangan peluang merekrut salah satu ikon sepak bola dunia. Namun keputusan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa klub tidak ingin mengorbankan stabilitas jangka panjang hanya demi satu transfer besar. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : radar banyuwango