Roberto Mancini Kembali Tangani Timnas Italia, Misi Berat Bangkitkan Gli Azzurri Usai Gagal ke Piala Dunia 2026

Niklaas Andries • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 05:49 WIB
RESMI: Roberto Mancini resmi tulangi timnas Itala (FIGC)
RESMI: Roberto Mancini resmi tulangi timnas Itala (FIGC)

RADARBANYUWANGI.ID - Harapan baru kembali menyelimuti sepak bola Italia. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih kepala Timnas Italia untuk periode kedua.

Di saat bersamaan, FIGC juga mengangkat Claudio Ranieri sebagai direktur teknik baru. Kombinasi dua sosok sarat pengalaman itu menjadi taruhan besar untuk mengakhiri krisis panjang Gli Azzurri setelah dua kali berturut-turut gagal tampil di putaran final Piala Dunia.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi memulai babak baru dalam upaya membangkitkan kejayaan Gli Azzurri. Roberto Mancini dipercaya kembali menakhodai Timnas Italia untuk kedua kalinya setelah keputusan tersebut diumumkan pada Selasa (28/7) waktu Roma.

Tak hanya menghadirkan Mancini, FIGC juga melakukan perubahan besar di level struktural dengan menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik nasional. Langkah ganda ini menunjukkan keseriusan federasi membangun ulang fondasi sepak bola Italia yang dalam beberapa tahun terakhir kehilangan identitas sebagai salah satu kekuatan utama Eropa.

Pengumuman resmi disampaikan Ketua Umum FIGC Giovanni Malago seusai menggelar pertemuan bersama Dewan Federal FIGC. Menurut Malago, keputusan memilih Mancini telah melalui berbagai pertimbangan teknis maupun strategis.

"Saya percaya bahwa orang yang tepat untuk menjadi pelatih kepala tim nasional adalah Roberto Mancini karena berbagai alasan," ujar Malago sebagaimana dikutip dari laman resmi FIGC.

Kesempatan Kedua Mancini Menebus Luka Lama

Kembalinya Mancini menghadirkan cerita yang tidak sederhana. Pelatih berusia 61 tahun itu pernah memimpin Italia pada periode 2018 hingga 2023 dengan catatan yang penuh kontras.

Di satu sisi, Mancini berhasil mengembalikan harga diri Italia melalui gelar juara Euro 2020 yang digelar pada 2021 akibat pandemi COVID-19. Keberhasilan tersebut menjadi trofi internasional pertama Gli Azzurri sejak menjuarai Piala Dunia 2006.

Selain itu, Italia juga mampu finis di peringkat ketiga UEFA Nations League 2020-2021, memperlihatkan konsistensi permainan yang sempat membuat mereka menjadi salah satu tim paling disegani di Eropa.

Namun, kesuksesan itu tertutup oleh kegagalan terbesar dalam sejarah modern sepak bola Italia. Di bawah kepemimpinan Mancini, Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 2022 setelah tersingkir secara dramatis pada babak playoff.

Kini situasi yang dihadapi jauh lebih berat. Italia kembali dipastikan absen di Piala Dunia 2026. Artinya, negara empat kali juara dunia tersebut akan melewatkan dua edisi Piala Dunia secara beruntun, sebuah kenyataan yang semakin menegaskan krisis regenerasi dan penurunan daya saing sepak bola Negeri Pizza.

FIGC Bertaruh pada Pengalaman

Penunjukan kembali Mancini bukanlah pilihan pertama FIGC. Dalam proses pencarian pelatih baru, federasi lebih dulu mencoba mendekati Pep Guardiola. Namun, pelatih asal Spanyol tersebut menolak tawaran tersebut.

Alternatif berikutnya adalah Andrea Pirlo. Akan tetapi, mantan gelandang legendaris Italia itu tidak memperoleh persetujuan dalam pembahasan internal federasi.

Situasi tersebut akhirnya mengarahkan FIGC kembali kepada Mancini. Pengalaman mengenal kultur sepak bola Italia, rekam jejak membangun skuad juara, serta kemampuannya mengembangkan pemain muda menjadi faktor utama yang membuat mantan pelatih Manchester City itu kembali dipercaya.

Keputusan ini juga menunjukkan bahwa FIGC memilih solusi yang minim risiko dibanding memulai proyek baru bersama pelatih yang belum memiliki pengalaman panjang di level internasional.

Ranieri Jadi Arsitek Pembenahan Sepak Bola Italia

Selain menunjuk Mancini, FIGC juga memberikan peran penting kepada Claudio Ranieri sebagai direktur teknik nasional.

Pelatih yang dikenal luas berkat kisah dongeng membawa Leicester City menjuarai Liga Inggris itu diharapkan mampu menyusun arah pengembangan sepak bola Italia dalam jangka panjang, mulai dari pembinaan usia muda hingga kesinambungan filosofi permainan tim nasional.

Giovanni Malago menilai kehadiran Ranieri akan menjadi pelengkap ideal bagi proyek kebangkitan Gli Azzurri.

"Untuk melengkapi kepingan puzzle, saya merasa tepat mencari seseorang yang dapat berbagi pilihan dengan pelatih kepala. Orang itu adalah Claudio Ranieri," kata Malago.

Tantangan Besar Menanti Gli Azzurri

Kembalinya Mancini tidak hanya membawa harapan, tetapi juga ekspektasi yang sangat tinggi. Publik Italia menuntut lebih dari sekadar peningkatan performa.

Misi utama yang kini berada di pundak Mancini adalah membangun kembali mental juara, mempercepat regenerasi pemain, sekaligus mengembalikan Italia sebagai kekuatan utama sepak bola dunia setelah mengalami periode paling suram dalam beberapa dekade terakhir.

Kolaborasi antara Mancini sebagai pelatih kepala dan Ranieri sebagai direktur teknik menjadi proyek besar FIGC untuk memulihkan reputasi Gli Azzurri.

Keberhasilan keduanya bukan hanya akan diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari kemampuan membangun fondasi yang mampu mengembalikan Italia ke panggung elite sepak bola internasional. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
FIGC roberto mancini claudio ranieri piala dunia 2026 timnas italia