RADAR BANYUWANGI – Penantian panjang publik sepak bola Prancis akhirnya berakhir. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) resmi menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala Timnas Prancis untuk menggantikan Didier Deschamps, membuka babak baru bagi Les Bleus dengan target meraih prestasi di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial FFF pada Selasa. Zidane dikontrak selama empat tahun hingga musim panas 2030 dan langsung dibebani misi mengembalikan Prancis menjadi kekuatan dominan di sepak bola dunia.
Penunjukan Zidane sebenarnya telah lama diprediksi. Nama legenda berusia 54 tahun itu menjadi kandidat terkuat sejak Didier Deschamps memutuskan mengakhiri masa kepemimpinannya usai membawa Prancis finis di peringkat keempat Piala Dunia 2026.
Kini, mantan kapten Les Bleus itu dipercaya memimpin generasi baru yang diperkuat Kylian Mbappe dan sejumlah talenta muda lainnya untuk menghadapi dua turnamen besar dalam empat tahun ke depan.
Kembali Mengabdi untuk Prancis
Bagi Zidane, jabatan ini bukan sekadar pekerjaan baru. Ini merupakan kepulangan seorang legenda yang pernah mengukir sejarah terbesar bagi sepak bola Prancis.
Sebagai pemain, Zidane membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 1998 di kandang sendiri dan Euro 2000, dua gelar yang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
Kini, ia berusaha mengulang kesuksesan tersebut dari sisi lapangan sebagai pelatih.
Rekam Jejak Gemilang Bersama Real Madrid
Karier kepelatihan Zidane dimulai di akademi Real Madrid pada 2012 sebelum mendapat kepercayaan menangani tim utama pada Januari 2016.
Keputusan klub asal Spanyol itu terbukti tepat. Dalam periode pertamanya, Zidane mencatatkan salah satu era tersukses dalam sejarah Real Madrid dengan mempersembahkan:
-
Tiga gelar Liga Champions secara beruntun.
-
Satu gelar Liga Spanyol.
-
Dua Piala Super UEFA.
-
Dua Piala Dunia Antarklub FIFA.
Setelah sempat meninggalkan Santiago Bernabeu, Zidane kembali menangani Real Madrid pada Maret 2019 hingga Juni 2021.
Dalam periode keduanya, ia kembali mempersembahkan satu gelar Liga Spanyol dan satu Piala Super Spanyol.
Tantangan Baru Bersama Les Bleus
Berbeda dengan melatih klub, menangani tim nasional menghadirkan tantangan tersendiri. Zidane akan memiliki waktu persiapan yang lebih terbatas, namun dituntut mampu menjaga konsistensi performa tim pada level tertinggi.
Target pertama yang dibebankan kepadanya adalah membawa Prancis tampil kompetitif di Euro 2028, sebelum mengincar trofi Piala Dunia 2030.
Dengan pengalaman sebagai juara dunia ketika masih menjadi pemain dan koleksi trofi bergengsi sebagai pelatih klub, Zidane dinilai memiliki modal lengkap untuk memimpin Les Bleus memasuki era baru.
Penunjukan ini juga menandai berakhirnya era Didier Deschamps sekaligus membuka harapan baru bagi publik Prancis yang ingin kembali melihat tim nasional mereka mengangkat trofi di panggung sepak bola internasional. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com