RADARBANYUWANGI.ID - Segalanya masih terbuka setelah duel leg pertama berakhir dramatis 3-3 di Albania. Kini, Celje membawa keuntungan bermain di kandang saat menjamu Egnatia Rrogozhine pada leg kedua babak kualifikasi kedua Liga Champions 2026-2027 di Arena Z'dezele.
Dengan produktivitas tinggi sekaligus rapuh di lini belakang, kedua tim diperkirakan kembali menyajikan pertandingan sarat gol demi memperebutkan tiket ke putaran berikutnya.
Celje hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk melanjutkan langkah mereka di kualifikasi Liga Champions 2026-2027. Namun, menghadapi Egnatia Rrogozhine jelas bukan pekerjaan mudah setelah kedua tim sama-sama menunjukkan ketajaman luar biasa pada pertemuan pertama yang berakhir imbang 3-3.
Kini, keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi modal terbesar wakil Slovenia tersebut. Meski demikian, hasil leg pertama membuktikan bahwa Egnatia memiliki kapasitas untuk mengejutkan kapan saja.
Celje Ingin Hapus Kenangan Buruk di Liga Champions
Celje datang ke musim ini dengan status juara Liga Slovenia 2025-2026 setelah finis tujuh poin di atas Koper. Gelar tersebut membawa mereka kembali ke panggung kualifikasi Liga Champions, sebuah kompetisi yang masih menyisakan kenangan pahit.
Dua tahun lalu, Celje tersingkir secara menyakitkan setelah dibantai Slovan Bratislava dengan agregat 1-6 pada fase yang sama. Pelatih Vitor Campelos tentu ingin memastikan sejarah kelam itu tidak kembali terulang.
Kompetisi domestik Slovenia juga sudah dimulai. Pada laga pembuka liga, Celje bermain imbang 2-2 melawan Mura setelah dua kali tertinggal sebelum akhirnya mampu menyamakan kedudukan.
Secara keseluruhan, Celje tidak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir, termasuk dua laga uji coba. Namun, ada satu persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar, yakni pertahanan mereka yang selalu kebobolan dalam empat pertandingan tersebut.
Egnatia Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Di kubu tamu, Egnatia Rrogozhine tampil sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola Albania. Mereka mengakhiri musim lalu di posisi ketiga klasemen Kategoria Superiore dengan koleksi 57 poin dari 36 pertandingan.
Meski tertinggal enam poin dari Vllaznia, performa mereka di kualifikasi Liga Champions menunjukkan perkembangan signifikan. Perjalanan Egnatia dimulai dengan hasil imbang 1-1 di kandang Petrocub sebelum menghancurkan lawannya 6-1 pada leg kedua di Arena Egnatia.
Ketika menghadapi Celje pada leg pertama, mereka sempat unggul lebih dahulu. Setelah beberapa kali tertinggal, Fernando Medeiros membawa tim kembali menyamakan skor sebelum Ibrahim Diabate yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol penyelamat pada menit ke-78 untuk memastikan hasil imbang 3-3.
Hasil tersebut memperpanjang tren positif Egnatia menjadi empat pertandingan tanpa kekalahan, termasuk satu laga persahabatan melawan Botosani.
Meski demikian, persoalan utama mereka sama seperti Celje, yakni pertahanan yang belum cukup solid menghadapi tekanan lawan.
Pertandingan Diprediksi Kembali Berlangsung Terbuka
Leg pertama memperlihatkan karakter kedua tim yang sama-sama berani menyerang. Baik Celje maupun Egnatia mampu menciptakan banyak peluang, tetapi juga sama-sama mudah kehilangan konsentrasi di lini belakang.
Kondisi itu membuat duel leg kedua diperkirakan kembali berlangsung terbuka dengan tempo tinggi. Celje memiliki sedikit keuntungan karena sudah menjalani kompetisi domestik dan tampil di kandang sendiri.
Namun, Egnatia telah memperoleh ritme pertandingan yang baik melalui babak kualifikasi Liga Champions sehingga dipastikan tidak akan datang hanya untuk bertahan.
Jika melihat keseimbangan kekuatan kedua tim, faktor atmosfer Arena Z'dezele berpotensi menjadi pembeda dalam pertandingan yang kembali diprediksi menghasilkan banyak gol.
Kabar Tim
Celje tidak bisa memainkan Kucys pada pertandingan liga akhir pekan lalu setelah striker tersebut menerima kartu merah saat menghadapi Mura. Namun, hukuman itu hanya berlaku untuk kompetisi domestik sehingga ia tetap tersedia di Liga Champions.
Kucys diperkirakan kembali berduet dengan Seslar di lini depan, sementara pelatih Vitor Campelos kemungkinan mempertahankan mayoritas susunan pemain yang tampil impresif pada leg pertama.
Di kubu Egnatia, Ibrahim Diabate memberikan dampak besar setelah mencetak gol penyama kedudukan dari bangku cadangan. Meski demikian, Karim Loukili masih difavoritkan untuk tetap menjadi starter.
Albano Aleksi juga sudah dapat dimainkan kembali setelah menjalani hukuman skorsing akibat kartu merah saat menghadapi Petrocub. Kendati demikian, pelatih Nevil Dede diprediksi tidak akan melakukan banyak perubahan setelah timnya mampu menahan imbang Celje pada pertemuan pertama.
Prediksi Susunan Pemain
Celje (4-4-2): Leban; Koutris, Hrka, Vuklisevic, Diounkou; Daniel, Dukuly, Kvesic, Avdyli; Kucys, Seslar.
Egnatia Rrogozhine (3-5-2): Dajsinani; Xhemajli, Bitri, Sota; Yago, Jaime, Loukili, Medeiros, Kryeziu; Bakayoko, Albanese.
Catatan: Susunan pemain yang dirilis sumber asli tampak tertukar antara kedua tim. Formasi di atas telah disesuaikan berdasarkan daftar pemain yang dicantumkan.
Prediksi akhir: Celje 3-2 Egnatia Rrogozhine
Kedua tim sama-sama memiliki kualitas menyerang yang menjanjikan, tetapi juga menyimpan kelemahan di sektor pertahanan. Kondisi tersebut berpotensi kembali melahirkan pertandingan dengan banyak gol.
Keuntungan bermain di kandang diperkirakan menjadi faktor penentu yang membawa Celje lolos ke putaran ketiga kualifikasi Liga Champions. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi