RADARBANYUWANGI.ID - Masa pramusim sering dianggap sekadar ajang pemanasan. Namun, ketika Porto berhadapan dengan Aston Villa pada Sabtu, laga tersebut memiliki nilai jauh lebih besar daripada sekadar pertandingan persahabatan.
Dua tim yang datang dengan status juara di kompetisi masing-masing akan menguji kesiapan skuad sebelum memasuki musim 2026-2027 yang penuh tantangan.
Bagi Aston Villa, duel ini menjadi kesempatan untuk mengukur kualitas permainan setelah membuka pramusim dengan kemenangan telak. Sementara Porto ingin segera bangkit usai menelan kekalahan pada laga uji coba pertama mereka.
Porto Ingin Bangkit Setelah Awal Pramusim yang Mengecewakan
Porto memasuki musim baru dengan status juara Liga Portugal 2025-2026, gelar ke-31 sepanjang sejarah klub. Meski demikian, koleksi trofi mereka masih tertinggal dari rival abadi Benfica yang telah mengoleksi 38 gelar liga.
Tim besutan Francesco Farioli justru mengawali pramusim dengan hasil kurang memuaskan setelah kalah 0-1 dari Gil Vicente pada Rabu lalu. Kekalahan tersebut menjadi alarm dini bahwa masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi sebelum menghadapi Torreense pada ajang Piala Super Portugal, 1 Agustus mendatang.
Setelah itu, Porto akan memulai kompetisi Liga Portugal menghadapi Alverca pada 9 Agustus dengan jadwal yang langsung padat sepanjang bulan pertama musim.
Jakub Kiwior Jadi Rekrutan Terbesar
Porto cukup aktif di bursa transfer musim panas. Empat pemain baru telah didatangkan, dengan nama paling mencolok adalah Jakub Kiwior yang direkrut permanen dari Arsenal setelah tampil impresif selama masa peminjaman.
Di sisi lain, empat pemain juga meninggalkan Estadio do Dragao, yakni Danny Namaso, Thiago Silva, Yann Karamoh, dan Luuk de Jong.
Perubahan komposisi tersebut membuat laga kontra Aston Villa menjadi momentum penting bagi Farioli untuk menemukan keseimbangan permainan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Aston Villa Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Berbeda dengan Porto, Aston Villa membuka pramusim secara meyakinkan. Pasukan Unai Emery membungkam Walsall dengan skor telak 5-0 pada pertandingan persahabatan pertengahan pekan.
Meski demikian, ujian sebenarnya baru dimulai sekarang. Porto menjadi lawan pertama dari rangkaian pertandingan berat yang telah menanti Villa.
Setelah laga ini, klub asal Birmingham tersebut dijadwalkan menghadapi Real Sociedad, Pathum United, Bayern Munchen, hingga bentrok melawan Paris Saint-Germain dalam ajang UEFA Super Cup pada 12 Agustus.
Villa kemudian menutup pramusim menghadapi Borussia Monchengladbach sebelum memulai Liga Inggris 2026-2027 dengan bertandang ke markas Brighton & Hove Albion pada 23 Agustus.
Skuad Mengalami Perubahan Signifikan
Sebagai juara bertahan Liga Europa, Aston Villa mendatangkan tiga pemain baru yakni Johan Manzambi, Joao Gomes, dan Modou Keba Cisse.
Namun, Emery juga kehilangan dua pemain penting. Gelandang Youri Tielemans resmi bergabung dengan Manchester United, sedangkan Morgan Rogers hijrah ke Chelsea dalam salah satu transfer terbesar musim panas.
Perubahan tersebut membuat pramusim menjadi fase penting untuk membangun kembali chemistry tim sebelum musim resmi dimulai.
Porto Kehilangan Banyak Pilar karena Piala Dunia
Porto belum bisa menurunkan kekuatan terbaiknya. Sejumlah pemain inti masih menikmati masa istirahat usai tampil di Piala Dunia 2026. Stephen Eustaquio, Diogo Costa, dan Hwang In-beom dipastikan belum tersedia.
Selain itu, Samu Aghehowa masih menjalani pemulihan cedera lutut serius, sedangkan Vasco Sousa juga harus absen akibat masalah kebugaran.
Meski demikian, perhatian diperkirakan akan tertuju kepada Rodrigo Mora. Wonderkid berusia 19 tahun tersebut berpeluang tampil sejak menit awal dan diharapkan menjadi motor kreativitas Porto.
Aston Villa Masih Tanpa Banyak Bintang
Situasi serupa dialami Aston Villa. Emery masih belum bisa memainkan sejumlah pemain utama yang tampil di Piala Dunia.
John McGinn, Emiliano Martinez, Victor Lindelof, Ezri Konsa, dan Ollie Watkins masih belum bergabung dengan skuad. Rekrutan anyar Johan Manzambi juga harus menepi setelah mengalami cedera saat membela negaranya.
Kabar buruk lainnya datang dari Amadou Onana yang mengalami cedera lutut serius ketika memperkuat Belgia di Piala Dunia sehingga diperkirakan harus menepi dalam waktu lama.
Meski demikian, penampilan striker muda Brian Madjo menjadi salah satu sorotan. Penyerang berusia 17 tahun tersebut mencetak dua gol saat melawan Walsall dan berpeluang kembali dipercaya sebagai ujung tombak.
Joao Gomes, yang menjalani debut cukup menjanjikan, juga diprediksi kembali mengisi lini tengah sejak menit pertama.
Prediksi Susunan Pemain
Porto (4-3-3): Afonso; Costa, Bednarek, Perez, Moura; Varela, Rosario, Mora; Gomes, Veiga, Sainz.
Aston Villa (4-2-3-1): Gauci; Cash, Keba Cisse, Carroll, Maatsen; Barkley, Gomes; Bailey, Buendia, Hemmings; Madjo.
Prediksi: Porto 1-1 Aston Villa.
Laga ini mempertemukan dua tim yang sama-sama sedang membangun fondasi menuju musim baru. Porto memiliki keuntungan bermain di hadapan publik sendiri, tetapi absennya beberapa pemain inti membuat kualitas mereka belum sepenuhnya maksimal.
Sebaliknya, Aston Villa datang dengan modal kemenangan besar dan pola permainan Emery yang mulai terlihat sejak pertandingan pertama pramusim. Namun, banyaknya pemain inti yang belum kembali membuat kedalaman skuad mereka juga belum ideal.
Kedua pelatih kemungkinan lebih memprioritaskan evaluasi taktik, rotasi pemain, dan peningkatan kebugaran dibanding mengejar hasil akhir. Kondisi tersebut membuat pertandingan diprediksi berlangsung seimbang dengan tempo yang tidak terlalu terbuka.
Melihat kualitas kedua tim, kondisi skuad yang sama-sama belum lengkap, serta fokus utama pada persiapan menuju musim kompetisi, pertandingan diperkirakan berlangsung ketat. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi